Muhalli Muhalli
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari Bondowoso

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penanamkan Nilai-Nilai Multikultural dalam Pembelajaran Kitab Kuning Zainul Arifin; Muhalli Muhalli
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): INTERNALISASI TOLERANSI DALAM HALAQOH KEBANGSAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kyai di pondok Pesantren dalam melakukan proses kepemimpinan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok dalam keberagaman latar belakang budaya yang berbeda dalam satu naungan dan tujuan pondok Pesantren tercapai. Keberadaan seorang kiai sebagai pimpinan pondok Pesantren, ditinjau dari peran dan fungsinya, dipandang sebagai fenomena kepemimpian yang unik dan sangat menarik serta dinamik. Dikatakan unik karena sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan Islam, seorang kiai tidak sekadar bertugas menyusun kebijakann, kurikulum, membuat peraturan tata tertib, merancang sistem evaluasi, sekaligus melaksanakan proses belajar mengajar yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama di lembaga yang diasuhnya, melainkan bertugas pula sebagai pembina dan pendidik keberagaman di tengah-tengah masyarakat sebagai kekuatan strategi peningkatan sumber daya manusia dalam kemandirian lahiriah dan batiniah memimpin keluarga, santri dan masyarakat. Kepemimpinan kyai dalam membangun nilai-nilai keberagaman dengan menggunakan peningkatan kualitas keilmuan dan pengetahuan, kualitas perilaku yang baik dan menjadi contoh (uswah) serta kesadaran dalam membina keberagaman yang ada, dengan mengembangkan integritas kepemimpinan pada masyarakatnya, keluarganya dan santrinya maka harus mempunyai strategi yaitu menghargai keluarga, teman atau orang lain, bangun kepercayaan antar individu dan ciptakan keharmonisan, perkuat nilai-nilai keberagaman dari bebragai multi kultur bersama. menciptakan komunikasi yang memiliki kebanggaan tertentu dan menemukan dasar-dasar pijakan bersama.
Pengaruh Peran Guru PAI Terhadap Pengembangan Kecerdasan Siswa Muhalli Muhalli
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Pendidikan Agama Islam dan Budaya Religius
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v3i2.135

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Peran Guru PAI Terhadap Pengembangan Kecerdasan Siswa. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya dituntut untuk mengajarkan konsep-konsep agama, tetapi juga bagaimana dapat menginspirasi siswa untuk menjadikan ajaran-ajaran tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam agama, siswa belajar untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah, membentuk karakter yang kuat, serta menjadi individu yang berintegritas tinggi. Apakah peran guru PAI berpengaruh terhadap pengembangan kecerdasan siswa, masalah itu yang penulis angkat dalam penelitian ini. Adapun subyek penelitian ini adalah siswa SDN Karanganyar 1 Tegalampel. sampel yang dijadikan sasaran 100 siswa dari jumlah populasi 132 siswa. Dari hasil penelitian ini, nilai X untuk peran guru adalah 18,88 menunjukkan adanya pengaruh rendah terhadap pengembangan kecerdasan siswa (Y). Nilai X untuk peran guru  adalah 35,26 menunjukkan adanya pengaruh tinggi terhadap variabel Y1. sedangakan nilai X untuk peran guru adalah 9,27 menunjukkan adanya pengaruh rendah terhadap variabel Y2. Dengan demikian peran guru adalah harus dimiliki oleh seorang guru untuk membantu proses belajar mengajar dan pencapaian tujuan pengajaran serta berpengaruh terhadap pengembangn kecerdasan siswa.
Relevansi Konsep Mondok untuk Mengaji dan Membina Akhlakul Karimah KH. Zaini Mun’im dalam Kontruksi Fiqh Moderat di Pesantren Akhmad Pathollah; Muhalli Muhalli; Badrul Mudarris
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v4i1.171

Abstract

In several religious practices, Fiqh is often used as a basis for intolerance, discrimination and practices of social injustice, even conservatism and radicalism in society. This matter certainly shows the paradoxical nature of Islamic religious practice, where Islam has a vision of rahmatan lil'alamin, but it is being the root of the existence of squabbling in society. Departing from this problem, this research aims to explain the relevance of the concept of study for reciting the Qur’an and developing good the morals of KH. Zaini Mun'im in the construction of moderate Fiqh in Pesantren. This research is qualitative research with the type of library study. The analysis used is descriptive analysis and content analysis. Test the validity of the data by using intertextual source triangulation. The results of this research are; firstly, the existence of the concept of study for reciting the Qur’an and developing good morals is an affirmation of the aim that every process of reciting leads to construct good morals, towards Allah SWT, and fellow or human beings; secondly, in turn, tafaqquh or depth of understanding of Islamic religious teachings, especially Fiqh, will be oriented towards building good social relations in society. This research is expected to contribute to the construction of moderate Fiqh that is able to accomodate the differences in society.