Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengembangan Penilaian Autentik untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas V di SD Negeri 4 Balung Muhalli Muhalli
at-Tahsin Vol 1 No 2 (2021): Manajemen Sekolah dan Profesi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.812 KB)

Abstract

Sesuai Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dilakukan secara menyeluruh, berkala dan bekesinambungan. Hasil dari proses pengamatan peneliti khususnya untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menunjukkan penilaian hanya dilakukan dengan tes sehingga hasil dari belajar tiadak dapat menunjukkan hal yang positif dalam artian ada kesenjangan hasil raport tidak sama dengan prilaku peserta didik dalam ruang lingkup nyata. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah: mengembangkan dan menghasilkan penilaian autentik yang benar-benar menunjukkan hasil belajar siswa positif dalam konteks dunia nyata pada siswa kelas V SD Negeri 4 Balung dan untuk mengetahui hasil dari pengembangan penilaian otentik tersebut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alat dan format penilaian yang benar benar-benar autentik, layak digunakan sebagai alat penilaian sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta aturan dari PERMENDIKBUD tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik untuk mengukur kemampuan siswa pada Mata Pelajaran PAI kelas V di SD Negeri 4 Balung.
Penanamkan Nilai-Nilai Multikultural dalam Pembelajaran Kitab Kuning Zainul Arifin; Muhalli Muhalli
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): INTERNALISASI TOLERANSI DALAM HALAQOH KEBANGSAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kyai di pondok Pesantren dalam melakukan proses kepemimpinan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok dalam keberagaman latar belakang budaya yang berbeda dalam satu naungan dan tujuan pondok Pesantren tercapai. Keberadaan seorang kiai sebagai pimpinan pondok Pesantren, ditinjau dari peran dan fungsinya, dipandang sebagai fenomena kepemimpian yang unik dan sangat menarik serta dinamik. Dikatakan unik karena sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan Islam, seorang kiai tidak sekadar bertugas menyusun kebijakann, kurikulum, membuat peraturan tata tertib, merancang sistem evaluasi, sekaligus melaksanakan proses belajar mengajar yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama di lembaga yang diasuhnya, melainkan bertugas pula sebagai pembina dan pendidik keberagaman di tengah-tengah masyarakat sebagai kekuatan strategi peningkatan sumber daya manusia dalam kemandirian lahiriah dan batiniah memimpin keluarga, santri dan masyarakat. Kepemimpinan kyai dalam membangun nilai-nilai keberagaman dengan menggunakan peningkatan kualitas keilmuan dan pengetahuan, kualitas perilaku yang baik dan menjadi contoh (uswah) serta kesadaran dalam membina keberagaman yang ada, dengan mengembangkan integritas kepemimpinan pada masyarakatnya, keluarganya dan santrinya maka harus mempunyai strategi yaitu menghargai keluarga, teman atau orang lain, bangun kepercayaan antar individu dan ciptakan keharmonisan, perkuat nilai-nilai keberagaman dari bebragai multi kultur bersama. menciptakan komunikasi yang memiliki kebanggaan tertentu dan menemukan dasar-dasar pijakan bersama.
Pendampingan Dalam Membangun Budaya Literasi Untuk Meningkatkan Kesadaran Belajar Masyarakat Di Desa Kerang Muhalli, Muhalli; Pathollah, Akhmad Ghasi; Yakin, Muhammad Nurul
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/salwatuna.v3i1.162

Abstract

Salah satu peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia adalah dengan cara menumbuhkan budaya literasi. Konsep yang terdengar klise dan klasik mau tidak mau masih menjadi solusi yang sangat mendasar dalam peningkatan mutu SDM. Desa kerang adalah salah satu desa menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan terbukti dengan adanya lembaga-lembaga formal maupun non formal. Dari keberanekaragaman para pelajar dalam menyikapi dunia pendidikan, maka kami mahasiswa KKM menawarkan program unggulan “Menumbuhkan Budaya Literasi”. Alasan rasional kami ialah, supaya para pelajar di Desa Kerang memiliki kesadaran dalam menambah wawasan belajar khususnya yang berhubungan dengan literasi, sehingga diprediksi akan meningkatkan daya minat belajar tinggi dan mampu turut serta dalam mewarnai khazanah literasi Indonesia. Progres Budaya Literasi ini sangat menjanjikan dalam menunjang pendidikan dan tergolong mudah dalam proses tindakan. Sebab mayoritas pelajar di desa kerang sudah mengenyam bangku pendidikan.
STUDI KOMPARATIF METODE PEMBELAJARAN PAI PADA KTSP DAN KURIKULUM 2013 RELEVANSI DENGAN PENDIDIKAN MASA KINI Muhalli, Muhalli
at-Tahsin Vol 4 No 1 (2024): Manajemen Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/attahsin.v4i1.179

Abstract

Metode pembelajaran dan kurukulum memiliki peran yang sangat krusial dalam memahami proses pendidikan dan pengembangan akademik, metode pembelajaran mencakup beragam pendekatan dan teknik yang digunakan dalal proses belajar dan mengajar. Sedangkan kurikulum merujuk pada struktur da nisi program pendidikan yang dirancang untuk memandu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran pendidikan Agama Islam pada Kurikulum KTSP, K.13 dan revansi dengan pendidikan pada masa kini dan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran dan pengajaran yang dapat menjadi panduan bagi pendidik dalam merancang dan mendisign pemeblajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekataan kualitatif. Guru Pendidikan Agama Islam dipih sebagai informan utama untuk memberikan wawasan yang beragam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, data-data yang diperoleh dari observasi dan wawancara di catat dilapangan dan kemudian di transkripsi agar menjadi data yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat guru melaksanakan pembelajaran dikelas, pembelajaran tetap berjalan sebagaimana yang diterapkan metode yang ada KTSP,Setiap implementasi juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, hal ini sebagai mana yang telah diamati peneliti, untuk implementasi metodeK.13 menjadikan siswa lebih berani, disiplin dan bertanggung jawab. Hanya saja jika dilihat dari proses pembelajaran kurang bisa berjalan sebagaimana yang diharapakan, dan jelas saja tanggung jawab guru semakin berat karena harus membentuk karakter yang baik pada peserta didik. Sedangkan pada implementasi metode KTSP siswa cenderung pasif, akan tetapi bagi guru tidak ada beban tersendiri dalam pembentukan karakter bagi siswa.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA MASYARAKAT DI BONDOWOSO Muhalli, Muhalli; Pathollah, Akhmad Ghasi; Sulalah, Asia Anis
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek dasar dalam konstruksi struktur masyarakat yang stabil adalah pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan Islam memainkan peran di tengah masyarakat dalam konstruksi sosial budaya yang kokoh dan stabil, terutama dalam lokus keluarga. Sebagai salah satu pilar penting di tengah masyarakat, keluarga merupakan pilar penting dimana keluarga yang kokoh akan membangun masyarakat yang kokoh begitu pun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi pendidikan Islam dalam membangun ketahanan keluarga masyarakat Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan depth-interview. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan model intraktif Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dalam uji keabsahaan data, peneliti mengguanakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, diskusi sejawat dan member check. Adapun hasil dari penelitian ini adalah; endidikan Islam memiliki peran yang signifikan dalam membangun ketahanan keluarga di tengah masyarakat terutama dalam membangun dasar-dasar religius-psikologis. Adapun bentuk kontribusi yang dibuat adalah pencegahan pernikahan dini, penguatan konsep sakinah, mawaddah dan rahmah serta pencegahan perceraian. Adapun kontribusi yang diharapkan adalah terbentuknya ketahanan keluarga di tengah masyarakat lewat pendidikan Islam.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN CONTEN KREATIF MEDIA SOSIAL BAGI PEMUDA DI KAMPUNG YOUTUBER DESA POSONG TAPEN BONDOWOSO Muhalli, Muhalli; Pathollah, Akhmad Ghasi
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/salwatuna.v4i2.220

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menginternalisasikan aspek teoritik dan penguatan kecakapan praktik dalam pembuatan pembuatan konten kreatif media social. Adapun objek pengabdian dalam kegiatan ini adalah pemuda di Desa Posong Tapen Bondowoso, yang dikenal sebagai Kampung Youtuber. Di sisi lanjutannya, pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pemuda dalam pembuatan konten, termasuk teknik pengeditan video, penulisan skrip, penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak, serta strategi pemasaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendalaman empirik, penguatan teoritik, dan pelaksanaan praktik berbasis output. Melalui program ini, hasil pengabdian masyarakat adalah pemuda dapat menghasilkan konten yang lebih menarik dan berkualitas tinggi, serta mengembangkan potensi ekonomi mereka melalui monetisasi konten dan kolaborasi dengan merek. Selain itu, pendampingan juga mencakup pemahaman tentang hak cipta dan aspek hukum yang berkaitan dengan pembuatan konten, untuk melindungi karya mereka. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, tetapi juga pada pemberdayaan pemuda untuk menciptakan peluang kewirausahaan digital yang berkelanjutan. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemuda, baik dalam aspek kreatif maupun ekonomi.
Pendampingan Budaya Sehat Masyarakat dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting Bayi Ghasi Pathollah, Akhmad; Muhalli, Muhalli; Sukur, Hayi Abdus
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/salwatuna.v4i3.240

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pendampingan budaya sehat dalam membangun aksi pencegahan terhadap stunting dan penanganan terhadapnya bila sudah terjadi. Fokus utamanya adalah pada penanaman kesadaran akan budaya sehat mulai dari makanan dan kebiasaan sehingga mampu menciptakan masyarakat yang bebas dari stunting. Selain itu, fenomena stunting yang terjadi pada anak-anak marak terjadi di pedesaan karena faktor budaya makan yang idak diperhatikan. Proses pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang diawali dengan pemetaan masalah, membangun kepercayaan dengan warga binaan, menentukan masalah prioritas, menyusun strategi gerakan, pelaksanaan program, pengamatan dan refleksi teoretis. Adapun hasil dari pengabdian ini antara lain ; meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan budaya makan yang sehat sebagai variabel penting dalam mencegah dan menangani masalah stunting; terbentuknya program kesehatan yang mengontrol kebiasaan ibu hamil dalam menghindari masalah stunting dan adanya aksi cepat tanggap tenaga kesehatan desa dalam mengidentifikasi dan mengurusi anak-anak yang stunting sedini mungkin sehingga masalah stunting bisa teratasi.
Pendampingan Pengurus Masjid dalam Optimalisasi Fungsi Manajemen dengan Implementasi Program Berbasis Komunitas Ghasi Pathollah, Akhmad; Wafi, Ali; Muhalli, Muhalli
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/salwatuna.v4i1.247

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pendampingan pengurus masjid dalam optimalisasi fungsi manajemen. Situasinya adalah keberadaan masjid yang memiliki pengurus namun tidak terstruktur dengan baik sehingga kegiatan masjid tidak memiliki orientasi dan aturan yang jelas dan pengeloaan keuangan yang tidak tertata dengan baik. Akibatnya, optimalisasi fungsi manajemen dengan pembentukan struktur ulang dari masjid desa Gentong ini menjadi program pengabdian masyarakat. Proses pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang dilakuan dengan beberapa tahapan mulai dari identifikasi masalah, membangun interaksi intensif dengan komunitas, menentukan masalah prioritas, menyusun strategi gerakan, pelaksanaan program, pengamatan dan refleksi teoretis. Adapun hasil dari pendampingan ini adalah terbentuknya struktur masjid yang bertanggung-jawab dalam pemetaan peran dalam kegiatan masyarakat di masjid baik harian, mingguan sampai tahunan, serta tatanan program yang menyasar pada kegiatan masjid yang memiliki dampak sosial kemasyarakatan yang penting seperti rukun kifayah sebagai kelompok pengurus urusan fardu kifayah, remaja masjid yang bertugas mengakomodir dan memobilisasi remaja dan pemuda dalam melakukan kegiatan dan lain sebagainya.
Pendampingan Guru Ngaji dalam Peningkatan Kemampuan Santri Dalam Membaca dan Memahami Al-Qur’an Muhalli, Muhalli; Ghasi Pathollah, Akhmad
Salwatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/salwatuna.v5i1.349

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendampingan guru ngaji dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an pada santri di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) As-As’adah. Secara empirik, Guru Ngaji memiliki fungsi sebagai subjek yang menjadi fasilitator dalam membentuk murid yang memiliki kompetensi membaca al-Qur’an yang baik dan benar. Bahkan, dalam mode yang lebih dari itu adalah murid yang mampu mengambil pemahaman dari al-Qur’an secara baik. Program pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dan bersifat spiritual, yang menekankan pada pengembangan aspek teknis dan karakter santri melalui pendekatan dialogis dan berbasis nilai-nilai Qur’ani. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung utama keberhasilan pendampingan meliputi keikhlasan dan kesungguhan guru ngaji, serta hubungan emosional yang hangat antara guru dan santri. Sebaliknya, kendala utama meliputi keterbatasan lingkungan dan sumber daya. Pendekatan yang holistik dan kontekstual terbukti mampu memperkuat kemampuan membaca, memahami isi, dan menanamkan nilai-nilai moral dalam Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter Qur’ani santri. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an berbasis nilai-nilai Qur’ani dan karakter, serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan agama Islam dalam merancang program pendampingan yang efektif.
Concepts of Religious Moderation Education at TAPAL KUDA: Linguistic Analysis and Local Wisdom Muta'allim, Muta'allim; Munir, Misbahul; Pathollah, Akhmad Ghasi; Nawiroh, Luthfiyatun; Muhalli, Muhalli
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.395

Abstract

Indonesia is called a plural country because it consists of various ethnic groups, races, religions, cultures and languages. Thus, the Indonesian people are prone to conflict, especially those related to religious differences. This phenomenon often occurs among teenagers, especially at Tapal Kuda area. The factors that underlie this are the existence of personal interests, the influx of radicalism, economic business, lack of tolerance, increasing politics, fading of local wisdom, excessive sensitivity, miscommunication, and lack of tabayyun attitude. Therefore, this study presents the concept of religious moderation in order to stem this. This study aims to stem the conflict with the concept of religious moderation through a linguistic approach and local wisdom. This research is a qualitative research with observation and interview methods. The data were obtained from interviews with the Tapal Kuda speakers by voice recording and field note-taking. In addition, the researchers also used reflective-introspective methods. The results of this study indicate that (1) The underlying factors are the existence of personal interests, the entry of radicalism, economic business, lack of tolerance, increasing politics, fading of local wisdom, excessive sensitivity, miscommunication, and lack of tabayyun attitude. (2) the concept of religious moderation with a linguistic approach and local wisdom as an alternative solution in stemming conflicts.