Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penentu konsumsi anime merchandise di kalangan penggemar budaya populer Jepang di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini menganalisis data dari 18 wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dua sesi focus group discussion (FGD) dengan responden aktif di Jakarta dan Purwokerto. Temuan mengungkap lima faktor dominan: (1) identitas fan dan afiliasi komunitas, (2) nostalgia dan ikatan emosional terhadap karakter, (3) kualitas dan orisinalitas produk, (4) strategi pemasaran visual dan digital, serta (5) nilai simbolik sebagai ekspresi status sosial dan modal budaya. Konsumsi merchandise tidak hanya bersifat transaksional, melainkan menjadi praktik identitas, afeksi, dan pertukaran budaya transnasional. Penelitian ini memperluas Consumer Culture Theory (CCT) dan fan studies dengan konteks Asia Tenggara, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi industri kreatif dalam merancang strategi merchandising yang berbasis komunitas, emosional, dan visual.