Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Uswatun Hasanah; Heni Pujiastuti
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i1.2347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan penalaran matematis siswa pada materi aritmatika sosial ditinjau dari perbedaan gender. Indikator penalaran yang digunakan dalam penelitian ini meliputi (1) menyajikan pernyataan matematika secara tertulis; (2) mengajukan hipotesis; (3) melakukan manipulasi matematis; (4) menyusun buktiĀ  (5) menarik kesimpulan; (6) memeriksa kesahihan dan (7) menemukan pola atau sifat fenomena matematika untuk membuat generalisasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif dimana subjeknya adalah siswa kelas VIIIG SMPN 10 Kota Serang yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan instrumen berupa tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIIIG SMPN 10 Kota Serang pada materi aritmetika sosial masih tergolong rendah. Berdasarkan jenis kelamin, Berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki terdapat 23,08% dan siswa perempuan terdapat 41,67% yang memiliki kemampuan penalaran matematis sedang. Kemudian, siswa laki-laki terdapat 76,92% dan siswa perempuanĀ  terdapat 58,33% yang kemampuan penalaran matematis rendah. Berdasarkan hal tersebut, siswa perempuan unggul dibandingkan siswa laki-laki.
Edukasi Enam langkah Mencuci Tangan di Sekolah Dasar Negeri Kamasan 2 Kabupaten Serang Banten Firda Asma'ul Husna; Mutria Maharani; Miftahul Fauzan; Khaerunissa All Husna; Alika Nadina Nurazizah; Dhini Herliani; Daniya Putri Kurniawan; Dewi Ardianti; Abigail Cecilia Sihombing; Muhammad Fajar Mubarok; Muhammad Syafiqi Noor Rohmansyah; I'tollah I'tollah; Olga Handika; Ukroma Haekal; Siti Aisyah Rohamdhoni; Neisha Shaquila Nabila Kamil; Uswatun Hasanah; Ayesha Zivanka Anfasyah; Nabila Adawiyah; Alma Tsabitha Sasikirana
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 4 No. 1 (2026): February: Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v4i1.2058

Abstract

Hand washing is a major pillar in clean and healthy living behaviors (PHBS). However, there are still children who do not understand the correct handwashing technique so that germ cleaning is not optimal. This community service activity aims to improve students' knowledge and motor skills in practicing the six steps of hand washing according to World Health Organization (WHO) standards. The method used in this activity is interactive counseling combined with live demonstrations. The stages of the activity include providing material through audiovisual media (video/poster), direct demonstrations by instructors, and independent practice by all participants. In addition, a question and answer session was held to ensure student understanding and corrective feedback on inappropriate movements. Evaluation instruments in the form of observation sheets were used to assess the accuracy of the sequence, duration, and coverage of the hand area when washing. The result of this activity was the success of all participants in practicing the six-step sequence of handwashing correctly independently. The involvement of teachers and school health workers also strengthens the sustainability of this practice through regular monitoring. Through this education, it is hoped that early awareness will arise which has become a routine habit to reduce the risk of disease transmission in the school and home environment and support the creation of a culture of clean living from an early age.