Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN REACT (RELATING EXPERIENCING APPLYING COOPERATING TRANSFERRING) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR Trian Pamungkas Alamsyah; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem solving is learning to use scientific methods or to think systematically, logically, regularly andthoroughly. The goal is to acquire cognitive abilities and skills to solve problems rationally. Efforts toimprove students' mathematical problem solving abilities by using the REACT learning strategy. This studyaims to determine whether the increase in mathematical problem solving abilities of students who getREACT learning strategies is better than students who get conventional learning. The research method usedis a quasi-experimental method. This research was conducted at SDN Bayah Timur 1 and SDN Suwakan 2 inthe even semester of the 2019/2020 academic year. The research data were obtained using a researchinstrument in the form of a test instrument given at the time of the pretest and posttest. The hypothesis testused is the t-test. The conclusion obtained in this study is that the increase in the students' mathematicalproblem solving ability in the experimental class is no better than that of the control class students.Keywords: REACT, Mathematical Problem SolvingAbstrakPemecahan masalah adalah belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis,logis, teratur dan teliti tujuannya adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untukmemecahkan masalah secara rasional. Upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalahmatematik siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran REACT. Penelitian ini bertujuan untukMengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkanstrategi pembelajaran REACT lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SDNBayah Timur 1 dan SDN Suwakan 2 pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Data penelitian diperolehdengan menggunakan instrumen penelitian berupa instrumen tes yang diberikan pada saat pretes dan postes. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalahpeningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas eksperimen tidak lebih baik dari padasiswa kelas kontrol.Kata Kunci: REACT, Pemecahan Masalah Matematis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI CIPETE 2 KOTA SERANG Dede Kurnia Adiputra; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This studyaimed to identify andanalyze whether there are differencesin Y (critical thinking skills) between treatments A1(experimental class) and A2(control class). Knowingandanalyzing the effect ofthe interactionbetween theclass variabletr eatment(A) and themoderator variable treatment group(B) of thecritical thinking skillsof students. Knowing and analyzing the differencesin Y (students' critical thinking skills) in the treatmentgroupinthe experimental class(A1 B1) and the treatment groupinthe control class (A2 B2). Knowing and analyzing the differencesin Y (students' critical thinking skills) in the treatment group in the experimental class (A1 B2) and the treatment group in the control class (A2 B2). The method usedisan experimental method to use design treatment by level 2x2. The objectof this study Elementary School students Cipete 2 Serang. The results of this research note thatthere are differences instudents critical thinking skills after the treatmen tby using the model of Problem Based Learning (PBL) and mastery of science conceptsin the experimental classandthe control class, experimental class higher critical thinking skills than the control class. Keywords: Problem Based Learning (PBL), IPA ConceptMastery, and Critical Thinking Skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah terdapat perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis) antara perlakuan A1 (kelas eksperimen) dan A2 (kelas kontrol). Mengetahui dan menganalisis pengaruh interaksi antara variabel kelas perlakuan (A) dan variabel moderator kelompok perlakuan (B) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Mengetahui dan menganalisis perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis siswa) pada perlakuan kelompok di kelas eksperimen (A1 B1) dan perlakuan kelompok di kelas kontrol (A2 B2). Mengetahui dan menganalisis perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis siswa) pada perlakuan kelompok di kelas eksperimen ( A1 B2) dan perlakuan kelompok di kelas kontrol (A2 B2). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan disain Treatment by level 2 x 2. Objek dari penelitian ini siswa-siswi SD Negeri Cipete 2 Kota Serang. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa setelah adanya perlakuan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan penguasaan konsep IPA pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen lebih tinggi keterampilan berpikir kritisnya dibanding dengan kelas kontrol. Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Penguasaan Konsep IPA, dan Keterampilan Berpikir Kritis.
PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR Ayi Rahmat; Elih Solihatulmilah; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop traditional games, preserve the culture of the nation, and as a material in the learning of Physical Education. This research is research and development with steps:1) the potential and problems, (2) data collection, (3) the design of the product, (4), design validation, (5) design revisions, (6) the trial product, (7) product revisions, (8) product trials, (9) product revisions, (10) mass production. Small-scale trials conducted at State Elementary School 1 Muara Ciujung Timur totaling 30 students, large-scale trials in School Negeri 1 Rangkasbitung Barat with the number of 30 students, and Islamic Primary School Insan Karima the number of 20 students,the total of of students are 80. Research this development produces five kinds of traditional games that are: (1) the Panting game, (2) the Lempar Kaleng game, (3) the Pikak game, (4) The Cas-casan game and, (5) the yeye game. From assessment by questionnaire by experts, practitioners, students on small-scale trials and large-scale trials, then analyzed. Based on the results of research and data analysis that the traditional games developed show significant progress and declared very good and feasible, so it is advisable to physical education teachers to apply this traditional game to elementary school students. Keywords: Traditional Games, Learning, Physical Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional, melestarikan budaya bangsa, dan sebagai materi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan langkahlangkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4), validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba produk, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Uji coba skala kecil dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Muara Ciujung Timur berjumlah 30 siswa, uji coba skala besar di Sekolah Dasar Negeri 1 Rangkasbitung Barat dengan jumlah 30 siswa, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Karima jumlah 20 siswa, jumlah siswa 80. Penelitian pengembangan ini menghasilkan lima macam permainan tradisional yakni (1) permainan Panting, (2) permainan Lempar Kaleng, (3) permainan Pikak, (4) permianan Cascasan dan, (5) permainan Yeye. Dari penilaian melalui angket oleh para ahli, praktisi, dan siswa pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, kemudian dianalisa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data bahwa permainan tradisional yang dikembangkan menunjukkan kemajuan yang signifikan dan dinyatakan sangat baik dan layak, dengan demikian sangat disarankan kepada guru pendidikan jasmani untuk menerapkan permainan tradisional ini pada siswa Sekolah Dasar. Kata kunci: Permainan Tradisional, Pembelajaran, Pendidikan Jasmani.
EDUCATION CURRICULUM FOR SOCIETY 5.0 IN THE NEXT DECADE Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industry 4.0 has become a major revolution in the development of human life. Digital technology has influenced humans in various ways from economic, social, political and even in human life itself. Society 5.0 places more emphasis on efforts to place humans as the center of innovation (human centered) while technological advances are utilized to improve the quality of life, social responsibility and develop sustainability. This research is a qualitative research with literature study method. This method collects information or data through books, journals or articles that are relevant to the issue being studied. Society 5.0 emerged as a development of the industrial revolution 4.0 which was considered to have the potential to degrade the role of humans themselves. In society 5.0, humans will be the center (human centered) while remaining technology-based. The emergence of society 5.0 requires patented breakthroughs in an effort to face the challenges that will be posed by society 5.0. The existence of society 5.0 poses its own challenges in various fields of life, one of which is in the field of education, including learning. To deal with the complexities of living conditions in the Society 5.0 era, students are not sufficiently equipped with the ability to read, write and count or better known as "Tree R" (reading, writing, arithmetic), but also need to be equipped with global community competencies or also called skills. ababd 21, namely the ability to communicate, be creative, think critically, and collaborate or known as the "Four Cs", namely communicators, creators, critical thinkers, and collaborators. Keywords: Industry 4.0, Society 5.0, Educational Transformation Abstrak Industri 4.0 telah menjadi sebuah revolusi besar dalam perkembangan kehidupan manusia. Teknologi digital telah mempengaruhi manusia dalam berbagai hal dari ekonomi, sosial, politik dan bahkan dalam kehidupan pribadi manusia itu sendiri. Society 5.0 lebih menekankan pada upaya menempatkan manusia sebagai pusat inovasi (human centered) adapun kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup, tanggung jawab sosial dan berkembang keberlanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode study literature. Metode ini mengumpulkan informasi atau data melalui buku, jurnal atau artikel yang relevan dengan isu yang sedang dikaji. Society 5.0 muncul sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peranan manusia itu sendiri. Dalam society 5.0, manusia akan menjadi pusatnya (human centered) dengan tetap berbasis teknologi (technology based). Munculnya society 5.0 dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten dalam upaya menghadapi tantangan yang akan ditimbulkan society 5.0. Adanya society 5.0 menimbulkan tantangan tersendiri dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pembelajaran. Untuk menghadapi kompleksitas kondisi kehidupan masyarakat era Society 5.0, peserta didik tidak cukup dibekali dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau lebih dikenal dengan sebutan “Tree R” (reading, writing, arithmetic), tetapi juga perlu dibekali kompetensi masyarakat global atau juga disebut kecakapan ababd 21, yakni kemampuan berkomunikasi, kreatif, berpikir kritis, dan berkolaborasi atau dikenal dengan sebutan “Four Cs”, yaitu communicators, creators, critical thingkers, and collaborators. Kata kunci: Industri 4.0, Society 5.0, Transpormasi Pendidikan
UPAYA MENINGKATKAN KETEPATAN SERVIS ATAS MELALUI LATIHAN PENGULANGAN SERVIS ATAS (DRILL SERVIS ATAS) PADA TIM VOLI PARIGI Beni Fahmi Firdaus; Ridwan Sudirman; Ira Arini; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this final project, a problem was found, namely the service accuracy of players who were not perfect or still deviated when serving top while playing volleyball. This study was also conducted to determine the pattern of exercises applied to improve the accuracy of the top serve in volleyball games. According to Barbara L. Viera and Bonnie J. Ferguson (1996) it can be concluded that volleyball is also played in teams with certain patterns. Volleyball is a game that can be played by bouncing the ball before it hits the floor (volleying). There are also some basic volleyball techniques, including: bottom serve, top serve, smash, top passing, bottom passing. To do the basic technique properly, it must be done by practicing the level of focus and repeated practice. This type of research uses field research methods or qualitative field research with data collection techniques, namely using interviews (interviews), observation, and documentation studies with the reinforcement of the theories that have been stated previously. The results of this study indicate that: 1) Using the drill method (repetition of exercises) can increase the accuracy of the top serve. 2) There are several factors that affect the accuracy of an athlete in serving, including internal factors, namely the athlete's skills and feelings and external factors, namely the level of difficulty and environmental conditions. Keywords: Volleyball, Basic Technique, Drill, Top Serve Abstrak Pada penelitian tugas akhir ini, ditemukan permasalahan yaitu akurasi servis atas pemain yang belum sempurna atau masih melenceng ketika melakukan servis atas pada saat bermain bola volly. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pola latihan yang diterapkan untuk meningkatkan ketepatan servis atas dalam permainan bola voli. Menurut Barbara L. Viera dan Bonnie J.Ferguson (1996) dapat disimpulkan juga permainan bola voli dilakukan secara beregu dengan pola-pola tertentu. Permainan bola voli mempunyai ciri dapat dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh lantai (volleying). Ada pula beberapa teknik dasar bola voli, diantaranya : servis bawah, servis atas, smash, passing atas, passing bawah. Untuk melakukan teknik dasar dengan tepat, harus dilakukan dengan melatih tingakt kefokusan dan latihan berulang. Jenis penelitian ini menggunakan metode Field research atau penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu menggunakan interview (wawancara), observasi, dan studi dokumentasi dengan penguatan dariteori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Menggunakan metode drill (pengulangan latihan) dapat meningkatkan ketepatan servis atas. 2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketepatan seorang atlet melakukan servis atas, diantaranya faktor internal yaitu keterampilam atlet dan perasaan serta faktor eksternal yaitu tingkat kesulitan dan keadaan lingkungan. Kata Kunci: Bola Voli, Teknik Dasar, Drill, Servis Atas
PENGARUH LATIHAN PUSH UP TERHADAP TEKNIK DASAR PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI DI EKSTRAKULIKULER SMP NEGERI 1 CIBADAK Asep Kurniawan; Ridwan Sudirman; Dedi Aryadi; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the decline in extracurricular volleyball achievements at SMP Negeri 1 Cibadak at O2SN since 2018 until now, this happened because there are still many extracurricular participants who are still unable to pass under the extracurricular participants of volleyball at SMP Negeri 1 Cibadak. This study aims to determine the level of passing ability of volleyball extracurricular participants at SMP Negeri 1 Cibadak. Volleyball is a complex game, you have to master basic techniques including service, passing, smash and block. The basic technique that this researcher focuses on is passing down with the Push up exercise method in volleyball extracurricular participants at SMP Negeri 1 Cibadak. This research is a Quantitative Experiment research. The data collection technique used is a 60-second bottom passing test. The population in this study was all volleyball extracurricular participants at SMP Negeri 1 Cibadak with a total of 11 people. The sample in this study was all volleyball extracurricular participants at SMP Negeri 1 Cibadak with a total of 11 people. The instrument used in this study was by means of a test, namely the lower passing test according to the Ministry of National Education with a test validity of 0.733 and a test reliability of 0.758 The data analysis technique used was the assistance of the SPSS Computer Program Version 16.0. The results showed that there was an influence of the push up training method on the basic technique of lower passing with an increase of 38.81%. Keywords: Push up Exercises, Lower Passing Ability, Volleyball Extracurriculars aged 13 - 15 Years. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh penurunan prestasi ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak di O2SN sejak tahun 2018 sampai sekarang, hal ini terjadi karena masih banyaknya peserta ekstrakurikuler yang masih belum bisa melakukan passing bawah dengan baik dan belum adanya data yang menujukkan tingkat kemampuan passing bawah peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan passing bawah peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak. Permainan bola voli merupakan permainan yang kompleks, harus menguasai teknik dasar antara lain service, passing, smash dan blok. Teknik dasar yang menjadi fokus peneliti ini adalah Passing bawah dengan metode latihan Push up pada peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes passing bawah selama 60 detik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak dengan jumlah 11 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 1 Cibadak dengan jumlah 11 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara tes yaitu tes passing bawah menurut DEPDIKNAS dengan validitas tes 0,733 dan realibilitas tes sebesar 0,758 Teknik analisis data yang digunakan adalah bantuan Program Komputer SPSS Versi 16.0. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh metode latihan push up terhadap teknik dasar passing bawah dengan peningkatan sebesar 38,81%. Kata Kunci : Latihan Push up, Kemampuan Passing Bawah, Ekstrakurikuler Bola Voli usia 13 - 15 Th
MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MTs PAKUNCEN Eka Nurul Mualimah; Usmaedi Usmaedi; Elih Solihatulmilah
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of speaking skills learning at MTs Pakuncen basically can take place and work well. This is characterized by sufficient preparation, interesting and varied learning strategies and methods, the use of teaching media as needed, good selection of teaching materials, good interaction between teachers and students or students with students, good assessment and satisfactory learning outcomes. . This study uses an experimental method with the collection of learning outcomes, observations and interviews to find out the obstacles faced by teachers and students in learning speaking skills. As for the results of this study, there are differences in the results of learning pretests reaching an average of 61 of 34 students. The results of posttest student learning outcomes are different, which reaches 84. This shows the need for teacher-student communication to encourage or motivate students in the learning process so that learning outcomes are achieved. Keyword: Learning Model, Student Facilitator And Explaining, Speaking Skills Abstrak Pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara di MTs Pakuncen pada dasarnya dapat berlangsung dan berhasil dengan baik. Hal ini ditandai dengan, persiapan yang cukup, strategi dan metode pembelajaran yang menarik dan variative, penggunaan media ajar sesuai kebutuhan, pemilihan materi ajar yang baik, interaksi yang baik antara guru dengan siswa ataupun siswa dengan siswa, penilaian yang baik dan hasil pembelajara yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengumpulan hasil belajar, observasi dan wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Adapun hasil penelitian ini terdapat perbedaan hasil prettes belajar mencapai rata-rata 61 dari 34 siswa. Berbeda hasil posttes hasil belajar siswa yang mencapai 84. Hal tersebut menunjukan perlunya komunikasi guru kepada murid untuk mendorong atau memotivasi dalam proses belajar siswa sehingga capaian pembelajaran tercapai. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Student Facilitator And Explaining, Keterampilan Berbicara