Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALYSIS INFLUENCE RELATIONSHIP OF INTERNAL AND EXTERNAL ON STRATEGY AND SUSTAINABLE SUPPLY CHAINS MANAGEMENT ON OPERATIONAL PERFORMANCE OF FOOD AND BEVERAGES AGRO-INDUSTRIES Dina Kartika Sari; Djoko Koestiono; Agustina Shinta
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 21, No 3 (2021): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2021.021.3.9

Abstract

This research examines the influence of the relationship between internal and external factors on operational performance, beforehand an effective strategy supply chain management is needed to improve operational performance as a core strategic competency for better competitive advantage but companies need to evaluate actions that have environmental impacts, it is necessary practice sustainable supply chain management in a business. SEM-PLS analysis to examine the effect of the relationship between internal and external factor using a sample of 100 food and beverage agro-industries in the Province of East Java. The results showed that internal and external factors have a positive and significant effect on supply chain management strategy while on operational performance, although the influence of internal factors cannot be direct and external factors have a direct influence on operational performance, the practice sustainable supply chain management also has a direct effect as a mediating variable, between supply chain strategy variables on operational performance. This research is not only to find the right strategy for the food and beverage agro-industries but also to develop research on the importance of sustainable supply chain management practices in the food and beverage agro-industries.
Nilai Tambah Pengolahan Sambal Boran Kemasan Pada UKM Silvana Food Titis Surya Maha Rianti; Ahmad Dedy Syanthori; Dina Kartika Sari
Media Agribisnis Vol 6 No 1 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v6i1.2280

Abstract

Sambal Boran adalah sambal khas Lamongan yang diolah dengan bahan dasar cabai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari Sambal Boran kemasan di UKM Silvana Food. Jenis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini ialah data primer yang diperoleh dari wawancara terhadap key informan yaitu pemilik UKM Silvana Food. Data yang dididapatkan kemudian dianalisis dengan menghitung biaya, pendapatan, dan nilai tambah dengan metode Hayami. Dari hasil perhitungan diperoleh total biaya bahan baku rata-rata yang dikeluarkan adalah Rp 25.000/kg, sumbangan input lain Rp 360.600/kg. Nilai output Rp 25.000/unit dan nilai tambah sebesar Rp 389.400/kg. Pendapatan yang didapatkan tenaga kerja Rp 37.500/unit. Dengan nilai margin sebesar Rp 750.000/kg, besarnya margin dari pengemasan sambal boran ini menunjukkan bahwa penjualan produk sambal boran kemasan dapat disimpulkan bahwa UKM Silvana Food mendapatkan nilai tambah dari pengolahan komoditas cabai menjadi sambal boran kemasan dan usaha tersebut layak untuk dikembangkan. Diharapkan pemilik UKM Silvana Food dapat meningkatkan pemasaran online melalui sosial commerce dan menjalin mitra dengan toko oleh-oleh setempat sehingga semakin berkembang dan permintaannya semakin meningkat di era pandemi covid-19.
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DALAM PENINGKATAN PRODUKSI WORTEL DI DESA SUMBER BRANTAS KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU dina kartika sari
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2019): SEAGRI
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.349 KB)

Abstract

ABSTRACTThe increase in carrots in Indonesia is fluctuating and tends to decrease so that to fulfill their consumption needs to be done through imports, therefore a study of increasing carrot production needs to be done.This research is to knowing the analysis of the technical efficiency of production factors in increasing carrot production in Sumber Brantas Village.With a population of farmers as many as 144 people and using a slovin method that obtained 60 samples that adequately represented the population. The results of analysis using Cobb-Douglass; Stochastic Frontier for technical efficiency gets production factors that have partial effects, namely land, labor, sigma squared, gamma on ineficiency socio-economic factors that is age, family members, experience, activation in farmer groups (Dummy) with level different significanceKeyword : carrot, eficiency
TRANSFORMASI AGRIBISNIS KOPI ROBUSTA BERKELANJUTAN MELALUI PENDEKATAN SWOT–TLBMC Dina Kartika Sari; Arief Joko Saputro; annisa Firdauzi
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10439

Abstract

Penelitian ini mengintegrasikan analisis SWOT dengan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC) untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis kopi robusta berbasis ekonomi sirkular di CV Agroniaga Indonesia Sejahtera. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, serta laporan perusahaan. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, kemudian dipetakan dalam TLBMC yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil Internal Factor Evaluation (IFE) dengan skor 4,14 dan External Factor Evaluation (EFE) dengan skor 4,22 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi strategis untuk memaksimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Strategi yang dihasilkan meliputi diversifikasi produk pascapanen, penguatan pemasaran digital, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan peningkatan kapasitas SDM serta tata kelola kolaborasi multipihak. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi SWOT–TLBMC mampu mendukung pengembangan model bisnis kopi robusta yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI TEBU DAN KAITANNYA DENGAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PETANI: STUDI KASUS DI KABUPATEN KEDIRI Arief Joko Saputro; Dina Kartika Sari
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.1880

Abstract

Efisiensi teknis, yang mencerminkan kemampuan petani untuk mengubah masukan menjadi keluaran, merupakan indikator kunci dalam mengevaluasi kinerja pertanian. Studi ini mengintegrasikan analisis efisiensi teknis dengan faktor-faktor psikologis, khususnya sikap kewirausahaan, yang masih kurang dieksplorasi dalam konteks pertanian tebu. Tujuannya adalah untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi teknis, (2) menilai sikap kewirausahaan petani tebu, dan (3) memeriksa korelasi antara sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengukur efisiensi teknis, menggunakan asumsi Constant Returns to Scale (CRS) dan Variable Returns to Scale (VRS). Sikap kewirausahaan dinilai melalui enam indikator: motivasi, pengambilan risiko, efikasi diri, pengenalan peluang, inovasi, dan orientasi pertumbuhan, yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk memeriksa hubungan antara efisiensi teknis dan sikap kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tebu di Kabupaten Kediri umumnya tidak efisien secara teknis maupun skala, dengan nilai rata-rata CRS, VRS, dan efisiensi skala masing-masing sebesar 0,751, 0,868, dan 0,870. Inovasi memperoleh skor rata-rata tertinggi (4,04), sementara pengenalan peluang memperoleh skor terendah (2,44). Korelasi positif yang kuat (r = 0,775) ditemukan antara skor sikap kewirausahaan dan efisiensi teknis, yang menunjukkan bahwa petani dengan sifat kewirausahaan yang lebih kuat cenderung beroperasi lebih efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan efisiensi usahatani sebaiknya tidak hanya bergantung pada input fisik atau teknologi, tetapi juga mencakup program-program yang mendorong kapasitas kewirausahaan di kalangan petani tebu.