Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IKHTILA>F AL-MUFASSIRI>N Akhmad Bazith
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v18i1.120

Abstract

Redaksi ayat-ayat al-Qur’an, tidak dapat dijangkau maksudnya secara pasti, kecuali oleh pemilik redaksi tersebut sebagaimana setiap redaksi yang diucapkan atau ditulis. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan keanekaragaman dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Karena al-Qur’an menggunakan pola kalimat haqi>qah dan maja>z, tasri>h dan kina>yah serta i’ja>z dan itna>b sebagaimana dikenal dalam ungkapan-ungkapan bahasa Arab. Hanya saja al-Qur’an memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan kandungan maknanya yang luhur dan tak ada bandingannya dan sebagai mu’jizat dari Allah swt.Kajian ini bertujuan mengkaji sebab-sebab perbedaan yang terjadi di kalangan ahli tafsir dalam menafsirkan al-Qur’an. Dalam kajian ini membahas tentang pengertian ikhtilaf disertai bentuk-bentuk perbedaan, serta sebab-sebab umum dan khusus yang menjadi perbedaan di kalangan ulama tafsir dengan uraian dari ulama-ulama tafsir yang disertai beberapa contoh.
KEADILAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Kajian Tafsi>r Mau>d}u>’i>) Akhmad Bazith
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 16, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.376 KB) | DOI: 10.33096/jiir.v16i1.1

Abstract

Keadilan merupakan sesuatu yang terpenting dalam sisi kehidupan umat manusia. Keadilan tidak hanya merupakan dasar dari masyarakat muslim yang sejati, sebagaimana di masa lampau dan seharusnya di masa mendatang. Dalam Islam, antara keimanan dan keadilan tidak terpisah. Orang yang imannya benar dan berfungsi dengan baik akan selalu berlaku adil terhadap sesamanya. Keadilan adalah perbuatan yang paling takwa atau keinsyafan ketuhanan dalam diri manusia. Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi saw. sebagai sumber ajaran Islam banyak menjelaskan mengenai makna dan pengungkapan term-term keadilan dengan berbagai derivasinya. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana wawasan al-Qur’an tentang keadilan, penulis mengkajinya dengan menggunakan metode tafsir tematik (mau>d}u>’i>).
HUBUNGAN QIRA’AH AL-SAB’AH DAN SAB’AH AHRUF Akhmad Bazith
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 17, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v17i2.89

Abstract

Kajian ini mengangkat tentang hubungan antara Qira’ah al-Sab’ah dan Sab’ah Ahruf yang dalam ilmu qira’at menjadi bahan yang sering diperselisihkan. Berangkat dari sebuah hadis, al-Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf. Qira’at al-Sab’ah adalah tujuh macam cara atau mazhab dalam mengucapkan kalimat-kalimat yang ada dalam al-Qur’an, yang telah ditetapkan oleh para imam ahli qurra’ dengan sanad yang kokoh kepada Rasulullah saw. dan berbeda dengan mazhab yang lain. Sedang Sab’ah Ahruf atau tujuh ragam bacaan yang terdapat dalam al-Qur’an. Seluruh riwayat tentang tata cara membaca kata tertentu dalam al-Qur’an tidak akan keluar dari tujuh bentuk ini. Hubungan antara Sab’ah Ahruf dengan Qira’ah al-Sab’ah adalah seperti hubungan antara rumah dengan kamar. Ahruf ibarat rumah sedangkan Qira’at ibarat kamar. Banyaknya qira’at yang ada, keseluruhannya berada dalam lingkup Ahruf. Namun tidak semua Ahruf itu terdapat dalam satu qira’at, adakalanya huruf tertentu disebutkan dalam satu qira’at dan tidak disebutkan dalam qira’at lainnya.
Metodologi Penafsiran “Tafsir al-Muin” (Membaca karya Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf 1920-2004) Akhmad Bazith
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 17, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v17i1.62

Abstract

Kitab tafsir yang monumental ini sedikit banyaknya memengaruhi sejarah penafsiran al-Qur’an di Indonesia dan Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf sebagai seorang ulama penulis asal tanah Bugis masih dikenang hingga hari ini. Sepanjang hidupnya sosoknya menjadi sangat istimewa karena peranannya yang begitu penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai seorang ulama, penulis, dan politikus. Hasil karya terbesar beliau selesai ditulis sebanyak sebanyak 11 jilid lengkap dan mencakup seluruh ayat suci al-Qur’an 30 juz. Kitab tafsir ini ditulis selama 8 tahun, terhitung sejak tahun 1988 hingga tanggal 20 Oktober 1996. Kajian ini akan mengangkat metodologi dari kitab tafsir yang akrab di kalangan ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pesantren di Sulawesi Selatan khususnya di Pesantren Al-Urwatul Wutsqa Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yaitu Tafsir al-Qur’an al-Karim (Tafsere Akorang Ma’basa Ogi), sebuah karya monumental tim penyusun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf yang kemudian kitab tafsir ini dikenal dengan Tafsir al-Muin.