Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Etnomatematika Aktivitas Fundamental Matematis Produksi Kain Shibori Tulungagungan Ratih Puspasari; Setyo Hartanto; Moh Gufron
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp151-160

Abstract

Kerajinan kain Shibori Tulungagungan merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat “Sahabat UMKM Tulungagung”. Dalam pembuatan kain Shibori Tulungagungan banyak digunakan motif geometris dan abstrak yang menarik dan bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya khususnya pada motif kain Shibori Tulungagungan dengan menggunakan teknik Shibori Itajime. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi yang merupakan pendekatan empiris dan teoritis, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan analisis budaya yang komprehensif berdasarkan penelitian lapangan.Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan observasi partisipasi pasif, wawancara tak terstruktur, dokumentasi, dan keabsahan data berdasarkan triangulasi data. Instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Pemilihan sumber data dilakukan secara purposive sampling bertempat di Kabupaten Tulungagung. Teknik analisis data melewati tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fundamental matematis yang meliputi aktivitas accounting, measuring, locating, designing, playing, explaining. Sedangkan konsep matematis yang muncul pada aktivitas matematis yaitu : membilang, perbandingan, perbandingan senilai, konversi waktu, konversi berat, aritmatika, penjumlahan, perkalian, pembagian, persentase, simetri lipat, refleksi, translasi, rotasi, prisma segitiga sama kaki, persegi panjang, segitiga sama kaki, garis dan sudut, kesebangunan,dan kongruenKonsep matematika dengan motif kain shibori Tulungagungan dapat digunakan untuk mengenalkan dan memahami konsep matematika melalui budaya lokal.
THE COMBINED INFLUENCE OF LEARNING MOTIVATION AND PARENTAL INVOLVEMENT ON VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS' ACHIEVEMENT IN OPERATING SYSTEM COURSES Moh Gufron; Jonantan Vicky Robet Bagaswara
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/joeict.v10i1.1694

Abstract

Information and communication technology (ICT) education in Indonesian junior secondary schools has traditionally relied on lecture-based instruction, a format that affords learners limited opportunity for active engagement and often fails to translate into optimal learning outcomes. This study investigated whether an online-adapted demonstration method produced significantly different learning outcomes compared with a conventional lecture-based method among grade VII students studying basic Microsoft Word operations at a public junior secondary school (SMPN 2 Pakel) in Tulungagung, Indonesia, during the transition to remote instruction necessitated by the COVID-19 pandemic. A quantitative, quasi-experimental approach employing a nonequivalent pretest-posttest control-group design was adopted. From a population of 94 grade VII students, 62 students were selected through purposive sampling and assigned to an experimental class (n = 31), which received video-based demonstration instruction distributed through a class messaging group and a video-sharing platform, and a control class (n = 31), which received conventional text- and lecture-based instruction through the same digital channels. Achievement was measured using a validated multiple-choice test administered before and after treatment, and an independent-samples t-test was used to examine between-group differences once normality and homogeneity assumptions were confirmed. The mean posttest score of the experimental group (M = 83.06, SD = 7.49) exceeded that of the control group (M = 65.65, SD = 9.46); the independent-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(60) = 8.035, p .001, mean difference = 17.42. These findings demonstrate that the online demonstration method produced a significantly larger improvement in learning outcomes than the conventional method, supporting multimedia- and constructivist-learning perspectives that visualized, sequential demonstration facilitates deeper comprehension of procedural ICT content even in a fully remote setting. The study contributes empirical evidence on adapting an inherently visual, hands-on teaching method to emergency remote instruction—an area that remains underexplored relative to research on demonstration teaching in face-to-face classrooms. Implications for ICT pedagogy, methodological limitations, and directions for future research are discussed.
PENGARUH PROMO GRATIS ONGKIR DAN DISKON PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI E-COMMERCE SHOPEE PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI TULUNGAGUNG Riza Rahmawati; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13020

Abstract

The rapid growth of e-commerce has intensified competition among online marketplaces to attract consumers through incentive promotional strategies. This study aims to analyze the effect of free shipping promotions and product discounts on purchasing decisions in Shopee e-commerce among Economic Education students at Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. This associative quantitative study involved 105 student Shopee users as respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured Likert scale questionnaire and processed using SPSS software via multiple linear regression. The results showed that free shipping promotions had a positive and significant effect (p=0.017) and product discounts had a positive and significant effect (p=0.014) on purchasing decisions. Simultaneously, free shipping promotions and product discounts significantly influenced purchasing decisions (p=0.000) with a coefficient of determination of 40.8%. These findings indicate that waiving shipping fees and price discounts effectively increase purchasing decisions among price-sensitive students. ABSTRAK Perkembangan e-commerce mendorong persaingan ketat antarplatform marketplace dalam memikat konsumen melalui strategi promosi insentif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promo gratis ongkir dan diskon produk terhadap keputusan pembelian di e-commerce Shopee pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini melibatkan 105 mahasiswa pengguna Shopee sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert, sedangkan pengolahan data menggunakan program SPSS melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promo gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan (p=0,017) serta diskon produk berpengaruh positif dan signifikan (p=0,014) terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, promo gratis ongkir dan diskon produk berpengaruh signifikan (p=0,000) terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi sebesar 40,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembebasan biaya pengiriman dan pemotongan harga efektif meningkatkan keputusan pembelian mahasiswa yang sensitif terhadap harga.  
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP DAN PENGGUNAAN E-MONEY TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DI KALANGAN GENERASI Z Cindy Mahardika Feren; Maria Agatha Sri W H; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13140

Abstract

Rapid advancements in digital technology and cashless payment systems have contributed to increasing consumptive behavior among Generation Z. This study aims to analyze the effect of financial literacy, lifestyle, and e-money usage on the consumptive behavior of Generation Z in Tulungagung Regency. This associative quantitative study involved 200 Generation Z respondents aged 18–24 selected through purposive sampling techniques. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression via SPSS 27 software. The findings reveal that financial literacy (β=0.236; p=0.000), lifestyle (β=0.745; p=0.000), and e-money usage (β=0.112; p=0.000) have positive and significant partial effects on consumptive behavior. Lifestyle emerged as the most dominant variable based on the largest standardized Beta coefficient. Simultaneously, all three independent variables significantly influenced consumptive behavior (F=1069.215; p=0.000), explaining 94.2% of the variance ("Adjusted " R^2=0.942). These findings highlight the urgency of lifestyle control and digital financial education for Generation Z. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan kemudahan transaksi nontunai mendorong peningkatan perilaku konsumtif Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif Generasi Z di Kabupaten Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini melibatkan 200 responden Generasi Z berusia 18–24 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (β=0,236; p=0,000), gaya hidup (β=0,745; p=0,000), dan penggunaan e-money (β=0,112; p=0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif secara parsial. Gaya hidup menjadi variabel paling dominan berdasarkan koefisien Beta terstandarisasi terbesar. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan (F=1069,215; p=0,000) dengan kontribusi variabel sebesar 94,2% ("Adjusted " R^2=0,942). Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengendalian gaya hidup dan edukasi pengelolaan keuangan digital bagi Generasi Z.    
PENGARUH KUALITAS PRODUK, DESAIN PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PEMBELIAN SOUVENIR CELENGAN KA’BAH DI SBB DIGITAL TULUNGAGUNG Adzanty Maulina Putri; Moh Gufron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13372

Abstract

Increasing business competition requires companies to understand the factors that influence consumer satisfaction. Consumer satisfaction is an important indicator in determining the success of a business. This study aims to examine the effect of product quality on consumer satisfaction, the effect of product design on consumer satisfaction, and the effect of price perception on consumer satisfaction in purchasing Ka'bah piggy bank souvenirs at SBB Digital Tulungagung. This research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 98 respondents selected through a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation. The results showed that product quality had a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 4.745 > 1.985 and a significance value of 0.000 < 0.05. Product design did not have a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 0.529 < 1.985 and a significance value of 0.598 > 0.05. Price perception had a significant effect on consumer satisfaction, with a t-value of 3.519 > 1.985 and a significance value of 0.001 < 0.05. Simultaneously, the variables produced an F-value of 74.052 > 2.70 and a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that product quality, product design, and price perception jointly have a positive and significant effect on consumer satisfaction. The Adjusted R Square value of 69.3% indicates that product quality (X₁), product design (X₂), and price perception (X₃) explain 69.3% of the variation in consumer satisfaction (Y), while the remaining 30.7% is explained by other factors not examined in this study. ABSTRAK Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen, mengetahui pengaruh desain produk terhadap kepuasan konsumen, dan mengetahui pengaruh persepsi harga terhadap kepuasan konsumen pada pembelian souvenir celengan Ka'bah di SBB Digital Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 98 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung > ttabel yaitu 4,745 > 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Desain produk tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung < ttabel yaitu 0,529 < 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,598 > 0,05. Persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai thitung > ttabel yaitu 3,519 > 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Secara simultan memiliki nilai Fhitung 74,052 > Ftabel 2,70 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk, desain produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil nilai Adjusted R Square sebesar 69,3% menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X₁), desain produk (X₂), dan persepsi harga (X₃) mampu menjelaskan variabel kepuasan konsumen (Y), sedangkan sisanya sebesar 30,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.