Nofianti Lapasila
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ETNOGRAFI KOMUNIKASI PERGESERAN MAKNA PESAN TRADISI PADUNGKU PASCA KONFLIK POSO DI SULAWESI TENGAH Nofianti Lapasila; Tuti Bahfiarti; Muhammad Farid
Scriptura Vol. 10 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.595 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.10.2.111-122

Abstract

Padungku merupakan fase paling akhir dari siklus pertanian dalam budaya suku Pamona yang disebut ta’u, yakni proses yang dilakukan dari mengolah sawah/ladang sampai masa panen. Penelitian ini berjudul Komunikasi Ritual Tradisi Padungku Dalam Harmonisasi Sosial Pasca Konflik Poso di Sulawesi Tengah. Tujuannya mengidentifikasi pergeseran makna pesan tradisi Padungku pasca konflik, dan melihat makna pesan ritual-ritual dalam tradisi Padungku sebelum konflik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif memakai metode etnografi komunikasi yaitu menggambarkan dan menganalisis serta menjelaskan perilaku komunikasi dari kelompok sosial.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Selanjutnya data analisis menggunakan tehnik analisis data model interaktif Huberman yakni mengumpulkan data pada lokasi penelitian dengan menelaah hasil observasi dan wawancara lalu mereduksinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pergeseran makna pesan tradisi Padungku mempunyai dampak positif dalam harmonisasi sosial paska konflik di Poso Sulawesi Tengah. Makna mosintuwu; mangkoni-mangkeni; modero dalam tradisi Padungku mampu mejaga persatuan, kepedulian, dan harmonisasi, hingga tercipta sintuwu maroso (Bersatu kita kuat) di Tanah Poso