This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Ketut Indrayana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN PTT TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL DAN PENDAPATAN USAHATANI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DI KABUPATEN MAMUJU UTARA: Study on Implication of PTT Approach to Growth, Yield and Farm Income of Various Soybean Varieties in the District North Mamuju Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengkajian ini adalah mendapatkan model PTT kedelai dilahan kering spesifik lokasi dan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengkajian dilakukan pada lahan kering di Desa Lariang kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara Propinsi Sulawesi Barat pada bulan Mei sampai Agustus tahun 2013. Perlakuan yang dikaji adalah (a).Teknologi PTT yang mencakup 4 (Empat) varietas ungul baru (VUB) yaitu: Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Grobokan pada lahan seluas 0,25 ha sehingga seluruhnya 1 ha. (b) Teknologi Petani yaitu hamparan pertanaman kedelai yang berada disekitar areal pengkajian yang menggunakan varietas lokal mahameru dengan luasan 1 ha sebagai pembanding. Data yang dikumpulkan meliputi Sosial ekonomi (input, output, harga saprodi dan harga kedelai pipilan kering, upah tenaga kerja) dan keragaan agronomis. Data keragaan agronomis, komponen hasil dan produktivitas dianalis secara deskriptif dan data input-output akan dianalisis dengan metode kelayakan usaha tani R/C ratio dan B/C. Hasil kajian menunjukan pendapatan petani dengan penerapan PTT lebih dibandingkan dengan teknologi petani, yaitu masing-masing Rp. 8.210.000,- dan Rp 2.355.000 meningkat 237% atau (3,37 kali lipat terhadap teknologi petani) dengan B/C ratio >1 yaitu 1.19 sedangkan teknologi petani B/C ratio<1 yaitu 0,67 Kata Kunci: PTT, Kedelai, Usaha tani
PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI KAKAO PADA PENGEMBANGAN MODEL BIOINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT: PENERAPAN PAKET INOVASI TEKNOLOGI KAKAO PADA PENGEMBANGAN MODEL BIOINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pertanian bioindustri tanpa limbah sebagai salah satu strategi untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing serta kesejahteraan petani. Konsep ini, menuntut setiap lini produk mempunyai nilai jual, sehingga penggunan sumber daya menjadi efisien dan dapat menekan biaya produksi. Inovasi teknologi yang diterapkan dalam Kegiatan Pengembangan Model Bioindustri kakao adalah integrasi Kakao dengan ternak kambing. Teknologi tersebut sangat berpotensi untuk memberikan dampak peningkatan produksi dan pendapatan petani yang tinggi. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan penerapan teknologi budidaya kakao dan pascapanen, pengolahan limbah kakao (kulit buah, plasenta) dan pemanfaatannya yang ramah lingkungan oleh patani. Kegiatan Model pertanian bioindustri kakao di Polewali Mandar dilaksanakan pada tahun 2015 dengan melibatkan kelompok tani kakao dan ternak di Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Hasil dari kegiatan yaitu : 1) Telah diperoleh 2 (dua) kelompok tani yang dapat menerapkan model pengembangan budidaya kakao yang terintegrasi dengan ternak kambing yang merupakan suatu model pengembangan kakao ramah lingkungan, 2) Meningkatnya keterampilan SDM petani binaan dalam mengelola sistem usahatani intergrasi tanaman kakao - ternak kambing berbasis bio industri melalui kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan, 3) Pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun desa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pengembangan Model Bioindustri Kakao di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, hasil kegiatan model integrasi kakao dengan ternak kambing akan menjadi model pengembangan kakao ramah lingkungan Khususnya di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Kata Kunci : Model Bioindustri, Inovasi Teknologi, pendapatan.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP PAKET TEKNOLOGI INTRODUSKSI KAKAO PADA KAWASAN PERKEBUNAN NASIONAL DI SULAWESI BARAT: THE LEVEL OF FARMERS’ ADOPTION ON THE PACKAGE OF CACAO INTRODUCTION TECHNOLOGY IN NATIONAL AGRICULTURAL REGIONS IN WEST SULAWESI Jurnal Agrotan; Ketut Indrayana
Jurnal Agrotan Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengembangan kawasan pertanian nasional di Propinsi Sulawesi Barat yang berupa perkebunanan kakao merupakan program strategis nasional Kementerian Pertanian. Pengembangan kawasan perkebunan kakao diharapkan berdampak terhadap peningkatan perekonomian petani kakao yang ada. Produksi kakao di sekitar kawasan umumnya masih rendah (0,5t/ha), hal ini karena tanaman kakao terkena serangan hama PBK (penggerek buah kakao) dan busuk buah (VCD). Pengembangan perkebunan kakao yang menggunakan bibit klonal dapat meningkatkan produksi. Peningkatan adopsi petani terhadap teknologi introduksi tanaman kakao dilakukan dengan cara sosialisasi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2015. Teknologi pengembangan kakao di Sulawesi Barat dilakukan dengan mengitroduksi paket teknologi budidaya kakao beruapa sanitasi lahan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta peningkatan mutu biji kakao melalui inovasi teknologi Fermentasi. Pada kawasan pendampingan di Kabupaten Mamuju, petani kakao mampu menerapkan teknologi introduksi budidaya sebesar 56,40% dengan produktivitas sebesar 0,702 t/ha. Sedangkan di Polewali Mandar penerapan inovasi teknologi budidaya sebesar 59,40% dengan produktivitas 0,706 t/ha. Inovasi teknologi peningkatan mutu biji kakao pada kawasan pengembangan kakao di Mamuju hanya sebesar 24%, sedangkan di Polewali Mandar sebesar 29%. Peningkatan inovasi teknoologi budidaya berpengaruh positif atau berbanding lurus dengan produktivitas hasil biji kakao pada kedua kawasan pengembangan, sehingga peluang produktivitas masih berpotensi untuk ditingkatkan. Penerapan teknologi sperti ini diharapkan dapat dikembangkan pada kawasan yang lebih luas lagi. pada akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi atau pendapatan serta kesejahteraan petani. Kata Kunci: Pendampingan, teknologi introduksi ,kakao, kawasan, produktivitas