p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan
Unknown Affiliation

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Suhu dan Kelembaban terhadap Pertunasan Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) dari Beberapa Lot Benih: EFFECT OF TEMPERATURE AND WATER POTENTIAL ON SP ROUTING OF POTATO (Solanum tuberosum L.) SEED TUBERS FROM DIFFERENT SEED LOTS Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah penelitian dilakukan untuk menguji pertunasan beberapa lot umbi benih kentang pada suhu dan kelembaban yang berbeda. Percobaan dilakukan pada kondisi lingkungan tumbuh terkendali menggunakan meja gradient suhu (thermo-gradient table) Terratec pada School of Agricultural Science, University of Tasmania, Australia. Umbi benih (grade 45-65 g) dari tiga lot benih yang berbeda (330, 370 dan 340 hari setelah panen) ditanam pada perlakuan empat suhu (10, 15, 20 dan 25 °C) dan tiga potensial air (-0.6, -0.4 dan -0.02 MPa) yang berbeda. Media tumbuh yang digunakan dalam percobaan ini adalah vermikulit (Grade 2, vermiculite Australia dan Perlite Co-P / L). Penetapan potensial air dilakukan berdasarkan hubungan kadar air dan potensial air yang dikemukakan oleh Whalley et al (2001). Dua umbi benih ditanam dalam setiap wadah plastik berisi media tumbuh pada kedalaman 10 cm dan ditutupi oleh media tumbuh dan ditutup rapat. Analisis Sidik Ragam dan Uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 14.0 untuk menentukan respon dari beberapa lot umbi benih terhadap suhu dan kelembaban. Suhu dan potensial air tanah berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas umbi kentang. Tidak terdapat perbedaan yang nyata dari lot benih yang digunakan baik dari jumlah tunas yang dihasilkan maupun dari vigor tunas yang dinyatakan sebagai kapasitas bertunas (berat basah (BB) tunas / BB umbi). Vigor tunas meningkat dengan perlakuan potensial air dengan respon terbesar terlihat pada perlakuan suhu tertinggi. Suhu dan kelembaban berinteraksi secara nyata (p<0,01) dalam mempengaruhi vigor tunas umbi kentang yang menunjukkan pengaruh kondisi kelembaban yang besar pada suhu tinggi. Kata kunci : suhu, potensial air tanah, kentang, pertunasan, vigor.
Kajian Pemanfaatan Endofitik Actinomycetes dan Mikoriza untuk Menginduksi Ketahanan Terhadap Rhizoctonia solani dan Promosi Pertumbuhan Tanaman: STUDY ON APPLICATION OF ENDHOPYTIC ACTINOMYCETES AND MYCORHIZAE TO INDUCE RESISTANCE TOWARD Rhizoctonia solani AND GROWTH PROMOTION ACTIVITY Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan endofitik actinomycetes adalah mikroorganisme yang berasosiasi dan dapat hidup dalam jaringan tanaman tanpa mengakibatkan kerugian bagi tanaman inang. Kolonisasi jaringan tanaman oleh mikroorganisme tersebut merupakan simbiosis mutualisme yang perlu dikaji untuk pemanfaatan peningkatan produksi tanaman. Untuk itu, penelitian ini dirancang untuk menguji penggunaan endophytic actinomyctes dan FMA sebagai agensia hayati dan promoter pertumbuhan. Isolat yang secara in vitro memperlihatkan tingkat penghambatan yang kuat selanjutnya digunakan untuk pengujian secara in planta. Dalam pengujian tahap ini, baik FMA dan actinomycetes diaplikasikan kepertanaman jagungs ecara individual dan secara kombinasi untuk mengetahui kemampuan kedua jenis mikroorganisme melindungi tanaman dari serangan patogen. Selainitu, tiga isolate actinomycetes lainnya diaplikasikan kepertanaman jagung untuk mengetahui kemampuan isolate dalam meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Hasil pengujian in planta menunjukkan bahwa kombinasi FAM dan actinomycetes mampu menekan tingkat serangan pathogen sampai 70%. Hasil uji aktivitas pertumbuhan memperlihat kan peningkatan pertumbuhan tanaman jagung dengan aplikasi actinomycetes melalui seed coating, walaupun peningkatan laju pertumbuhan tersebut secara statistic tidak berbeda nyata dengan laju pertumbuhan tanaman tanpa pemberian actinomycetes. Kata kunci : Endofitik actinomycetes, Arbuscula Mycorhizae Fungi, Rhizoctonia solani
PENGARUH PUPUK FECONIC DAN PEMANGKASAN BATANG TERHADAP PRODUKSI JAGUNG (Zea Mays L.) SEMI: Effect of Feconic Fertilizer and Stem Pruning on Baby Corn (Zea mays L.) Production Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk peningkatan produksi tanaman jagung semi diperlukan perbaikan teknik budidaya dalam hal pemangkasan batang dan perbaikan dengan menggunakan pupuk feconic. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilaksanakan dengan perlakuan pemberian pupuk feconic dan pemangkasan batang.Penelitian disusun dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor. Pemupukan di tempatkan sebagai faktor pertama yang terdiri dari tiga taraf yakni tanpa pupuk feconic, feconic 2 mL.L-1, dan feconic 4 mL.L-1. Pemangkasan batang sebagai faktor kedua yang terdiri dari tiga taraf: tanpa pemangkasan batang, pemangkasan batang 2 ruas diatas tongkol dan pemangkasan batang 3 ruas di atas tongkol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk feconic 2 mL.L-1 berpengaruh lebih baik terhadap bobot tongkol klobot per petak dan produksi tongkol tanpa klobot per hektar.Pemangkasan batang 3 ruas diatas tongkol berpengaruh lebih baik terhadap umur panen pertama, diameter tongkol tanpa klobot, bobot tongkol tanpa klobot per petak dan produksi tongkol tanpa klobor per hektar.Interaksi pemberian feconic 2 ml per liter dan pemangkasan batang 3 ruas menunjukkan hasil yang terbaik. Kata kunci : Feconic, pemangkasan batang, dan jagung semi.
PEMECAHAN DORMANSI BENIH KENTANG (Solanum tuberosum) VARIETAS GRANOLA DENGAN PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN GLYCERIDA DAN ALBIZIA: Dormancy Breaking of Potato Seed Tuber (Solanum tuberosum var. Granola) with Glycerida and Albizia Bioactive Compounds Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi daun albizia dan glycerida sebagai bahan alami untuk memecahkan dormansi umbi kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun glycerida yang dilarutkan dalam hexana maupun daun glycerida segar cenderung menghasilkan persentase umbi bertunas lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Daun albizia kering memberikan persentase umbi bertunas tertinggi (16,67%). Daun albizia yang dilarutkan dalam hexana dan aquades menghasilkan persentase umbi busuk terendah (0 %). Daun glycerida yang dilarutkan dalam hexana memberikan persentase umbi busuk terendah (20,00 %). Secara umum, daun glycerida dan albizia yang diberikan dalam berbagai bentuk menyebabkan umbi tidak berjamur, namun perlakuan daun glycerida kering menyebabkan persentase umbi berjamur sebesar 20%. Daun glycerida segar memberikan panjang tunas tertinggi (0,50 cm), demikian juga daun albiziasegar memberikan panjang tunas tertinggi (0,13 cm). Kata kunci : senyawa bioaktif, glycerida, albizia, dormansi, benih kentang.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI STROBERI MELALUI PEMANFAATAN BIO-SLURRY CAIR: Improvement of Strawberry Production Quality Due to Utilization of Liquid Bio-Slurry Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan budidaya stroberi dengan menggunakan pupuk organik perlu ditingkatkan.Pemanfaatan pupuk organik selain harganya yang lebih murah, juga dapat melestarikan lingkungan, menambah bahan organik tanah, dan meningkatkan efisiensi pupuk.Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bio-slurry cair yang terbaik guna meningkatkan kualitas produksi tanaman stroberi di Malino, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu dengan konsentrasi bio-slurry cair 0 mL L-1; 25 mL L-1;50 mL L-1;75 mL L-1; 100 mL L-1; dan 125 mL L-1. Pengamatan meliputi jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah, produksi per tanaman, dan kadar kemanisan buah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi bio-slurry cair 125 mL L-1.memberikan hasil terbaik pada parameter diameter buah (27,21 mm), panjang buah (2.81 cm), berat buah (11,41 g), produksi per tanaman (82,48 g),dan kadar kemanisan buah (17,50). Kata kunci : Stroberi, Bio-slurry cair
RESPON MORFOFISIOLOGIS BEBERAPA GENOTIPE KEDELAI (Glycine max L.Merill) HASIL IRRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP CEKAMAN KEMASAMAN: Morpho-physiological Response of Some Soybean Genotypes (Glycine max L.Merill) resulted from Gamma Ray Irradiation to Acidity Stress. Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genotipe kedelai toleran terhadap cekaman kemasaman menunjukkan respon karakter morfofisiologis yang menggambarkan sifat genetik adaptif pada lahan masam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon genotipe kedelai hasil irradiasi sinar gamma yang toleran dan peka terhadap cekaman kemasaman sebagai acuan untuk menentukan karakter morfofisiologis seleksi toleransi genotipe kedelai pada lahan masam. Penelitian disusun dalam percobaan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), sebagaiberikut : PetakUtama (PU) adalah tingkat cekaman aluminium yang terdiri dari 2 taraf : indeks kejenuhan Al 100%; indeks kejenuhan Al 0%.Anak Petak (AP)adalah 11genotype kedelaiyaitu : genotipe Menyapa, 50 Gy ; genotipeOrba, 25 Gy; genotipe Tanggamus, 0 Gy; genotipe Tanggamus, 25 Gy; genotipe Tanggamus, 50 Gy; genotipe Tanggamus, 75 Gy, genotipe Orba, 50 Gy; genotipe Orba, 75 Gy; genotipe Menyapa, 0 Gy; genotipe Orba, 0 Gy; genotipe Menyapa, 75 Gy sehingga diperoleh 22 kombinasi perlakuan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat kecenderungan dengan meningkatnya serapan Al akar maka akan mengakibatkan penekanan perpanjangan akar genotype kedelai hasil irradiasi sinar gamma pada kondisi cekaman kemasaman. 2) Meningkatnya ratio bobot kering tajuk/ akar maka mengakibatkan semakin meningkatkan bobot biji tan-1 genotipe kedelai toleran cekaman kemasaman. 3) Meningkatnya serapan Al akar pada cekaman kemasaman dan kondisi optimum maka semakin menurunkan bobot biji.tan-1 genotipe kedelai hasi lirradiasi sinar gamma. Penurunan bobot biji genotipe kedelai bervariasi tergantung toleransi terhadap cekaman kemasaman. Kata Kunci : karakter, genotipe, kedelai, tolerance
RESPON BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PENYAKIT UTAMA JAGUNG DI KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR: Response of Five Corn Varieties to Main Corn Diseases In Kediri District of East Java Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit bulai, bercak daun, dan karat merupakan penyakit utama pada pertanaman jagung di Indonesia. Salah satu masalah dalam usahatani jagung adalah gangguan penyakit terutama penyakit bulai. Penyakit ini sangat membahayakan bila menyerang pertanaman jagung karena dapat mengakibatkan gagal panen. Hal ini dapat terjadi bila penyakit bulai menyerang tanaman jagung varietas rentan pada umur muda (10-14 HST). Selanjutnya penyakit bercak daun dan karat di beberapa penghasil jagung di Indonesia belum menjadi masalah serius seperti penyakit bulai. Namun demikian kedua penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena bila kondisi lingkungan sesuai dengan perkembangannya dan varietas jagung yang di tanam rentan, maka akan terjadi serangan berat yang dapat menurunkan hasil. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Kediri, Jawa Timur pada musim kemarau (MK. 2014). Sebagai perlakuan adalah lima jenis varietas Bma-3, Lagaligo, Sukmaraga, Lamuru, dan Srikandi kuning, yang ditanam pada petak ukuran 4 x 7 m dengan jarak tanam 20 x 75 cm dan empat ulangan. Pupuk yang digunakan adalah urea 200 kg/ha, dan Ponskha 300 kg/ha. Pemupukan pertama dilakukan pada umur 10 HST sebanyak 300 kg/ha Ponskha, selanjutnya pada umur 35 HST dilakukan pemupukan kedua yaitu urea 200 kg/ha. Hal yang diamati adalah persentase serangan penyakit bercak daun dan karat dengan sistem skoring 0 – 5, serta persentase serangan penyakit bulai. Pengamatan intensitas serangan penyakit bulai dilakukan pada 2, 4, dan 6 MST., penyakit bercak daun dan karat pada 10 dan 12 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Bima-3, Lagaligo, Lamuru, dan Sukmaraga mempunyai persentase serangan bulai rendah dengan tingkat ketahanan adalah agak tahan, sementara varietas Srikandi kuning mempunyai persentase serangan tinggi yaitu 95 25% (rentan). Selanjutnya nilai skoring serangan bercak daun dan karat pada lima varietas yang diuji menunjukkan rendah yaitu masing-masing antara 1,90-2,40 (tahan-agak tahan), dan 2,00-2,25 (agak tahan). Kata kunci: Penyakit bulai, bercak daun, karat dan varietas.
DISTRIBUSI HAMA Thrips Palmi Karny (Thysanoptera: Thripidae) PADA ENAM JENIS TANAMAN INANG: Distribution of Thrips palmi Karny(Thysanoptera: Thripidae) Pest on Six Host Plants Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thrips palmi Karny merupakan hama yang bersifat polifagus yang menyerang spesies Cucurbitaceae, dan Solanaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distibusi T. palmi pada enam tanaman percobaan yang dilakukan di desa Rompegading, Cenrana, Maros, SulawesiSelatan. Petak percobaan dibuat sebanyak 3 buah untuk ulangan dengan luas 2,5 m x 45 m, masing-masing petak berjarak 5 m. Tiap petak dibuat menjadi dua guludan panjang dan dibagi menjadi enam petak kecil untuk perlakuan dan ditanami tanaman inang. Perlakuan atau tanaman inang disusun dalam rancangan acak kelompok. Pada tiap tanaman inang dipilih delapan tanaman sampel secara sistematis dua dimensi. Semua thrips pada tanaman sampel dikumpulkan dan dihitung. Thrips dikumpulkan kemudian dibawa ke laboratorium untuk identifikasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T.palmi berlimpah pada semangka dan mentimun, ditemukan pula pada terong dengan kepadatan sedang dan jarang ditemukan pada kacang tunggak dan buncis. Kata kunci : Thrips palmi Karny, distribusi, tanaman inang, semangka, mentimun, tomat, terung, kacang tunggak,buncis.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA HASIL PERSILANGAN ANTARA JAGUNG MANIS KOMERSIAL DENGAN JAGUNG PULUT: Growth and Production of Crossbred Maize between Comercial Sweet Corn and Waxy Corn Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan produksi jagung hibrida hasil persilangan antara jagung manis komersial dengan jagung pulut telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi jagung hibrida hasil persilangan antara jagung manis komersial dengan jagung pulut. Penelitian yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama adalah menghasilkan hibrida dengan membuat persilangan antara jagung manis komersial sebagai tetua betina dengan jagung pulut sebagai tetua jantan. Tetua betina yang digunakan ada tiga yaitu Secada, Bonanza dan Talenta, sedangkan tetua jantan yang digunakan ada dua galur jagung pulut yang telah dikembangkan dari populasi Maros Sintetik Pulut, yakni MSP3 dan MSP4. Hibrida yang dibuat ada enam, yakni Hibrida-1 (Secada x MSP3), Hibrida-2 (Secada x MSP4), Hibrida-3 (Bonanza x MSP3), Hibrida-4 (Bonanza x MSP4), Hibrida-5 (Talenta x MSP3) dan Hibrida-6 (Talenta x MSP4). Tahap kedua adalah pengujian terhadap enam hibrida yang telah dihasilkan pada tahap pertama dan sebagai pembandingnya adalah dua galur jagung pulut yang digunakan sebagai tetua jantan pembentuk hibrida. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibrida-2 menghasilkan tinggi letak tongkol tertinggi, umur berbunga betina tercepat, bobot tongkol tanpa kelobot terberat, panjang tongkol berbiji terpanjang, dan diameter tongkol terlebar, yakni secara berturut-turut adalah 119,07 cm, 49,67 hari, 259,73 g, 17,68 cm, dan 49,25 mm. Hibrida-2 tetap konsisten menunjukkan hasil yang baik terhadap semua variabel pengamatan lainnya. Kata kunci : hibrida, jagung manis, komersial, jagung pulut.
UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU PADI RAWA PADA LAHAN SAWAH BUKAAN BARU DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA: Adaptability Test on New High Yielding Varieties of Swamp Rice Planted on Newly Opened Paddy Field in The District of Merauke Province of Papua Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agrotan
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadangan lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Merauke berkisar 2.5 juta ha. Hasil pewilayahan komoditas , luas lahan basah di Kabupaten Merauke yang sesuai untuk usaha pertanian dan belum termanfaatkan sekitar 1.913.304 ha (98,8 %) dan sudah dimanfaatkan sekitar 23.987 ha (1.24 %). Penelitian dilaksanakan mulai Pebruari 2012 sampai November 2012 di kabupaten Merauke Prov. Papua. Penelitian uji adaptasi varietas unggul baru pada lahan sawah bukaan baru dilaksanakan di lahan lahan rawa. Pengkajian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Pengkajian dilaksanakan pada sentra pengembangan tanaman padi di Kabupaten Merauke. Musim Tanam mulai bulan Pebruari- Juni 2012, pada lahan rawa perlakuan yang digunakan terdiri dari 6 varietas padi unggul baru untuk lahan rawa ( Inpara 1,2,3, 4, dan 5) serta 1 varietas pembanding yaitu Batanghari. Ukuran petak yang digunakan 5 m x 7 m, jarak tanam legowo 2:1 , bibit ditanam tiga batang per rumpun pada umur 25 – 30 hari. Tanaman diberi pupuk urea 200 kg/ha + 100 kg/ha SP-36 + 75 kg/ha KCl. Hasil penelitian menunjukkan Hasil pengkajian data menunjukkan bahwa varietas unggul baru Inpara 1-5 cukup beradaptasi baik untuk lahan rawa lebak bukaan baru dan memiliki potensi baik untuk dikembangkan di Kabupaten Merauke menggantikan varietas lokal dan varietas lainnya yang sudah lama diusahakan petani. Varietas Inpara 1 - 5 sesuai untuk dikembangkan pada lahan bukaan baru di Kabupaten Merauke . Keragaan VUB yang telah dikaji memperlihatkan penampilan pertumbuhan dan hasil yang baik. Produksi rata-rata yang diperoleh dari 5 varietas yang dikaji berkisar antara 3,2 – 4,2 t/ha GKP. Kata Kunci : VUB padi, lahan sawah bukaan baru, produktivitas dan Papua