This Author published in this journals
All Journal Prima JODS
Monang Panjaitan
Departemen Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Maloklusi gigi anterior dan status psikososial pada siswa: Indeks PIDAQ Jhon Dhillon; Monang Panjaitan; Shieny Lokanata; Sherina Alfida
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i2.2677

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan suatu penyimpangan dari oklusi normal dan didefinisikan sebagai hubungan gigi-gigi yang tidak normal. Maloklusi dapat menimbulkan dampak terhadap status psikososial seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial siswa SMA Pangeran Antasari dengan menggunakan indeks Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Quistionnaire (PIDAQ). Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 103 orang yang dipilih secara acak dan memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan maloklusi gigi anterior dan wawancara menggunakan kuisioner PIDAQ. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis maloklusi yang paling banyak dijumpai adalah crowded 66,9%, diastema 16,5% dan protrusi 16,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maloklusi gigi anterior tidak memiliki dampak terhadap status psikososial (r=0,146). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dampak maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial berdasarkkan jenis maloklusi (p=0,065) dan jenis maloklusi gigi anterior yang paling berdampak terhadap status psikososial adalah diastema diikuti oleh crowded dan protrusif. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial di SMA Pangeran Antasari. Tidak terdapat perbedaan dampak maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial berdasarkkan jenis maloklusi di SMA Pangeran Antasari.
Korelasi pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi dan mulut terhadap indeks DMF-T Monang Panjaitan; Irene Anastasia Tampubolon; Novelina Novelina
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i1.403

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting dalam kesehatan seseorang. Angka kejadian karies yang semakin meningkat menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku  kesehatan gigi dan mulut terhadap indeks DMF-T pada siswa. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampelsebesar 112 orang yang dipilih secara acak dan memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan denganbantuan kuisioner dan pemeriksaan secara langsung terhadap rongga mulut. Data kemudian dianalisis menggunakan bivariat dengan analisis chi square dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian pengetahuan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan indeks DMF-T (0,001). Hasil penelitian sikap juga menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sikap kesehatan gigi dan mulut dengan indeks DMF-T (0,015). Sedangkan hasil penelitian perilaku menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan indeks DMF-T (0,014). Dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi dan  mulut terhadap indeks DMF-T.