Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI TENTANG KINERJA MESIN DAIHATSU GRAN MAX 1300 YANG MENGGUNAKAN PREMIUM DAN BAHAN BAKAR GAS (BBG) Audri D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.343 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.2.1.7

Abstract

Ketersediaan bahan bakar Fosil (BBM) semakin berkurang, sementara ketergantungan terhadap BBM sebagai bahan bakar untuk kendaraan semakin meningkat. Disamping dampak lingkungan yang diakibatkan oleh polutan yang dihasilkan kendaraan semakin meningkat dan berakibat pada tingkat pencemaran lingkungan tinggi, maka pemerintah DKI Jakarta menetapkan aturan untuk penggunaan BBG sebagai bahan bakar untuk kendaraan operasional pemerintah dan kendaraan umum. Penggunaan BBG sebagai bahan bakar akan lebih baik, karena pembakaran di dalam motor akan menjadi lebih sempurna dan harga BBG yang cukup murah. Untuk itu dilakukan studi tentang penggunaan BBG pada kendaraan umum, khususnya kendaraan tipe grand max 1300CC, yang banyak digunakan sebagai kendaraan angkutan umum. Hasil uji coba menunjukkan bahwa daya dan torsi pada penggunaan premium lebih besar dari yang menggunakan CNG, demikian juga untuk hasil perhitungan; pada penggunaan premium, putaran mesin 4100 rpm daya 44,45 W dan torsi 105,50 Nm; pada penggunaan CNG, untuk putaran yang sama, daya 42,18 dan torsi 101.2 Nm
STUDI TENTANG BERBAGAI TIPE BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN MOBIL TOYOTA XXX Audri D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 1 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.196 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.1.3.7

Abstract

Perkembangan industri otomotif semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan diikuti dengan penggunaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang semakin meningkat bersamaan dengan itu gas buang kendaraan semakin tinggi dan berdampak pada tingkat pencemaran lingkungan yang meningkat drastis sejak tahun 2011. Gas buang kendaraan dapat merusak lingkungan karena tingkat emisi yang tinggi yang diakibatkan karena pembakaran yang tidak sempurna yang terjadi pada motor. Ketidaksempurnaan pembakaran pada motor dapat diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya sistem pembakaran yang kurang baik dan penggunaan bahan bakar yang kurang berkualitas. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap bahan bakar premium, pertamax dan pertamax plus, maka didapatkan bahwa untuk bahan bakar jenis pertamax plus memiliki daya mesin, efisiensi mekanis dan efisiensi termal lebih besar dari kedua jenis bahan bakar lainnya, dan penggunaan bahan bakar lebih hemat, serta tingkat emisi yang rendah.
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL OM 444LA Audri D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.104 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.1.7

Abstract

Motor diesel banyak digunakan sebagai motor penggerak. Untuk pengoperasian motor digunakan bahan bakar diesel yang merupakan bahan bakar cair. Bahan bakar diesel (solar) diproduksi sesuai persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Namun ada juga upaya untuk meningkatkan kualitasnya yaitu dengan menambahkan zat adiktif ke dalam bahan bakar. Sehubungan dengan penambahan zat adiktif pada bahan bakar, maka diadakan pengujian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap prestasi kerja motor, yaitu konsumsi bahan bakar (FC) dan daya poros mesin (BHP) Pengujian dilakukan dengan penambahan zat adiktif secara bervariasi yaitu dari 0.2 % sampai dengan 1 %. Hasilnya adalah terjadi penurunan konsumsi bahan bakar bila dibandingkan dengan bahan bakar yang tidak menggunakan adiktif dan peningkatan daya poros (BHP). Pada penambahan adiktif 0.2% sampai dengan 1 % terjadi penurunan konsumsi bahan bakar antara 0.123 l/h (dari 6 l/h menjadi 5.877 l/h) sampai dengan 0.24 l/h ( 6 l/h menjadi 5.76 l/h). Untuk daya poros terjadi peningkatan antara 0.25 PS (dari 22.232PS menjadi 22.732PS) sampai 0.5 PS ( dari 22.232 PS menjadi 22.732 PS), dan ada penurunan sebesar 0.5 PS pada penambahan zat adiktif 1%.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR, BIOSOLAR DAN PERTAMINA DEX TERHADAP PRESTASI MOTOR DIESEL SILINDER TUNGGAL Audri D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.914 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.3

Abstract

Penggunaan bahan bakar pada mesin sangat berpengaruh terhadap prestasi motor, sehingga dari waktu ke waktu ada perbaikan kualitas bahan bakar. Khusus untuk motor diesel, yang awalnya hanya menggunakan solar, kini sudah berkembang, yaitu telah tersedia biosolar dan pertamina dex. Untuk itu diujicobakan penggunaannya pada mesin diesel silinder tunggal di laboratorium uji prestasi mesin Fakultas Teknik UTA’ 45 sehingga didapatkan parameter prestasi untuk masing - masing bahan bakar. Pengujian dilakukan dengan metode pengaturan derajat sebagai tuas acuan kecepatan yaitu 5o, 10o, 15o, dan 20o dan hasilnya adalah pada 5o, gaya untuk solar 56 N, pertamina dex, 64 N dan biodiesel 60 N. Dari hasil pengujian selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menentukan prestasi mesin yang adalah sebagai berikut dan secara keseluruhan prestasi mesin yang menggunakan pertamina dex lebih tinggi dari penggunaan biosolar dan solar; yang adalah sebagai berikut : daya poros: 3,2343 kW, 3,3048 kW, 3,5045 kW; torsi : 7,28 Nm. 7,8 Nm, 8,32 Nm; pemakaian bahan bakar: 0,377 kg/kW.h, 0,353 kg/kW.h, 0,314 kg/kW.h dan efisiensi termal : 22,952%, 25,09% dan 27,086%.