Galan Suswardana
STFT Widya Sasana Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mencintai Musuh : Bagian Pokok dalam Keutamaan Kristiani Galan Suswardana
Forum Vol 50 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4460.765 KB) | DOI: 10.35312/forum.v50i2.391

Abstract

Mencintai musuh merupakan suatu ajaran radikal dari Yesus. Yesus mengajarkan kepada para pengikut-Nya untuk tidak boleh membenci sesama siapapun itu. Tidak ada alasan untuk para pengikut-Nya untuk membenci sesama termasuk yang mengganggap musuh atau sebaliknya. Yesus mengajak pengikut-Nya untuk tidak menempuh jalan balas dendam terhadap mereka yang membenci dan memusuhi. Indentitas dari cinta sejatinya bukalah persoalan perasaan namun soal keputusan akal budi yang melahirkan sikap dan kehendak. Identitas musuh adalah manusia yang kehilangan nilai. Mencintai musuh dapat dimengerti sebagai bentuk termurni dari cinta akan sesama, karena hanya orang yang tidak mencari keuntungan pribadi yang dapat mencintai musuh (merujuk pada konsep teologi St. Thomas Aquinas). Ajaran mencintai musuh dijadikan sebuah keutamaan moral Kristiani. Makna terdalam mencintai musuh dalam ajaran Kristiani adalah mencintai musuh sebagai indentitas Kristiani dan mencintai musuh merupakan sikap ambil bagian dalam cinta agape ilahi sehingga dapat menghancurkan kejahatan dan memusnahkan permusuhan. Keutamaan mencintai musuh merupakan hal yang tidak mudah dilaksanakan dalam kehidupan nyata, namun tidak berarti keutamaan tersebut mustahil dilakukan. Banyak bukti nyata yang dapat kita temukan sebagai umat Kristiani bahwa ajaran mencintai musuh benar-benar dihidupi oleh beberapa tokoh kristiani dan umat beriman yang tangguh. Sejarah mencatat bahwa perjalanan Gereja Gereja sebagai umat Allah hampir selalu mengalami penindasan dan perlakuan yang tidak adil. Tidak sedikit para martir kudus Gereja harus mengorbankan dirinya untuk mempertahankan imannya. Inilah bukti yang paling nyata bahwa keutamaan untuk mengasihi musuh bukan hanya sebatas idealisme kristiani belaka. Tujuan ajaran mencintai musuh tidak dapat hanya berkisar pada perubahan diri kita, namun sekaligus juga dan terutama perubahan masyarakat. Perubahan demikian merupakan tugas umat kristiani yang tumbuh dari perintah mencintai musuh. Dengan keutamaan mengasihi musuh orang-orang Kristen akan menjadi pemutus lingkaran kebencian yang ada di dalam hati manusia. Maka penghanyatan keutaaman mencintai musuh adalah cara kita untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini.
Pelaksanaan Visi dan Misi Sekolah dalam Mewujudkan Kegiatan Belajar-Mengajar Di SDLBN Kedungkandang Malang Galan Suswardana
VOCAT: JURNAL PENDIDIKAN KATOLIK Vol. 1 No. 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.932 KB) | DOI: 10.52075/vctjpk.v1i2.33

Abstract

This research focuses on the school’s vision and mission in achieving teaching and learning activities in special education elementary school in Kedungkandang. Researchers argued that the implementation of the school’s vision and mission is very important in learning activities. Every school has a purpose to be reached. A school is not only a place for transferring knowledge from the teachers to the students, but the school is also a knowledge internalization for the students and the teachers in developing their life. This is supported by the opinion of an Indonesian education expert, Ki Hajar Dewantara, who said that schools are parks, parks do not scare children, but parks are fun places for learning. It states that school is a fun place where everyone feels free to absorb the knowledge that he/ she has gained and the individual can express himself at the same time. Each individual can learn how to count, read, moral, and art as well as each individual get the greatest opportunity to create his own world through what he/ she learns. Based on that opinion, the researcher concludes that the implementation of the school's vision and mission will determine the direction of education to be achieved. Therefore, phenomenological analysis is needed to analyse the vision and mission applied at Kedungkandang Special Education Elementary School in realizing teaching and learning activities in which the students are children with difable.