Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENCIPTAKAN TEMPAT TIDUR BERSIH DI PANTI WREDHA SALAM SEJAHTERA BOGOR JAWA BARAT Chrismerry Song; Norbert Tanto Harjadi; Octavia Dwi Wahyuni; Alfianto Martin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.248 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7220

Abstract

Alergi adalah reaksi hipersensitifitas yang diperantarai oleh mekanisme imunologi, memengaruhi hampir seluruh jaringan tubuh dan menimbulkan gejala klinik sesuai organ yang terkena. Tungau debu rumah (TDR) merupakan salah satu penyebab alergi tersering. Penyakit-penyakit akibat alergi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, dan berdampak pada aktivitas sosial penderitanya. Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap alergi karena daya tahan tubuhnya yang lebih rendah. Permasalahan polifarmasi lansia secara signifikan dapat meningkatkan risiko interaksi obat dengan obat, sehingga tindakan preventif sangat penting. Hasil visitasi berkala memperlihatkan bahwa beberapa penghuni mengalami manifestasi penyakit alergi seperti asma, rhinitis alergika dan dermatitis berulang, bahkan menderita beberapa kali serangan asma dan sesak nafas sehingga harus dilarikan ke RS. Kamar tidur merupakan tempat lansia menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kebersihan kasur dan peralatan tidur sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan di Panti Wredha Salam Sejahtera, Bogor dengan cara menghisap debu dari permukaan tempat tidur, bantal, dan guling penghuni panti, menggunakan alat penghisap debu berkekuatan 400 watt. Total sebanyak 70 kamar yang terisi pada saat kegiatan PKM dilakukan, namun hanya 58 kamar yang disedot debunya. Lama penyedotan pada 1 kamar sekitar 10 – 15 menit. Total debu yang tersedot dari semua tempat tidur adalah 19,1 gram (mean 0,33gram). TDR yang ditemukan sebanyak 144 ekor tungau (mean 2,48).
Gambaran alasan penolakan maupun persetujuan dan tingkat pengetahuan terhadap otopsi forensik pada masyarakat Kecamatan Bangko dan Bangko Barat Fitria Ramadhana Handayani; Norbert Tanto Harjadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9727

Abstract

Otopsi adalah pemeriksaan terhadap tubuh mayat yang meliputi pemeriksaan bagian tubuh luar dan bagian tubuh dalam. Otopsi dapat mengetahui penyebab kematian pada kasus-kasus yang tidak jelas atau dicurigai mengandung unsur pidana. Namun, pada sebuah kasus disebutkan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi forensik sehingga tidak dilakukannya otopsi ini menjadi salah satu penyebab kasus sulit diungkap. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui alasan penolakan maupun persetujuan dan tingkat pengetahuan terhadap otopsi forensik pada masyarakat Kecamatan Bangko & Bangko Barat. Studi deskriptif dilakukan pada bulan Januari 2019. Data diperoleh dari pengisian kuesioner pada masyarakat usia ? 21 tahun terdiri atas 3 soal mengenai alasan persetujuan maupun penolakan otopsi forensik dan 9 soal mengenai tingkat pengetahuan otopsi forensik. Hasil studi didapatkan sebagian besar alasan persetujuan otopsi forensik adalah untuk mengetahui motif/penyebab kematian pada korban pembunuhan (32,2%), korban bunuh diri (22,7%), dan korban kecelakaan (22%), alasan penolakan otopsi forensik adalah tidak sesuai/larangan agama dan berdosa pada korban pembunuhan (12,7%), korban bunuh diri (12,9%), dan korban kecelakaan (14%), dengan sebagian besar masyarakat mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang (58,9%).