Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROGRAM PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI DI L KELURAHAN TOMANG JAKARTA BARAT Octavia Dwi Wahyuni; Sari Mariyati Dewi; Chrismerry Song
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.561 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7218

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global dan menyerang semua usia. Data WHO menunjukkan kematian yang terjadi di dunia hampir dua pertiganya disebabkan oleh PTM, sedangkan di Indonesia diperkirakan mencapai 75 persen pada tahun 2025. Kematian akibat PTM diperkirakan terus meningkat terutama di negara-negara menengah dan miskin. PTM bertanggung jawab terhadap tiga kali dari disability adjusted life years (DALYs) dan lima kali dari penyebab kematian dibandingkan penyakit menular. Salah satu penyebab peningkatan PTM karena kurangnya kesadaran akan berolahraga. Oleh karena itu, Kemenkes RI mencanangkan GERMAS (gerakan masyarakat hidup sehat) yang salah satunya adalah melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, menguatkan sistem jantung dan pembuluh darah sekaligus mengatur berat badan. Olahraga sebaiknya dilakukan rutin 3-5x/minggu dengan total aktivitas 150 menit dan melibatkan banyak otot tubuh. Senam masal kesegaran jasmani merupakan olahraga yang paling sesuai dan mudah dilakukan. Tetapi permasalahan yang timbul pada hampir sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini maupun warga Tomang adalah masih kurang menyadari akan pentingnya berolahraga. Provinsi DKI Jakarta sendiri menempati urutan pertama dalam besarnya penduduk dengan aktivitas fisik kurang. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk menggiatkan kesadaran berolahraga masyarakat Tomang adalah senam masal kesegaran jasmani. Kegiatan PKM diikuti oleh 87 peserta yang meliputi warga Kelurahan Tomang termasuk ibu-ibu PKK dan ketua RT/RW. Para peserta sangat aktif dan bersemangat saat melakukan senam. Olahraga perlu dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PTM serta meningkatkan kebersamaan warga Kelurahan Tomang.
UPAYA MENCIPTAKAN TEMPAT TIDUR BERSIH DI PANTI WREDHA SALAM SEJAHTERA BOGOR JAWA BARAT Chrismerry Song; Norbert Tanto Harjadi; Octavia Dwi Wahyuni; Alfianto Martin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.248 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7220

Abstract

Alergi adalah reaksi hipersensitifitas yang diperantarai oleh mekanisme imunologi, memengaruhi hampir seluruh jaringan tubuh dan menimbulkan gejala klinik sesuai organ yang terkena. Tungau debu rumah (TDR) merupakan salah satu penyebab alergi tersering. Penyakit-penyakit akibat alergi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, dan berdampak pada aktivitas sosial penderitanya. Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap alergi karena daya tahan tubuhnya yang lebih rendah. Permasalahan polifarmasi lansia secara signifikan dapat meningkatkan risiko interaksi obat dengan obat, sehingga tindakan preventif sangat penting. Hasil visitasi berkala memperlihatkan bahwa beberapa penghuni mengalami manifestasi penyakit alergi seperti asma, rhinitis alergika dan dermatitis berulang, bahkan menderita beberapa kali serangan asma dan sesak nafas sehingga harus dilarikan ke RS. Kamar tidur merupakan tempat lansia menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kebersihan kasur dan peralatan tidur sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan di Panti Wredha Salam Sejahtera, Bogor dengan cara menghisap debu dari permukaan tempat tidur, bantal, dan guling penghuni panti, menggunakan alat penghisap debu berkekuatan 400 watt. Total sebanyak 70 kamar yang terisi pada saat kegiatan PKM dilakukan, namun hanya 58 kamar yang disedot debunya. Lama penyedotan pada 1 kamar sekitar 10 – 15 menit. Total debu yang tersedot dari semua tempat tidur adalah 19,1 gram (mean 0,33gram). TDR yang ditemukan sebanyak 144 ekor tungau (mean 2,48).
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT PARU PADA ANAK JALANAN DAN MARJINAL KOMUNITAS SAHABAT ANAK GROGOL JAKARTA BARAT Octavia Dwi Wahyuni; Hadisono Hadisono; Twidy Tarcisia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9490

Abstract

Lung and respiratory disease are a condition that generates the largest burden of disability-adjusted life-years (DALYs) and most common in the world. The top estimated 10 causes of death worldwide are in 2040, three of them are due to lower respiratory tract infections, chronic obstructive pulmonary disease and lung cancer, which are members of "The Big Five". Common risk factors for respiratory disease are active and passive smoking, pollutants, densely populated areas with low socioeconomic conditions. So, the most vulnerable to exposure are street and marginalized children. In Sahabat Anak Community, which serves street and marginalized children, many children who suffer from acute respiratory infection or cough and colds that aren’t getting better, some even have tuberculosis and shortness of breath. That is because they don’t understand and care about the situation. Therefore, the easiest solution is providing health education and examples directly to prevent disease transmission. Participants were 100 children who assisted by Sahabat Anak Grogol, aged 4-19 years, but only 77 children from grade 4 elementary school filled the questionnaire. The results of the pre-test and post-test to determine the level of knowledge and understanding obtained an average increase from 28.57% to 71.43%. Pollutants on the road (vehicle fumes, dust, cigarette smoke, etc.) are the main risk factors for COPD in street children. Increased understanding and knowledge can change behaviour so the incidence of non-communicable and non-communicable lung and airway diseases in Sahabat Anak Community can reduced and ultimately will improve their quality of lifeABSTRAK:Penyakit paru dan saluran napas merupakan keadaan yang menghasilkan beban disability-adjusted life-years (DALYs) terbesar dan paling sering terjadi di dunia. Estimasi 10 terbanyak penyebab kematian di seluruh dunia pada tahun 2040, tiga diantaranya diakibatkan berturut-turut oleh infeksi saluran napas bawah, penyakit paru obstruksi kronik dan kanker paru yang merupakan anggota “The Big Five”. Faktor risiko umum dari penyakit paru dan saluran napas tersebut yaitu perokok aktif maupun pasif, polutan, wilayah padat penduduk dengan sosioekonomi rendah sehingga yang paling rentan terpapar adalah anak jalanan dan marginal. Di Komunitas Sahabat Anak yang melayani anak-anak jalanan dan marjinal masih banyak yang menderita ISPA (infeksi saluran napas akut)/batuk pilek tidak sembuh-sembuh, beberapa bahkan TBC dan sesak napas. Hal tersebut karena mereka tidak paham dan tidak peduli mengenai keadaan tersebut. Oleh karena itu, maka solusi yang paling mudah dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan contoh langsung cara pencegahan penularan penyakit. Peserta kegiatan adalah 100 anak binaan Sahabat Anak Grogol dengan rentang usia 4-19 tahun, tetapi pengisian kuesioner hanya dilakukan oleh 77 anak dari kelas 4 SD ke atas. Hasil pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman didapatkan rerata peningkatan 28,57% menjadi 71,43%. Polutan di jalan (asap kendaraan, debu, asap rokok, dan lain-lain) menjadi faktor risiko utama terjadinya PPOK pada anak jalanan. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan dapat merubah perilaku sehingga menurunkan angka kejadian penyakit paru dan saluran napas tidak menular serta tidak menular di Komunitas Sahabat Anak dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka. 
PROFIL SUHU DAN TEKANAN DARAH PENERIMA VAKSIN BOOSTER COVID-19 DI SENTRA VAKSIN UNTAR Chrismerry Song; Octavia Dwi Wahyuni; Twidy Tarcisia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19464

Abstract

The SARS-CoV-2 virus has experienced thousands of mutations and has led to the emergence of new, relatively more dangerous variants. Analysis results of several patients who were hospitalized in the period January - February 2022 showed that most of the patients who died had not been fully vaccinated. Results of the study showed a decrease in antibodies 6 months after the complete primary dose of COVID-19 vaccination, so booster dose was needed to increase individual protection. The implementation of education at Universitas Tarumanagara (UNTAR), especially medical faculty, requires face-to-face hands-on learning activities so that all components involved in these activities need to get booster vaccinations for protection. UNTAR in collaboration with health institution held community service activities in the form of giving booster vaccinations to support government programs, as well as launching academic activities. Blood pressure (< 180/110 mmHg) and temperature (<37,5oC) screening are important requirements that must be considered before receiving a booster vaccine. Measurement of blood pressure and body temperature using a sphygmomanometer and digital thermometer which is calibrated before the day of implementation. The screening is carried out to prevent the occurrence of follow-up events after immunization, worsening of the recipient's health condition, and reduction of vaccine effectiveness. A total of 666 participants attended and all of them had normal temperatures with a range between 36oC to 37.1oC. A total of 148 (22.22%) participants had normal blood pressure (blood pressure <120/80 mmHg), 250 (37.54%) participants were classified as pre-hypertension (blood pressure 120/80 and <140/90 mmHg), and 268 (40.2%) participants had hypertension. The high prevalence of hypertension is hoped can be reduced by performing “PATUH“ and “CERDIK” behavior. Education was carried out by the medical team of UNTAR when the blood pressure examination was found to be ≥ 120/80 mmHg. ABSTRAK: Virus SARS-CoV-2 hingga saat ini mengalami ribuan mutasi dan menyebabkan munculnya varian baru yang relatif lebih berbahaya. Sejumlah pasien rawat inap RS pada periode Januari - Februari 2022 menunjukkan sebagian besar pasien yang meninggal belum divaksinasi lengkap. Hasil studi menunjukkan penurunan antibodi pada 6 bulan pasca vaksinasi COVID-19 dosis primer lengkap, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan (booster) untuk meningkatkan proteksi individu. Penyelenggaraan pendidikan di Universitas Tarumanagara (UNTAR) terutama Fakultas Kedokteran memerlukan kegiatan praktik hands-on learning secara tatap muka sehingga seluruh komponen yang terlibat perlu mendapatkan vaksinasi booster untuk perlindungan. UNTAR bekerja sama dengan instansi kesehatan menyelenggarakan kegiatan PKM berupa pemberian vaksin booster sebagai upaya mendukung program pemerintah, juga melancarkan kegiatan akademik. Penapisan berupa pemeriksaan tekanan darah (< 180/110 mmHg) dan suhu tubuh (<37,5oC) merupakan syarat penting yang harus diperhatikan sebelum menerima vaksin booster. Pengukuran tekanan darah dan suhu tubuh menggunakan tensimeter dan termometer digital yang diterima sebelum hari pelaksanaan. Penapisan dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi, perburukan kondisi kesehatan penerima serta pengurangan efektivitas vaksin.  Total sebanyak 666 peserta yang hadir dan semuanya memiliki suhu normal dengan rentang suhu antara 36oC hingga 37,1oC. Sebanyak 148 (22,22%) peserta memiliki tekanan darah normal (tekanan darah <120/80 mmHg), 250 (37,54%) peserta tergolong pre-hipertensi (tekanan darah ≥120/80 dan <140/90 mmHg), dan 268 (40,2%) peserta memiliki tekanan darah tinggi/hipertensi. Tingginya angka prevalensi hipertensi diharapkan dapat diturunkan dengan melakukan perilaku “PATUH” dan “CERDIK”. Edukasi dilaksanakan oleh tim medis UNTAR saat pemeriksaan tekanan darah didapatkan ≥120/80 mmHg
Musculoskeletal Pain With Body Mass Index, Duration of Activity and Lecture During Distance Learning Caroline Costrila; Octavia Dwi Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i2.380

Abstract

Musculoskeletal disorders can be affected by a person’s body mass index, age, gender, duration of doing physical activities, duration of working or studying, ergonomics and body posture. The purpose of this study was to determine the relationship between musculoskeletal pain and its risk factors in the Faculty of Medicine of Tarumanagara University students during the long-distance study. This research is analytic with a cross-sectional study design. The research subjects were 303 subjects with an age range of 19–23 years using non-probability sampling. Musculoskeletal disorder levels were measured using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. The data obtained were analyzed using chi-square. The results obtained on musculoskeletal disorders with BMI had P= 0,473 (PRR= 1,213), musculoskeletal disorders with a duration of physical activity had 0,278 (PRR= 1,337) and musculoskeletal disorders with a duration of lectures had P=0,454 (PRR= 1,371). The results showed that there was no significant change between musculoskeletal disorders and BMI, duration of physical activity and duration of lectures in the Faculty of Medicine of Tarumanagara University students.
ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA SEKSIO SESAREA Octavia Dwi Wahyuni
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 3 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor resiko yang paling panting dalam terjadinya infeksi maternal adalah persalinan de­ ngan seksio sesarea. Permintaan  untuk seksio  sesarea akhir-akhir  ini meningkat  pesat, bahkan terkadang tanpa indikasi yang tepat dan terencana serta tanpa diimbangi dengan pelayanan  kesehatan  yang memadai.  Seksio  sesarea  rentan terhadap  infeksi yang da­ pat menimbulkan komplikasi-komplikasi. Antibiotika profilaksis untuk seksio sesarea telah menunjukkan pengurangan dalam hal angka kesakitan dari infeksi maternal pasca operasi. Penisilin (ampisislin dengan atau kombinasi dengan Sulbaktam) dan sefalosporin generasi pertama (sefazolin) merupakan  regimen antibiotika yang paling banyak dipakai dalam pe­ nelitian dan dinyatakan paling baik dan aman sampai saat ini sebagai antibiotika profilaksis dalam seksio sesarea. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian preoperatif dengan single dose lebih baik dibandingkan multidosis antibiotika profilaksis. Hal tersebut juga se­cara langsung dapat mengurangi lama rawat inap dan secara tidak langsung mengurangi biaya kesehatan yang dikeluarkan.
Penapisan Hipertensi melalui Pelayanan Pengukuran Tekanan Darah bagi Warga Desa Kampung Baros Ciherang Pacet Paska Bencana Gempa Cianjur Alexander Halim Santoso; Octavia Dwi Wahyuni; Twidy Tarcisia; Denny Denny
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i1.696

Abstract

Geographically, the archipelago Indonesia is located on the Ring of Fire which is the meeting point of many tectonic plates. This condition causes Indonesia to be prone to earthquakes. The West Java Cianjur earthquake in November 2022 was a 5.6 MW earthquake with a depth of 10 km, which was caused by the movement of the Cugenang fault. Ciherang Village in the Pacet sub-district, Cianjur is one of the villages affected by the Cianjur earthquake. Victims of natural disasters are physically, psychologically and socially faced with very complex situations and circumstances. These problems cause stress for all residents and can cause hypertension. The purpose of this Community Service activity is to help ease the mental burden of Ciherang villagers who were affected by the earthquake. It is hoped that through this blood pressure measurement activity, the hypertension status of residents can be known. The results of blood pressure measurements showed that 9.7% had high blood pressure (130-139/85-89 mmHg) and 37.1% of residents had hypertension (≥140/90 mmHg).
PENGARUH DURASI DUDUK DAN AKTIVITAS FISIK KARYAWAN PERKANTORAN JAKARTA TERHADAP KEJADIAN LOW BACK PAIN Tanujaya, Cyntia; Wahyuni, Octavia Dwi
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.12859

Abstract

Abstrak: Pengaruh Durasi Duduk Dan Aktivitas Fisik Karyawan Perkantoran Jakarta Terhadap Kejadian Low back pain. Nyeri punggung bawah ialah penyakit muskuloskeletal dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terlokalisasi di daerah punggung dan dapat berlangsung kornis hingga menyebabkan disabilitas. Persentase kejadian karyawan Jakarta yang mengalami low back pain  di studi sebelumnya mencapai 63,93%. Tingginya kejadian tersebut akibat berbagai faktor penyebab, antara lain durasi kerja, postur kerja serta gaya hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengaruh durasi bekerja dan aktivitas fisik terhadap kejadian LBP pada pekerja kantoran. Penelitian terhadap 279 responden yang merupakan karyawan perkantoran di DKI Jakarta ini bersifat analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional. Pemilihan responden menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Instrumen yang digunakan untuk penentuan LBP ialah Oswestry disability index, sedangkan aktivitas fisik menggunakan guideline dari WHO. Data yang terkumpul dianalisis dan diuji korelasi antar variabel menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang mengalami LBP sebesar 65,6%  dengan rerata durasi duduk tanpa peregangan sebesar 96,62 menit/hari dan rerata durasi aktivitas fisik sebesar 103,11 menit/minggu. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara durasi duduk yang lama dengan kejadian LBP (p value = 0,000; PRR = 3,068) dan juga antara kurangnya aktivitas fisik dengan kejadian LBP (p value = 0,000; PRR = 2,188).
EFEK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN RERATA SKOR KECEMASAN PELAJAR SMA REGINA PACIS JAKARTA Damanik, Theresia Nova Citra; Wahyuni, Octavia Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36476

Abstract

Kecemasan merupakan masalah gangguan mental yang paling umum terjadi pada kelompok remaja usia 10-17 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Persentase siswa sekolah menengah atas yang mengalami kecemasan tergolong cukup tinggi dan akan memengaruhi hasil ujian mereka. Relaksasi otot progresif dikatakan salah satu metode non farmakologi yang dapat mengurangi kecemasan dengan cara mengaktivasi saraf parasimpatis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif untuk menurunkan rerata skor kecemasan pada siswa-siswi sekolah menengah Regina Pacis di Jakarta. Desain penelitian ini bersifat kuasi eksperimental analitik cohort prospektif yang terdiri dari 70 orang mengalami minimal kecemasan ringan. Penelitian dilakukan selama bulan Maret hingga bulan Mei. Alat yang digunakan untuk menilai skor kecemasan yaitu kuesioner HARS yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif. Data dianalisis dengan paired samples T-Test.Skor kecemasan baik pada sebelum dan sesudah relaksasi lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki. Penurunan kecemasan juga lebih rendah didapatkan pada Perempuan dibandingkan laki-laki (3,95 vs 5,43). Rerata skor kecemasan sebelum melakukan relaksasi otot progresif sebesar 19,67 dan sesudahnya sebesar 15,09. Penelitian ini didapatkan hasil yang signifikan yaitu terdapat penurunan rerata skor kecemasan sebesar 4,58 (nilai p = 0,001). Relaksasi otot progresif secara signifikan berpengaruh menurunkan rerata skor kecemasan siswa-siswi SMA Regina Pacis Jakarta. Berdasarkan hasil positif tersebut, teknik relaksasi otot progresif dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan terutama dalam menghadapi ujian sekolah.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN NYERI MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Wirayudha, Dandhy Fiqrillah; Octavia Dwi Wahyuni
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32204

Abstract

Pendahuluan: Gangguan muskulosekeletal merupakan rasa sakit atau nyeri yang terjadi karena adanya masalah pada otot, tulang, sendi, dan jaringan ikat yang berdekatan yang mengakibatkan keterbatasan mobilitas. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik terhadap gangguan muskuloskeletal dan penanganan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kejadian gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Tarumanagara. Metode: Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Sampel penelitian adalah sebanyak 106 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Pengambilan data dengan kuisioner dan analisa menggunakan uji chi square. Penelitian dilakukan 01 September – 31 September 2023. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan tidak memiliki hubungan antara aktivitas fisik ringan dan sedang dengan gangguan muskuloskeletal, nilai p = 0,247 dimana p > 0,05, tetapi orang yang sering melakukan aktivitas fisik sedang dan ringan memiliki resiko 0,900 kali mengalami gangguan muskuloskeletal PRR (Prevalence Risk Ratio) 0,900. Demikian juga tidak memiliki hubungan antara aktivitas fisik berat dan sedang dengan gangguan musculoskeletal nilai p = 0,176 dimana p > 0,05, tetapi orang yang sering melakukan aktivitas fisik sedang dan berat memiliki risiko 0,853 kali mengalami nyeri musculoskeletal, PRR (Prevalence Risk Ratio) 0,853.