Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS MELALUI GAMES RANGKING 1 PADA SISWA SD N 25 KENDARI Hartati Bahar; Febriana Muchtar; Rhamadan tosepu; Hariati Lestari; Devi Savitri Effendy; Nadia Dwi Maharani; Lili Yanti; Muhammad Arroyan; Mirsya Aliyah Pratiwi; La Jumai La Jumai
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(PHBS) atau yang kita kenal perilaku hidup sehatvdan bersih adalah upaya promotif dan preventif yang penting diterapkan sejak usia sekolah untuk membentuk kebiasaan hidup sehat dan mencegah berbagai masalah kesehatan. Namun, implementasi PHBS di lingkungan sekolah masih tergolong rendah. Di Indonesia, sekolah yang menerapkan PHBS baru mencapai 35,8%, masih jauh dari target nasional institusi pendidikan sebesar 70%. Salah satu indikator penting PHBS adalah Mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi risiko penyakit diare pada anak-anak sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS melalui sosialisasi dengan menggunakan alat edukasi.interaktif Games Ranking 1. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 di SD Negeri 25 Kendari dengan melibatkan 30 siswa kelas V. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi PHBS menggunakan media PowerPoint (PPT) dan Games Ranking 1 sebagai sarana penguatan pemahaman siswa. Evaluasi dilaksanakan dengan Uji t-test berpasangan digunakan untuk menganalisis pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 79,66 pada pre-test menjadi 95,00 pada post-test. Hasil dari pengujian paired t-test memperlihatkan nilai t = -14,699 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. Oleh karena itu, penyuluhan PHBS melalui Games Ranking 1 terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
Analisis Sistem Pelaporan Monitoring Efek Samping Obat (Meso) Oleh Tenaga Farmasi Di Puskesmas Kota Kendari Wa Ode Sitti Nurrokhmadani; Adryan Fristiohady Lubis; Devi Savitri Effendy
Jurnal Sains & Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan
Publisher : Politeknik Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57151/jsika.v4i2.1558

Abstract

The extensive use of medicines in healthcare services carries the risk of adverse drug reactions (ADRs) that are not always detected during pre-marketing clinical trials. Therefore, a Monitoring of Adverse Drug Reactions (MESO) reporting system is required in healthcare facilities. This study aims to analyze the influence of knowledge, attitudes, barriers, and facilities on the implementation of MESO reporting by pharmacy personnel at primary health centers (Puskesmas) in Kendari City. The study employed an analytic quantitative cross-sectional design involving 68 pharmacy staff respondents and utilized bivariate chi-square and logistic regression analyses. The results showed that knowledge was not significantly associated with MESO reporting implementation (p=0.147), whereas attitude (p=0.027) and reporting barriers (p=0.004) demonstrated significant associations. Reporting facilities did not have a significant effect (p=0.188). Barriers such as workload and a complicated reporting system emerged as the main issues. In conclusion, optimizing MESO reporting requires strengthening positive attitudes, eliminating key barriers, and developing an integrated system to support sustainable reporting and improve the quality of healthcare services in primary health centers.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2024 Farabillah Syaleh Basrano; Devi Savitri Effendy; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.66

Abstract

Ketegangan mata digital, sering dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS), adalah kondisi kontemporer yang ditandai dengan berbagai gejala muskuloskeletal, perilaku, dan mata yang disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik dengan layar digital dalam waktu lama. Berdasarkan jajak pendapat awal yang dilakukan terhadap mahasiswa FKM UHO, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mata berair merupakan gejala CVS yang paling sering terjadi, yang dialami oleh 11 dari 15 mahasiswa. “Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian CVS pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan metodologi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan acak sederhana digunakan untuk memilih 193 responden yang menjadi sampel penelitian. Uji chi-square digunakan dalam studi bivariat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tidak ada korelasi antara jarak pandang (p-Value = 0,532) dan kecerahan layar (p-Value = 0,857) dan CVS, ada korelasi yang signifikan antara kualitas tidur (p-Value = 0,003) dan durasi penggunaan (p-Value = 0,029).” Menurut temuan penelitian, kejadian CVS di kalangan mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo pada tahun 2024 berkorelasi dengan kualitas tidur dan waktu penggunaan, tetapi tidak berkorelasi dengan jarak pandang atau kecerahan layar. Disarankan agar mahasiswa mengikuti aturan istirahat mata 20-20-20, meminimalkan waktu penggunaan layar yang lama, menjaga jarak yang sesuai antara mata dan laptop, mempraktikkan postur tubuh yang ergonomis, dan mengembangkan kebiasaan tidur yang sehat.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA SISWA SMA NEGERI 1 KENDARI TAHUN 2025 Lidya Sri Ratu Indah; Devi Savitri Effendy; Hariati Lestari
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.233

Abstract

Keselamatan berkendara atau safety riding merupakan salah satu langkah penting dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta dampak cedera yang ditimbulkannya. Di Kota Kendari pada tahun 2025, jumlah pengendara kendaraan bermotor tercatat mencapai 363.926 orang. Riset ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara pengetahuan, sikap, dan jenis kelamin terhadap perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pelaksanaan riset dilakukan pada 29 Januari hingga 4 Februari 2026. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMA Negeri 1 Kendari yang berjumlah 1.509 siswa, dengan sampel sebanyak 306 siswa yang dipilih menggunakan teknik Stratified Proportional Sampling. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji statistik Chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,021), sikap dengan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,001), serta jenis kelamin dengan perilaku keselamatan berkendara (p-value = 0,000). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan intervensi edukasi keselamatan berkendara yang lebih intensif di lingkungan sekolah.
SAHABAT SEHAT FKM UHO EDUKASI TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA SISWA SD NEGERI 93 KENDARI Hartati Bahar; Ruslan Madjid; Hariati Lestari; Devi Savitri Effendy; Ramadhan Tosepu; Febriana Muchtar; Helsi Yuliatni; Dewi Chandra; Fakhira Azizah; Gloria Intan Patabang; Hasny Andriani Ramadhani; Iklima Malika Rahma
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan strategi pencegahan yang telah terbukti efektif dalam melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular yang dapat menyebabkan sakit, kecacatan, atau bahkan kematian. Upaya pendidikan kesehatan harus dimulai sejak usia sekolah karena sebagian siswa mungkin belum sepenuhnya memahami manfaat dan pentingnya imunisasi. Melalui program pendidikan kesehatan di SD Negeri 93 Kendari, proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang vaksinasi. Pada tanggal 22 Mei 2026, 36 siswa kelas lima berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pendidikan kesehatan melalui ceramah, yel-yel edukatif, latihan memecahkan kebekuan, dan evaluasi pengetahuan melalui kuesioner pra-tes dan pasca-tes merupakan beberapa taktik yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, 23 siswa (63,9%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori “sangat baik”. Dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05), skor pengetahuan rata-rata juga meningkat dari 90,83 sebelum intervensi menjadi 96,11 setelahnya. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya vaksinasi.
EDUKASI TENTANG POLA MAKAN SEIMBANG PADA SISWA SMP NEGERI 14 KENDARI Febriana Muchtar; Hartati Bahar; Devi Savitri Effendy; Ramadhan Tosepu; Pitrah Asafian; Dela Safitri; Deswita tri Hapsari; Heru Alansyah Afala; Fardhlu Rahman; Karunia Algatras Randan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Keseimbangan gizi merupakan faktor penting yang mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak usia sekolah. Oleh karena itu, edukasi kesehatan mengenai pola makan seimbang diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pola makan seimbang di SMP Negeri 14 Kendari. Metode yang digunakan meliputi pemutaran video edukatif, kegiatan ice breaking, serta permainan edukatif Ranking 1 sebagai media pembelajaran interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93,1% pada pre-test menjadi 96,6% pada post-test dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan perbedaan signifikan setelah intervensi diberikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan mengenai pola makan seimbang berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Dengan demikian, pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Pelaksanaan program edukasi yang interaktif dan berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup sehat sejak usia dini.  
EDUKASI GIZI DAN TUBERKULOSIS (TB) MELALUI KAMPANYE POSTER DIGITAL DI MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT Sri Ramdayani Apdi; Syahwa Ramadhani; Rosa Damayanti; Sabitah Salsabila; Sakila Sakila; Syahlani Syahlani; Sitti Alvareza; Selviana Selviana; Devi Savitri Effendy; Febriana Muchtar; Ramadhan Tosepu; Siti Nurfadilah H; Hariati Lestari; Hartati Bahar; Nurmaladewi Nurmaladewi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian TB adalah status gizi, namun pengetahuan masyarakat mengenai hubungan gizi dan TB masih relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dalam pencegahan dan penanganan tuberkulosis melalui kampanye poster digital di media sosial. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi, penyusunan media poster, validasi oleh ahli media dan ahli kesehatan masyarakat, implementasi melalui media sosial Instagram, serta evaluasi menggunakan kuesioner Google Form. Media yang dikembangkan terdiri atas tiga poster yang membahas hubungan malnutrisi dan TB, makanan tinggi protein bagi pasien TB, serta pencegahan TB melalui gizi seimbang dan PHBS. Hasil validasi menunjukkan bahwa poster memperoleh kategori layak hingga sangat layak dengan skor ahli media sebesar 67–82% dan ahli kesehatan masyarakat sebesar 72–81%. Uji penerimaan masyarakat menunjukkan kategori baik hingga sangat baik dengan skor 74,77–82,46%, sedangkan uji kelayakan memperoleh nilai 87,88–88,73%. Kampanye melalui Instagram juga mendapatkan respons positif dari audiens. Dengan demikian, poster digital dinilai efektif dan layak digunakan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gizi dan tuberkulosis. 
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG ANEMIA DAN INFEKSI PARASIT MELALUI KAMPANYE POSTER DIGITAL BERBASIS MEDIA SOSIAL Tarasari Hisani; Devi Savitri Effendy; Ramadhan Tosepu; Febriana Muchtar; Siti Nurfadilah H; Rivelin Ramadhani; Suci Rahmadani; Suci Fauziah; Santri Fitran Umanahu; Sitti Fadhilah Milu; Putu Eka Meiyana Erawan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi, terutama pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor risiko yang sering kurang dipahami oleh masyarakat adalah infeksi parasit atau kecacingan yang dapat menyebabkan kehilangan darah dan gangguan penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan risiko anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai anemia, faktor risikonya, hubungan infeksi parasit dengan anemia, serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan gizi seimbang melalui kampanye poster digital di media sosial. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi berdasarkan data sekunder, penyusunan poster edukatif, validasi oleh ahli media dan ahli materi, publikasi melalui Instagram, serta evaluasi respons audiens berdasarkan statistik media sosial. Tiga poster digital dikembangkan dengan fokus pada hubungan kecacingan dengan anemia, pencegahan anemia melalui gizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta pencegahan infeksi parasit melalui penerapan PHBS dan sanitasi lingkungan. Hasil validasi menunjukkan bahwa seluruh poster berada dalam kategori layak digunakan dengan tingkat kelayakan ahli media sebesar 53,91%–73,04% dan ahli materi sebesar 68,70%–69,57%. Hasil kampanye media sosial menunjukkan bahwa poster “Cegah Anemia Mulai dari Piring Makanmu” memperoleh jangkauan tertinggi sebanyak 1.674 akun dan interaksi tertinggi sebanyak 261, sedangkan rata-rata Engagement Rate dari ketiga poster mencapai 13,73%. Secara keseluruhan, kampanye memperoleh 390 likes, 63 komentar, dan 24 shares yang menunjukkan respons positif dari audiens. Oleh karena itu, poster digital yang dikembangkan dinilai layak digunakan sebagai media edukasi kesehatan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai hubungan anemia dan infeksi parasit pada remaja.
Pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini di SD Negeri 52 Kendari: The importance of early reproductive health education at Elementary School 52 Kendari Hartati Bahar; Sartiah Yusran; Devi Savitri Effendy; Febriana Muchtar; Hariati Lestari; Ramadhan Tosepu; Alda Agresiya; Husnul Amalia; Melinda Septiani Seba; Mildah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.123

Abstract

Latar Belakang: Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam perkembangan intelektual dan fisik anak, terutama dalam menghadapi masa pubertas. Komisi Nasional Perempuan melaporkan bahwa terdapat 401.975 kasus kekerasan yang tercatat pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun 2022, di mana kasus kekerasan seksual mencapai 457.895. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD Negeri 52 Kendari tentang kesehatan reproduksi sejak dini melalui kegiatan penyuluhan interaktif dengan metode ceramah. Metode: Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi oleh tim edukasi mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo menggunakan metode ceramah interaktif dengan menggunakan media “area boleh” dan “area tidak boleh” serta ice breaking dengan peserta sebanyak 28 siswa. Sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan pengisian kuesioner Pre-Test dan diakhiri kegiatan dilakukan pengisian kuesioner Post-Test. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan yang cukup besar dalam pengetahuan siswa setelah penyuluhan (P-Value 0,000), dengan nilai Post-Test meningkat dari 66.4286 menjadi 98.2143. Kesimpulan: Edukasi kesehatan sejak dini sangat penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan dalam membekali anak remaja dengan informasi yang akurat dan relevan tentang kesehatan reproduksi.
The relationship between dietary perceptions, and self-care management and dietary adherence among ptients with diabetes mellitus at the Mekar Community Health Center Michelin Alfa Saruran; Devi Savitri Effendy; La Ode Muhamad Sety
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2107

Abstract

Dietary adherence among patients with diabetes mellitus is a key determinant of successful diabetes management. Dietary management is a self-directed approach that can help prevent complications in patients with diabetes mellitus. Factors such as negative perceptions of diet, weak social support from family, and self-care management influence patients’ adherence to their diet. This study aims to determine the relationship between dietary perceptions (vulnerability, severity, and benefits), family support, and self-care management on dietary compliance among patients with diabetes mellitus at the Mekar Community Health Center in Kendari City, Southeast Sulawesi. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 136 respondents selected using consecutive sampling. The dependent variable in this study was dietary compliance, while the independent variables were dietary perceptions (perceived sussceptibility, perceived severity, and perceived benefits), family support, and self-care management. Descriptive analysis revealed that 88 respondents adhered to the diet, while 48 respondents did not adhere to the diabetes diet. Data analysis was performed using bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results of the study showed that there was a significant relationship between perceived severity (p-value = 0.036), perceived benefits (p-value = 0.006), family support (p-value = 0.046), and self-care management (p-value = 0.036) with dietary adherence in patients with diabetes mellitus. However, there was no significant relationship between perceived vulnerability and dietary compliance (p-value = 0.547). Based on these results, it can be concluded that the factors of perceived severity, perceived benefits, family support, and self-care management play a role in improving patients’ dietary compliance. Therefore, educational interventions focused on enhancing positive perceptions of the diet and strengthening family support are needed to improve patients’ adherence to the diet.