Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Guru dalam Melaksanakan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN 104208 Cinta Rakyat Grace Theo Fanny Lumbanbatu; Faiza Arsila; Lince Marwiyah Tanjung; Putri Sadaria Simangunsong; Laurensia M. Perangin-Angin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 05 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.483 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v3i5.777

Abstract

Along with the implementation of the 2013 curriculum, many changes occurred in the learning components, especially in the assessment system, which in the 2013 curriculum is known as authentic assessment. Authentic assessment emphasizes activity-based learning that covers aspects of attitude, cognitive and psychomotor. The implementation of authentic assessments in the field is still not running as it should. There are still many teachers who have difficulty in carrying out authentic assessments in schools due to several factors. This study aims to describe the difficulties of teachers in carrying out authentic assessments in the 2013 curriculum at SD Negeri 104208 Cinta Rakyat. Data collection techniques were carried out through interviews and documentation. The sample in this research is a VB grade teacher at SD Negeri 104208 Cinta Rakyat. The data analysis technique uses interactive model data analysis techniques. Based on the results of data analysis, the results of the study show that there are several difficulties experienced by teachers in carrying out authentic assessments in the 2013 curriculum including (1) Incompatibility of the assessment rubrics in the teacher's book with current learning (2) Lack of improvisation in using assessment instruments ( 3) The problem of time constraints. The teacher's efforts/solutions to overcome the difficulties of authentic assessment are; (1) the teacher continues to carry out all the assessments in the teacher's book which includes the attitude domain, cognitive domain and pricomotor domain, (2) the teacher conducts discussions with fellow teachers at the school and the teacher practices to vary the existing attitude assessment, (3) teachers practice to pay more attention to how to manage time well so that the implementation of the assessment can be more optimal by dividing the days in conducting this authentic assessment.
ETNOSAINS DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Laurensia M. Perangin-angin; Lely Anggraini
Dahlia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2023): Dahlia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Dahlia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/dahlia.v1i1.471

Abstract

Pembelajaran Berbasis Etnosains Di Sekolah Dasar. Etnosains merupakan strategi penciptaanlingkungan belajar dan perancangan pengalaman belajar yang mengintegrasikan budaya sebagaibagian dari proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Pengintegrasian etnosains dalam pembelajarandapat menggambarkan secara jelas kekhasan materi ajar, ruang kelas, lingkungan belajar, metodepembelajaran maupun pendekatan pembelajaran yang berbasis budaya. Proses pembelajaran akanefektif jika etnosains diintegrasikan kedalam tema-tema pembelajaran sebagai tema pokokpembelajaran. Misalnya tentang pengetahuan budaya yang berkaitan ritual adat, tanaman obatobatan tradisional, rumah adat, dan pengetahuan budaya lainnya yang relevansi dengan temapembelajaran. Etnosains dapat diimplementasikan melalui metode pembelajaran yang berpusatpada siswa melalui metode problem based learning (PBL), project based learning (PjBL),discovery, inkuiri, dan keterampilan proses. Dengan pengintegrasian etnosains maka pembelajaranyang berlangsung bukan saja menggali pengetahuan deklaratif siswa, tetapi juga pengetahuanprosedural yang mengacu pada konstruktivisme.