Indah Istapawati
Sekolah Tinggi Teologi Injili Efrata Sidoarjo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen yang Memiliki Karakter Kristus terhadap Peserta Didik di Sekolah Indah Istapawati
Angelion Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v3i1.305

Abstract

Guru Pendidikan Agama Kristen bertugas tidak melulu hanya melakukan transfer pengetahuan, namun juga harus dapat menjadi sarana berkat, membimbing siswa untuk melakukan apa yang dipelajari berhubungan dengan iman Kristen. Banyak sekali peristiwa dimana seorang pendidik yang mengajar namun tidak ditanggapi, mengajar  namun dilupakan, dan dirasakan kehadirannya namun tidak  diikuti. Setiap  guru Pendidikan Agama Kristen pasti mengharapkan agar siswa yang mereka ajar dapat meneladani  hidupnya, mengalami transformasi hidup,  menemukan inspirasi dalam  hidup, dan  tentu menjadi  pribadi yang lebih positif dari sebelumnya. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk menemukan karakteristik dari guru Pendidikan Agama Kristen yang memiliki karakter Kristus yang diimplementasikan dalam memberikan teladan kepada peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian terhadap sumber-sumber pustaka dan melakukan sebuah pemaparan dalam sebuah kerangka topik terkait. Hasil penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang berkarakter Kristus adalah guru yang sudah lahir baru, yang sungguh-sunguh mengasihi dan memahami peserta didkinya dengan baik, menerima keberadaan peserta didik, serta rela menderita dan berkorban.
Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen yang Memiliki Karakter Kristus terhadap Peserta Didik di Sekolah Indah Istapawati
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v3i1.305

Abstract

Guru Pendidikan Agama Kristen bertugas tidak melulu hanya melakukan transfer pengetahuan, namun juga harus dapat menjadi sarana berkat, membimbing siswa untuk melakukan apa yang dipelajari berhubungan dengan iman Kristen. Banyak sekali peristiwa dimana seorang pendidik yang mengajar namun tidak ditanggapi, mengajar  namun dilupakan, dan dirasakan kehadirannya namun tidak  diikuti. Setiap  guru Pendidikan Agama Kristen pasti mengharapkan agar siswa yang mereka ajar dapat meneladani  hidupnya, mengalami transformasi hidup,  menemukan inspirasi dalam  hidup, dan  tentu menjadi  pribadi yang lebih positif dari sebelumnya. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk menemukan karakteristik dari guru Pendidikan Agama Kristen yang memiliki karakter Kristus yang diimplementasikan dalam memberikan teladan kepada peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian terhadap sumber-sumber pustaka dan melakukan sebuah pemaparan dalam sebuah kerangka topik terkait. Hasil penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Kristen yang berkarakter Kristus adalah guru yang sudah lahir baru, yang sungguh-sunguh mengasihi dan memahami peserta didkinya dengan baik, menerima keberadaan peserta didik, serta rela menderita dan berkorban.
Implementasi Pemikiran Paul Ricoeur dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Menghadapi Permasalahan Krisis Identitas Remaja Indah Istapawati; Andreas Adu Rihi; Maria Yuliasti; Eko Junianto
SERVITA DEI : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Servita Dei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Efrata Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The identity crisis experienced by young people is marked by confusion of meaning, social media pressure, and the loss of a grand narrative that unites life. This study aims to discuss practical strategies for applying Paul Ricoeur’s thought in Christian Education to address the identity crisis of students. This research employs a library study with a descriptive qualitative approach, analyzing Ricoeur’s seminal works along with recent literature on Christian education and adolescent development. The findings highlight four strategies: (1) creating a safe classroom space to share life stories, (2) applying narrative hermeneutics in light of students’ experiences, (3) training students to write faith reflections, and (4) forming a faith community as a healthy collective identity. The novelty of this study lies in integrating Ricoeur’s narrative identity philosophy with Christian pedagogy in the Indonesian context, showing that narrative hermeneutics provides a framework to shape students’ spirituality amid identity crises.