Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Aqidah Akhlak dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa di MTs Hidayatus Sholihin Turus Agus Miftakus Surur; Titis Dwi Wulandari; Tanya Fawzi; Adib Zaimatus Shofa
An-Nisa': Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v14i2.61

Abstract

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi kenakalan yang terjadi pada siswa, dan berperan membentuk akhlak yang baik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kenakalan siswa dan untuk mengetahui peran guru dalam menanggulangi kenakalan siswa kelas VIII di MTs Hidayatus Sholihin Turus (Gurah). Penelitian ini menggunakan data sebagai informasi yang lengkap dan mendalam mengenai peran guru aqidah akhlak dalam menanggulangi kenakalan siswa kelas VIII di MTs Hidayatus Sholihin Turus (Gurah) sehingga metode yang sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa adalah faktor lingkungan dan pengaruh dari teman-temannya. Jenis pelanggaran yang sering dilakukan adalah merokok, membolos, dan pulang sebelum waktunya. Sementara itu guru aqidah akhlak memiliki peran dalam menanggulangi kenakalan siswa melalui proses pembelajaran dengan mengaitkan antara bab yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari dan bekerja sama dengan guru lainnya untuk mengambil suatu tindakan atau untuk memanggil orang tua apabila terdapat siswa yang melakukan pelanggaran cukup berat   Teachers have a very important role in overcoming delinquency that occurs in students, and play a role in forming good morals for students. This study aims to determine the factors causing student delinquency and to determine the teacher's role in tackling the delinquency of class VIII students at MTs Hidayatus Sholihin Turus (Gurah). This study uses data as complete and in-depth information about the role of aqidah moral teachers in overcoming delinquency in class VIII students at MTs Hidayatus Sholihin Turus (Gurah) so that the appropriate method used in this study is a qualitative method. The results showed that the factors that influence student delinquency are environmental factors and the influence of their friends. The types of violations that are often carried out are smoking, truancy, and coming home prematurely. Meanwhile, the Aqidah Morals teacher has a role in tackling student delinquency through the learning process by linking the chapters studied with everyday life and collaborating with other teachers to take an action or to call parents if there are students who commit serious violations.
Fenomena Keraguan Saat Berdiskusi: Strategi Refleksi Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam IAIN Kediri Ikhwanul Muslimin; Titis Dwi Wulandari
Edumanagerial Vol. 3 No. 2 (2024): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v3i2.4187

Abstract

Diskusi merupakan kegiatan yang wajib dimiliki disetiap atmosfer pembelajaran kelas mahasiswa, namun ekspektasi yang diharapkan malahan tidak sesuai target dan tujuan dari diskusi itu sendiri. Diskusi harusnya menguatkan topik pemabahsan perkuliahan, mensintesis beberapa pendapat kolega belajarnya, hingga melahirkan suatu gagasan baru, namun diskusi yang dialami mahasiswa dalam subjek penelitian ini sangat jauh dari prospek demikian. Disinyalir mahasiswa terdapat keraguan dalam proses diskusi kelas karena terdapat beberapa faktor seperti rasa kurang percaya diri, takut salah, khawatir akan diejek atau ditertawakan oleh teman sekelas, serta ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap topik yang dibahas. Studi ini menelaah tentang strategi refleksi kebenaran kepada mahasiswa guna meningkatkan atmosfer diskusi kelas yang sangat aktif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus, peneliti melakukan observasi partisipatif dalam beberapa sesi diskusi kelas. Hasil temuan mengungkapkan bahwa refleksi filsafat kebenaran dapat membuat mahasiswa memikirkan kembali apa yang mereka takutkan, kemudian pada proses selanjutnya mereka dapat secara lugas berbicara dengan percaya diri. Refleksi ini terdapat rencana aksi yang meliputi tahapan 1) Introduction Self-Reflection, 2) Group Reflection, dan 3) Guided Reflection.