Agung Fauzi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Instagram Stories Sebagai Media Self Disclouser Alsya Rizkia Salsabila; Agung Fauzi
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 2 No 5 (2022): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v2i5.274

Abstract

Semakin besar arus globalisasi dan meningkatnya perubahan teknologi, media sosial hadir digunakan sebagai sarana informasi dan komunikasi, hal ini berkaitan dengan fenomena self disclouser atau pengungkapan diri melalui media sosial intagram. Fiture Instagram stories telah menjadi tempat untuk mengekspresikan diri kepada khalayak umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam mengekspresikan diri mereka di dalam Instagram stories. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Interaksionalisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Penelitian ini menjelaskan tentang self disclouser yang dilakukan oleh mahasiswa pendidikan sosiologi dengan melihat bagaimana interaksi simbolik yang dilakukan. Informan dalam penelitian ini adalah lima mahasiswa Pendidikan Sosiologi Sultan Ageng Tirtayasa yang memilikin akun Instagram aktif.
Ekspresi Emosi Takut Mahasiswa Rantau Pendidikan Sosiologi dalam Proses Adaptasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jihan Dzakiyyah; Nur Khulaiyah Putri Efendi; Daffa Al-Farid Syaepi Putra; Agung Fauzi
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2767

Abstract

Mahasiswa rantau merupakan individu yang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah asal sehingga dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial, budaya, dan akademik yang baru. Dalam proses adaptasi tersebut, berbagai respons emosional dapat muncul, salah satunya adalah emosi takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk ekspresi emosi takut, situasi yang memicu munculnya emosi takut, serta makna emosi takut dalam kehidupan akademik dan sosial mahasiswa rantau di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa rantau secara mendalam. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi takut diekspresikan melalui berbagai strategi adaptif, seperti kehati-hatian dalam berinteraksi sosial, mengamati lingkungan sebelum bertindak, mencari dukungan sosial dari teman sebaya, serta melakukan aktivitas yang membantu mengelola tekanan emosional. Situasi yang memicu rasa takut berbeda pada setiap individu, mulai dari kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan hingga kecemasan terkait tuntutan akademik. Selain dipahami sebagai respons terhadap ancaman, emosi takut juga dimaknai sebagai pengalaman yang mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas jaringan sosial, serta mengembangkan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau.
Budaya Sungkan Sebagai Praktik Manajemen Emosi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta Di Ruang Publik Zahra Aliefa Ramadhanty; Diah Diah; Siti Fera Utami; Agung Fauzi
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i2.2788

Abstract

Budaya sungkan adalah salah satu nilai sosial yang masih kuat di dalam masyarakat Indonesia dan mempengaruhi cara individu menunjukkan emosi di berbagai situasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dari budaya sungkan serta menguraikan bagaimana budaya ini berperan dalam pengelolaan emosi mahasiswa di ruang publik dari sudut pandang Aturan Ekspresi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi mikro di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi yang partisipatif, serta dokumentasi terhadap tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Sosiologi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis etnografis yang mencakup analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sungkan dipahami sebagai bentuk rasa hormat dan kesadaran dalam menjaga norma kesopanan serta keharmonisan dalam hubungan sosial, bukan sebagai bentuk ketakutan. Praktik budaya sungkan berpengaruh terhadap cara mahasiswa mengendalikan dan menyesuaikan ekspresi emosi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang memiliki otoritas lebih tinggi, seperti dosen dan mahasiswa yang lebih senior. Mahasiswa biasanya menahan atau menyesuaikan ekspresi emosi negatif supaya selaras dengan norma sosial yang ada di kampus. Temuan ini mengungkapkan bahwa budaya sungkan berperan sebagai aturan budaya yang membimbing ekspresi emosi seperti yang dijelaskan dalam konsep Aturan Ekspresi, sehingga membentuk cara komunikasi dan interaksi sosial di kalangan mahasiswa dalam konteks akademis.