Erika Aulia Fajar Wati
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TELAAH HUKUM HIJAB: STUDI HERMENEUTIKA NEGOSIASI KHALED M. ABOE EL-FADL Erika Aulia Fajar Wati
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i1.474

Abstract

Hijab menjadi praktek yang mempengaruhi dinamika sosial politik menjadi kompleks. Hijab sering menjadi bentuk penegasan identitas muslimahnya seorang perempuan. Penelitian ini difokuskan hukum hijab dalam hermeneutika negosiasi Khaled Aboe el Fadl. Mekanisme relasi triadik antara teks, pengarang dan pembaca menjadi dasar bahasan negosiasi. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dan kajian difokuskan pada bukunya yang berjudul Atas Nama Tuhan: Dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Khaled Aboe el Fadl menawarkan enam poin untuk ditelaah kembali dalam memahami dinamika ayat hijab yang membatasi peran perempuan.
Etika Menjaga Lingkungan Hidup dalam Perspektif Ibnu Khaldun: Analisis Tafsir Maqasidi QS. al-A’raf Ayat 56 Hakam al ma'mun; Erika Aulia Fajar Wati
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 2 (2021) OKTOBER-MARET
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i2.11040

Abstract

Tulisan ini membahas tentang etika menjaga lingkungan hidup menurut Ibnu Khaldun. Berawal dari statemennya di dalam karya magnum opusnya berjudul Muqaddimah, ia menjelaskan betapa keteraturan alam semesta dan segala isinya merupakan satu kesatuan sistem yang saling bertumpu satu sama lain. Keteraturan dan keserasian kinerja alam semesta ini tidak akan pernah habis untuk dicari hikmah dan pelajarannya. Dari sini kemudian dapat diambil pelajaran salah satunya ialah sistem keteraturan alam tersebut mencerminkan sistem sosial yang berlaku di masyarakat. Sistem sosial yang saling bertumpu antar individu satu dengan lainnya akan menghasilkan masyarakat madani yang berperadaban. Maka untuk mempertahankan ketaraturan dan keseimbangan lingkungan hidup tersebut al-Qur’an melalui Qs. al-A’raf ayat 56 melarang melakukan kerusakan di bumi. Melalui pendekatan tafsir maqasidi terhadap ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa prinsip utama maqasid al-syariah hanya bisa terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari apabila lingkungan hidup kondusif. Kondusifitas lingkungan hidup akan mempengaruhi efektifitas penerapan syariat Islam.
The Ethics of Protecting Environment Ibn Khaldun Perspective’s: Analysis of Exegesis Maqasidi's QS. al-A'raf Verse 56 Erika Aulia Fajar Wati; Hakam al-Ma'mun
AQWAL Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : IAT dan ILHA, UIN KH ABDURRAHMAN WAHID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.93 KB) | DOI: 10.28918/aqwal.v3i2.3494

Abstract

This paper discusses the ethics of protecting the environment according to Ibn Khaldun. Starting from his statement in his magnum opus entitled Muqaddimah, he explained how the orderliness of the universe and everything within is a unified system that is mutually dependent on one another. The order and harmony of the universe are full of endless wisdom and lessons. From this, lessons can be drawn, one of which is that the natural order system reflects the social system prevailing in society. Social systems that rely on each other between individuals will produce a civilized society. So to maintain the order and balance of the environment, the Qur'an through Qs. al-A'raf verse 56 forbids doing damage on earth. Through the maqasidi interpretation approach to the verse, it can be concluded that the main principle of maqasid al-syariah can only be implemented in everyday life if the environment is conducive. Environmental conditions will affect the effectiveness of the application of Islamic law.