Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Preferensi Pengusaha Muda Kota Bandung dalam Keputusan Memilih Bentuk Asset: Emas, Saham dan Deposito Aulia Puspita Ningrum Arsyad; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7034

Abstract

Abstract. The issue of an impending recession can encourage increasing inflation in several countries, especially Indonesia. When inflation increases, it will reduce the value of money as a result, capital owners must think smartly to transfer their assets from money into other assets. Likewise with entrepreneurs in the city of Bandung. Entrepreneurs are business actors by having a measurable and clear organizational and management system. The title of the Entrepreneur preference was chosen because most young entrepreneurs are cool with investment trends obtained from information from technological developments that make entrepreneurs get information from the price of gold, stocks and so on. In the end, entrepreneurs determine the assets to be stored by choosing the form of gold assets, stocks or deposits. Abstrak Isu resesi yang akan terjadi dapat mendorong meningkatnya inflasi di beberapa negara khususnya negara Indonesia. Saat inflasi meningkat akan menurunkan nilai uang akibatnya para pemilik modal harus berfikir cerdas untuk mengalihkan assetnya dari uang kedalam bentuk asset yang lain. Begitu juga dengan Pengusaha di kota Bandung. Pengusaha adalah pelaku usaha dengan memiliki sistem organisasi dan manajemen yang terukur dan jelas. Judul preferensi Pengusaha dipilih karena kebanyakan Pengusaha muda sedang asik asiknya dengan trend investasi yang diperoleh informasi dari perkembangan teknologi yang cangih pengusaha memperoleh informasi dari harga emas, saham dan sebagainya. Pada akhirnya pengusaha mementukan asset untuk disimpannya dengan memilih bentuk asset emas, saham atau deposito. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi pilihan alternative bentuk asset emas, saham, atau deposito bagi pengusaha muda di Kota Bandung serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong pemilihan keputusan pemilihan asset tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi sebesar 245 pengusaha muda Kota Bandung, kemudian ditarik sampel sebesar 63 pengusaha dengan menggunakan metode purposive sample berdasarkan omset usaha yang diperolehnya. Hasil pengujian data 63 Pengusaha muda ini ternyata hanya 32 Pengusaha muda yang datanya valid dan nilai consistency index nya dibawah < 0,1 %. Alat analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah model analytical hierarchy process dimana membandingkan kriteria dalam keputusan pemilihan bentuk asset dengan mempertimbangkan multi kriteria. Software yang digunakan untuk mengolah data adalah expert choice. Sebelum dilakukan pengolahan data hasil survey, maka dilakukan uji konsistensi terhadap jawaban-jawaban yang diberikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengusaha muda memilih bentuk alternative Asset berdasarkan kriteria keuntungan yang diperoleh dengan bobot nilai sebesar 50,9% dikarenakan keuntungan yang diperoleh lebih penting dibandingkan dengan kriteria lain. Kriteria kedua yaitu likuiditas dengan bobot nilai sebesar 29,1%. Kemudian kriteria ketiga yaitu rasa aman dengan bobot nilai sebesar 20,0%. Dari hasil penelitian ini juga didapat bahwa Pengusaha muda lebih prefer memilih asset berupa emas dengan nilai sebesar 38,1%. Emas dalam hal ini dijadikan sebagai penyimpanan asset..
SOSIALISASI DAN WORKSHOP PENTINGNYA BRANDING PRODUK UMKM LOKAL DI DESA CIBURIAL KABUPATEN BANDUNG Ade Yunita Mafruhat; Ria Haryatiningsih; Tatty Aryani Ramli; Meidy Haviz; Muhammad Fauzi Arif; Khofifah Alya Prameswari; Ghirah Jihad Fie Sabilillah; Ramdan Fauzi; Lovie Dwifany Lesmana; Ranti Farihatunisa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i2.36697

Abstract

Peran UMKM dalam pembangunan ekonomi suatu wilayah di Indonesia begitu penting. Namun, perannya ini masih belum optimal karena ternyata UMKM masih banyak menghadapi berbagai tantangan salah satunya dalam peningkatan daya saing produknya. Salah satu permalahan yang dihadapi UMKM dalam peningkatan daya saing ini yakni terkait branding. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut maka pengabdi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop terkait pentingnya Branding Produk UMKM. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: survey lapangan, sosialisasi, workshop,dokumentasi, dan penyusunan laporan akhir. Hasil dari kegiatan PKM ini, para pelaku UMKM Unggulan terpilih Desa Ciburial meningkat keberdayaan UMKM Desa Ciburial terkait perihal Branding khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilannya.
Preferensi Penghuni Rusunawa Cingised Kota Bandung dalam Memilih Lokasi Tempat Tinggal Sevira Julistia; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8015

Abstract

Abstract. The increasing population growth makes Bandung City included as one of the largest metropolitan cities in West Java. The increase in a population causes the land to decrease in residence, so the construction of Rusunawa is used as one solution so that Low-Income People have a place to live. There is a residential period with a maximum period of 10 years. So that residents who are approaching the deadline must be able to choose the next place to live. This study aims to determine the location and dominant criteria chosen by the residents of Rusunawa Cingised. This study used the AHP (Analyctical Hierarchy Process) method, data used primary and secondary data with interview questionnaire tools and processed using Super Decision software. Based on the results of the analysis that has been carried out, it shows that the residents of Rusunawa Cingised Bandung City are more dominant in choosing locations in the City Center with a weight of 64.04% and the criteria chosen with the most important sequential ranking are comfort criteria 31.90%, safety 29.88%, legality 15.50%, transportation 11.87%, and the last rank distance criteria 10.69%. Abstrak. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menjadikan Kota Bandung termasuk sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Jawa Barat. Meningkatnya suatu penduduk menyebabkan lahan tempat tinggal semakin berkurang, sehingga pembangunan Rusunawa dijadikan salah satu solusi agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah memiliki tempat tinggal. Terdapat jangka waktu penghunian dengan maksimal waktu 10 tahun. Sehingga penghuni yang telah mendekati batas masa waktu harus bisa memilih tempat tinggal selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi dan kriteria dominan yang dipilih oleh penghuni Rusunawa Cingised. Penelitian ini menggunakan metode AHP (Analyctical Hierarchy Process), data yang digunakan data primer dan sekunder dengan alat kuesioner wawancara serta diolah menggunakan software Super Decision. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Penghuni Rusunawa Cingised Kota Bandung lebih dominan memilih lokasi di Pusat Kota dengan bobot sebesar 64,04% dan kriteria yang dipilih dengan peringkat berurutan paling utama ialah kriteria kenyamanan 31,90%, keamanan 29,88%, legalitas 15,50%, transportasi 11,87%, dan peringkat terakhir kriteria jarak 10,69%.
Strategi Pengembangan Industri Keramik di Kabupaten Purwakarta dalam Perluasan Ekspor Shofira Ainun Rahmah; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8320

Abstract

Abstract. The ceramic industry is one of the leading products of Purwakarta Regency. The ceramic industry in Purwakarta Regency is facing challenges in export production which has decreased due to the Covid-19 pandemic that hit causing economic sluggishness in the ceramic industry. To develop the ceramic industry in Purwakarta Regency, it is necessary to know the strengths, opportunities, aspirations and expected results and find the right strategy in dealing with these problems. The research method used in this research is descriptive of the quality of tatif. The research analysis used is SOAR (Strength, Opportunities, Aspirations, Results). The data used are primary and secondary data. The results of the research obtained that became the strength of the Purwakarta Regency Ceramics Industry were the establishment of UPTD Ceramics Research and Development, the reason was the existence of good infrastructure, aaspiration was the existence of training to improve the skills of craftsmen on an ongoing basis andthat became the desired result namely the increase in exports of Purwakarta ceramics, the increase in income of Purwakarta ceramics business actors and the expansion of export markets abroad. Themost optimal strategy for the development of the ceramic industry in Purwakarta Regency towards the export market is the Strengths-Result (SR) strategy. Where this strategy emphasizes improving product quality and human resource quality in order to increase export demand and income of business actors and the government provides convenience in terms of licensing so that ceramic production can expand abroad and also create business opportunities and income. Abstrak. Industri keramik merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Purwakarta. Industri keramik di Kabupaten Purwakarta menghadapi tantangan dalam produksi ekspor yang mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang melanda menyebabkan kelesuan ekonomi di industri keramik. Untuk mengembangkan industri keramik di Kabupaten Purwakarta maka perlu mengetahui kekuatan, peluang, aspirasi dan hasil yang diharapkan dan mencari strategi yang tepat dalam menghadapi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam pemelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian yang digunakan adalah SOAR (Strength, Opportunities, Aspirations, Results). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh yang menjadi kekuatan Industri Keramik Kabupaten Purwakarta yaitu dibentuknya UPTD Penelitian dan Pengembangan Keramik, peluangnya yaitu adanya infrastruktur yang bagus, aspirasinya yaitu adanya pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pengrajin secara berkelanjutan dan yang menjadi hasil yang diinginkannya yaitu adanya peningkatan ekspor keramik Purwakarta, adanya peningkatan pendapatan pelaku usaha keramik Purwakarta dan meluasnya pasar ekspor di Luar Negeri. Strategi paling optimal untuk pengembangan industri keramik Kabupaten Purwakarta menuju pasar ekspor yaitu strategi Strengths-Result (SR). Dimana strategi ini menekankan pada peningkatan kualitas produk dan kualitas SDM agar terjadi peningkatan permintaan ekspor dan pendapatan pelaku usaha dan pemerintah memberikan kemudahan dalam hal perizinan sehingga produksi keramik dapat meluas di Luar Negeri dan juga terciptanya lapangan usaha serta pendapatan.
Karakteristik Penduduk Miskin dan Penyebab Kemiskinan di Desa Sukagalih Lisnawati Sopiah; Ria Haryatiningsih
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.v3i1.1977

Abstract

Abstract. The research objective was to find out the characteristics and causes of poverty in Sukagalih Village. Sukagalih Village is an area with the highest poverty rate in Cikalongkulon District. Low access to health and clean water, dense slum areas, and low level of public education. This type of research is descriptive quantitative using primary data. The population in this study is the people of Sukagali Village. The research sample consisted of 90 respondents who were determined by the slovin formula with simple random sampling technique. Data collection methods were carried out by questionnaires, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the causes of poverty in Dukagalih Village are low income, Sukagalih Village has poor characteristics, especially from the variables of income patterns, consumption expenditure and fulfillment of food needs. Meanwhile, from the health variable, the poor in Sukagalih Village are still able to meet standard health needs, namely they are still able to buy medicine and seek treatment at the puskesmas or midwife. For the residential housing variable, the poor residents of Sukagalih Village are still able to have their own houses with permanent buildings. Abstrak.T ujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik penduduk miskin dan penyebab kemiskinan di Desa Sukagalih. Desa Sukagalih merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kecamatan Cikalongkulon. Rendahnya aksesibilitas kesehatan dan air bersih, padatnya kawasan pemukiman kumuh, dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Sukagali. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang ditetapkan dengan rumus slovin dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan dokumentazi.Hasil penelitian ini menunjukan faktor penyebab kemiskinan pada Desa Dukagalih adalah pendapatan rendah, Desa Sukagalih memiliki karakteristik miskin terutama dari variable pola pendapatan, pengeluaran konsumsi dan pemenuhan kebutuhan pangan. Sementara dari variabel kesehatan penduduk miskin Desa Sukagalih masih dapat memenuhi kebutuhan kesehatan yang standar yaitu masih mampu membeli obat dan berobat ke puskesmas atau bidan. Untuk variable perumahan penduduk, penduduk miskin Desa Sukagalih masih mampu memiliki rumah sendiri dengan bangunan yang bersifat permanen.
Pengaruh Sektor Transportasi terhadap Pertumbuhan Kota di Jawa Barat Tahun 2020-2024 Sopia Nopita; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 203 - 212
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24296

Abstract

Abstract. Urban growth is the process of urban expansion characterized by an increase in population due to urbanization and the growth of economic activity. In West Java Province, this growth has occurred in tandem with the development of the transportation sector, as reflected in the increase in the number of vehicles, road length, and the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of the transportation sector. This study aims to analyze the influence of these three variables on urban growth in nine cities in West Java Province for the period 2020-2024. This study employs a quantitative method with descriptive and verifiable approaches. Panel-form secondary data were analyzed using panel data regression with EViews 12. Based on the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier Test, the selected model is the Random Effects Model (REM). The results show that the number of vehicles and the GRDP of the transportation sector have a positive and significant effect on urban growth, while road length has a positive but insignificant effect at the 5 percent level. Simultaneously, all three variables have a significant effect on urban growth, with a coefficient of determination (R²) of 0.770988. These findings indicate that the development of the transportation sector plays a crucial role in supporting sustainable urban growth. Abstrak. Pertumbuhan kota merupakan proses berkembangnya wilayah perkotaan yang ditandai oleh peningkatan jumlah penduduk akibat urbanisasi dan perkembangan aktivitas ekonomi. Di Provinsi Jawa Barat, pertumbuhan tersebut berlangsung seiring dengan perkembangan sektor transportasi yang tercermin dari peningkatan jumlah kendaraan, panjang jalan, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan kota di sembilan kota Provinsi Jawa Barat periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data sekunder berbentuk panel dianalisis menggunakan regresi data panel dengan EViews 12. Berdasarkan Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, model yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kendaraan dan PDRB sektor transportasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan kota, sedangkan panjang jalan berpengaruh positif namun tidak signifikan pada taraf 5%. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kota dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,770988. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor transportasi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan kota yang berkelanjutan.
Pengaruh Ketimpangan Pendapatan, Pengangguran, dan Pendidikan terhadap Kriminalitas di 6 Provinsi Sukma Ajeng Wijayanti; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 241 - 248
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24426

Abstract

Abstract. This study examines the effect of income inequality, open unemployment, and education on the number of crimes in the six Indonesian provinces with the highest crime rates DKI Jakarta, North Sumatra, East Java, Central Java, South Sulawesi, and West Java during 2020-2024. These provinces contributed more than half of Indonesia’s total recorded crimes in 2024. Using a quantitative, verificative approach, the study employs secondary panel data (30 observations) from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS), analyzed with panel data regression. Income inequality is proxied by the Gini Ratio, education by the mean years of schooling, and crime by the number of criminal offenses recorded by regional police. Model selection tests (Chow and Hausman) indicate that the Fixed Effect Model (FEM) best fits the data. The results show that income inequality and education have a significant positive effect on crime, while open unemployment has no significant effect. Jointly, the three variables explain about 83.75 percent of the variation in crime. These findings suggest that reducing crime requires not only expanding employment but also addressing income inequality and aligning educational outcomes with economic opportunity. Abstrak. Penelitian ini menganalisis pengaruh ketimpangan pendapatan, tingkat pengangguran terbuka, dan pendidikan terhadap jumlah kriminalitas di enam provinsi dengan tingkat kriminalitas tertinggi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat selama periode 2020-2024. Keenam provinsi ini menyumbang lebih dari separuh total tindak pidana nasional pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berbentuk data panel (30 observasi) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), diolah menggunakan analisis regresi data panel. Ketimpangan pendapatan diproksikan dengan Indeks Gini, pendidikan diproksikan dengan rata-rata lama sekolah, sedangkan kriminalitas diukur dari jumlah tindak pidana menurut kepolisian daerah. Hasil uji pemilihan model (Uji Chow dan Uji Hausman) menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling sesuai. Hasil estimasi menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kriminalitas, sedangkan tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan sekitar 83,75 persen variasi kriminalitas. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan kriminalitas memerlukan tidak hanya perluasan kesempatan kerja, tetapi juga pemerataan pendapatan dan penyesuaian hasil pendidikan dengan peluang ekonomi yang tersedia.
Pengaruh Bantuan Sosial Pangan, Inflasi, dan PDRB terhadap Daya Beli Masyarakat pada 6 Provinsi di Pulau Jawa Tahun 2018–2024 Nabila Eka Putri Aprilia; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 427 - 436
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25589

Abstract

Abstract. Household purchasing power reflects the level of community welfare and is influenced by various economic factors, including food social assistance, inflation, and Gross Regional Domestic Product (GRDP). This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of Food Social Assistance, Inflation, and GRDP on household purchasing power in six provinces on Java during 2018–2024. This research employed a quantitative associative approach using secondary panel data from six provinces, resulting in 42 observations. The data were analyzed using panel data regression with EViews 12. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effects Model (FEM) was selected as the most appropriate model, with robust estimation using White cross-section standard errors and cross-section SUR. The results indicate that Food Social Assistance and GRDP have a positive and significant effect on household purchasing power, while inflation has a positive but insignificant effect. Simultaneously, Food Social Assistance, inflation, and GRDP significantly influence household purchasing power. These findings suggest that improving the effectiveness of food social assistance programs, maintaining inflation stability, and promoting inclusive regional economic growth are essential to strengthening household purchasing power. Abstrak. Daya beli rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi. Selama periode 2018–2024, daya beli rumah tangga di enam provinsi di Pulau Jawa mengalami perubahan yang diduga dipengaruhi oleh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan PDRB terhadap daya beli rumah tangga, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk panel data dari enam provinsi di Pulau Jawa selama tahun 2018–2024 dengan total 42 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, model terbaik adalah Fixed Effects Model. Untuk mengatasi heteroskedastisitas dan ketergantungan antarpenampang, estimasi dilakukan menggunakan White cross-section standard errors dan cross-section SUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bantuan Sosial Pangan dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli rumah tangga, sedangkan inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap daya beli rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga keberlanjutan dan ketepatan sasaran Bantuan Sosial Pangan, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan PDRB yang inklusif untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi di Desa Lelea Kabupaten Indramayu Lulu Zahirah; Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 437 - 444
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25593

Abstract

Abstract. This study was motivated by the importance of increasing rice production to support national food security. Lelea Village is one of the major rice-producing areas in Indramayu Regency; differences in production were found despite relatively similar harvested areas, presumably influenced by differences in the use of production factors. In addition, previous studies have reported inconsistent findings regarding the effect of production factors on rice farming production. This study aims to analyze the effects of seed, labor, and fertilizer on rice farming production in Lelea Village, Indramayu Regency. This study employed a quantitative method with a survey approach. Primary data were collected through interviews with 66 rice farmers in Lelea Village. Data were analyzed using the Cobb–Douglas production function estimated by Ordinary Least Squares (OLS) with EViews 12 software, including classical assumption tests, t-test, F-test, coefficient of determination (R²), and Return to Scale (RTS) analysis. The results showed that, partially, seed had a positive and significant effect on production, with a regression coefficient of 0.680186 and a probability value of 0.0000. Labor also had a positive and significant effect, with a coefficient of 0.257466 and a probability value of 0.0001. Fertilizer had a positive but statistically insignificant effect, with a coefficient of 0.125273 and a probability value of 0.1981. Simultaneously, seed, labor, and fertilizer significantly affected rice farming production. The RTS value of 1.062925 indicates that rice farming in Lelea Village operates under Increasing Returns to Scale, suggesting that production can still be increased through more optimal management of production factors. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produksi padi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Desa Lelea merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Indramayu; ditemukan perbedaan produksi pada luas panen yang relatif sama, yang diduga dipengaruhi oleh perbedaan penggunaan faktor-faktor produksi. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi usahatani padi masih menunjukkan temuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh benih, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi usahatani padi di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 66 petani padi di Desa Lelea. Analisis data menggunakan fungsi produksi Cobb–Douglas yang diestimasi dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan perangkat lunak EViews 12, meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²), dan analisis Return to Scale (RTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi dengan koefisien regresi 0,680186 dan probabilitas 0,0000. Tenaga kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,257466 dan probabilitas 0,0001. Sementara itu, pupuk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan koefisien 0,125273 dan probabilitas 0,1981. Secara simultan, benih, tenaga kerja, dan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani padi. Nilai Return to Scale sebesar 1,062925 menunjukkan bahwa usahatani padi di Desa Lelea berada pada kondisi Increasing Returns to Scale, sehingga masih memiliki peluang untuk meningkatkan produksi melalui pengelolaan faktor-faktor produksi yang lebih optimal.
Strategi Penguatan Daya Saing UMKM melalui Pendampingan Sertifikasi Halal, Business Model Canvas, dan Digitalisasi Pemasaran Hantoro Ksaid Notolegowo; Asnita Frida Sebayang; Nurfahmiyati Nurfahmiyati; Ria Haryatiningsih
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1206

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah pedesaan sering kali menghadapi keterbatasan dalam aspek legalitas, manajemen keuangan, serta jangkauan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendampingan terpadu yang mencakup kesiapan sertifikasi halal, Business Model Canvas (BMC), literasi keuangan syariah, dan digitalisasi pemasaran dalam meningkatkan kapasitas serta indikator daya saing UMKM di Desa Mekarmanik. Pendekatan partisipatif diterapkan kepada 14 peserta, yang terdiri dari 11 pelaku UMKM olahan pangan, Pemerintah Desa, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), dan Koperasi Rasagalor. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan deskriptif hasil pre-test dan post-test. Rata-rata nilai pre-test meningkat dari 86,67% menjadi 100% pada post-test, atau naik 13,33 poin persentase. Selain itu, peserta berhasil menyusun dokumen BMC, menerapkan pencatatan keuangan sederhana, mengoptimalkan Google Business Profile dan TikTok Shop, serta memperoleh sertifikasi halal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan terpadu menghasilkan penguatan kapasitas manajerial, legalitas, dan pemasaran digital yang mendukung daya saing UMKM secara terukur pada tingkat lokal.