Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Kelengkapan Informasi Medis Elektronik Katarak Mendukung Keakuratan Kode Diagnosa dan Tindakan di RS.X Nofri Heltiani; Anggia Budiarti; Reka Dwi Syaputra; Agusianita; Rezky Noviana; Emi Yela Utami Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4514

Abstract

Katarak adalah kekeruhan lensa yang menyebabkan penurunan ketajaman visual <6/18 yang dirasakan oleh pasien. Kelengkapan informasi medis katarak berupa hasil visus dan pemeriksaan slit lamp sangat penting dalam penegakkan diagnosa dan medukung keakuratan kode diagnosa dan tindakan yang diberikan. Keakuratan kode memengaruhi validitas data dalam pelaporan, pengambilan keputusan klinis serta pengajuan klaim pada pihak BPJS-Kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan memberikan gambaran kepada PMIK dan Coder tentang pengaruh kelengkapan informasi medis elektronik kasus katarak terhadap keakuratan kode diagnosa dan tindakan di RS.X. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan diskusi interaktif dengan sasaran Kepala Unit Kerja Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan 10 orang petugas. Hasil evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman PMIK dan Coder sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi sebesar 55% dengan rerata pretest 58.00 dan posttest menjadi 90.00. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman PMIK dan Coder tentang pentingnya kelengkapan informasi medis elektronik kasus katarak ditinjau hasil visus dan pemeriksaan slit lamp dalam mendukung kakuratan kode diagnosa dan tindakan yang diberikan.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Komunikasi Petugas Pendaftaran Rawat Jalan Di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Anggia Budiarti; Deno Harmanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 1 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i1.320

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah komunikasi, dalam hal ini jugatermasuk perilaku, tutur kata, keacuhan, senyum, sapa dan salam diawal pelayanan dan responpembicara kepada lawan bicara serta Kemudahan mendapatkan informasi dan komunikasi mendudukiperingkat yang tinggi dalam persepsi kepuasan pasien rumah sakit tidak larang walaupun pasienkeiuarga merasa outcome tak sesuai dengan harapannya,pasien/keluarga merasa cukup puas karenadilayani dengan sikap yang menghargai perasaan. Melihat gambaran tingkat kepuasan pasien terhadapkomunikasi pendaftaran rawat jalan Bengkulu. Penelitian mi merupakan penelitian deskriptif denganpendekatan cross sectional yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu dengantujuan untuk mencari kepuasan pasien pada komunikasi petugas pendaftaran rawat jalan RSUD Dr.M. Yunus Bengkulu. Dari 20 responden diketahui 12 (60%) menyatakan cukup puas terhadapkepuasan pasien dan dan 20 responden diketahui 12 (60%) menyatakan komunikasi petugas cukupbaik dan komunikasi petugas cukup baik dalam penyampaiannya komunikasi yang di gunakankomunikasi 2 arah yaitu petugas dan pasien dan mendapatkan sedikit kendala dalam komunikasi yaitukebisingan
Description of the Implementation of Pneumonia Diagnosis Coding Based on Education, Knowledge and Work Period of the Coder (Dr. M. Yunus Hospital Bengkulu) Anggia Budiarti; Deno Harmanto; Dinda Ayu
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 8 No. 2 (2023): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v8i2.422

Abstract

Coders are fully responsible for the accuracy of diagnosis coding, therefore officers must have good knowledge and high experience so that coding activities can be carried out well, based on a survey conducted by researchers at RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, pneumonia ranks 3rd out of the 10 most common illnesses in inpatients at RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, by checking the entry and exit sheets in the medical record files for those diagnosed with pneumonia, there were 11 diagnoses whose diagnosis codes were incorrect, which would hamper the claim process and would affect the quality of medical record services. The purpose of this research is to determine the knowledge and work experience of coders in carrying out codefication of pneumonia diagnoses at RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. The type of research carried out is descriptive research, namely describing the results of the data obtained. The research objects were 65 medical record files for pneumonia diagnosis and the research subjects were 5 coders. The method used is observation using a check list sheet and questionnaire sheet. Data collection uses secondary and primary data. Of the 65 medical record files for pneumonia diagnosis, 54 or (70%) had correct codes and 11 or (30%) had incorrect codes. 5 people or (100%) coders have worked for ≥3 years. 2 respondents or (40%) had good knowledge, and 3 people or (60%) officers had sufficient knowledge.