Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kelancaran Pengajuan Klaim BPJS Kasus Melahirkan di RS. X Kota Bengkulu Nofri Heltiani; Lolli Nababan
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 4 No 3 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v4i3.3906

Abstract

The smoothness of submitting BPJS claims for childbirth cases is influenced by the accuracy of the code based on ICD-10 and ICD-9CM which refers to 3 categories namely complications of delivery, method of delivery and outcome of delivery, completeness of claim file requirements and completeness of documentation. Based on observations of 10 claim files for maternity cases submitted to BPJS, it was found that 6 (60%) files were pending due to diagnoses and codes entered on medical resumes not in accordance with BPJS, 1 (10%) did not have a doctor's signature, which resulted in delays the process of paying claims to hospitals that can cause material losses. The aim of the study was to find out the smoothness of submitting BPJS claims for childbirth cases at Hospital X Bengkulu City. This type of research is observational with a quantitative descriptive design. The population of this study is 137 files with a sample of 58 files taken by simple random sampling. The data used are primary and secondary data which were analyzed univariately using the frequency distribution. The results of the research are the accuracy of the case code giving birth to 36(62.1%) files, the completeness of the claim file requirements is 55(94.8%) files and the completeness of the documentation is 56(96.6%) files, but the claim files that fail to purify must be returned to hospital for repair. It is recommended that the hospital has an internal verifier as an evaluator before the file is sent to BPJS.
Sosialisasi Kelengkapan Informasi Medis Elektronik Katarak Mendukung Keakuratan Kode Diagnosa dan Tindakan di RS.X Nofri Heltiani; Anggia Budiarti; Reka Dwi Syaputra; Agusianita; Rezky Noviana; Emi Yela Utami Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4514

Abstract

Katarak adalah kekeruhan lensa yang menyebabkan penurunan ketajaman visual <6/18 yang dirasakan oleh pasien. Kelengkapan informasi medis katarak berupa hasil visus dan pemeriksaan slit lamp sangat penting dalam penegakkan diagnosa dan medukung keakuratan kode diagnosa dan tindakan yang diberikan. Keakuratan kode memengaruhi validitas data dalam pelaporan, pengambilan keputusan klinis serta pengajuan klaim pada pihak BPJS-Kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan memberikan gambaran kepada PMIK dan Coder tentang pengaruh kelengkapan informasi medis elektronik kasus katarak terhadap keakuratan kode diagnosa dan tindakan di RS.X. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan diskusi interaktif dengan sasaran Kepala Unit Kerja Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan 10 orang petugas. Hasil evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman PMIK dan Coder sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi sebesar 55% dengan rerata pretest 58.00 dan posttest menjadi 90.00. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman PMIK dan Coder tentang pentingnya kelengkapan informasi medis elektronik kasus katarak ditinjau hasil visus dan pemeriksaan slit lamp dalam mendukung kakuratan kode diagnosa dan tindakan yang diberikan.
Sosialisasi Hasil Perancangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Praktik Dokter Mandiri Berbasis Desktop di Kota Lubuk Linggau Khairunnisyah Khairunnisyah; Reski Noviana; Nofri Heltiani
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2026): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/bvjb8a10

Abstract

Pelayanan kesehatan pada pasien di Praktik Dokter Mandiri dr. Martin Tambun masih dilakukan secara manual sehingga berdampak tidak efektif dan tidak efisien keberlangsungan pelayanan kesehatan, serta informasi yang dilaporkan kurang lengkap dan beresiko kurang tepat. Untuk itu telah dilakukan perancangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan berbasis desktop melalui penelitian, namun hasil penelitian tersebut belum disosialisasikan kepada pihak klinik sehingga aplikasi tersebut belum dimanfaatkan oleh Praktik Dokter Mandiri dr. Martin Tambun. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan workshop kepada petugas kesehatan Praktik Dokter Mandiri. Jenis Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sosialisasi dan workshop melalui tahapan persiapan, pelakasanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan 12 orang peserta mengikuti workshop di aula Praktik Dokter Mandiri. Hasil menunjukkan peserta workshop memberikan tanggapan bahwa SIMKES Praktik Dokter Mandiri berbasis desktop mudah untuk dipahami dan digunakan sehingga menimbulkan minat yang tinggi bagi peserta untuk mengimplementasikannya.
Impelementasi Perancangan Aplikasi Pendaftaran Pasien Non-JKN Berbasis Website di Klinik Mutiara Pratama Ismail Arifin; Nofri Heltiani; Parwito Parwito
JURNAL BESEMAH Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/2h4ws165

Abstract

Pendaftaran pasien Non-JKN di Klinik Mutiara Pratama masih dilakukan secara manual sehingga berdampak tidak efektif dan tidak efisien keberlangsungan pendaftaran pasien, serta informasi yang dilaporkan kurang lengkap dan beresiko kurang tepat. Untuk itu telah dilakukan perancangan aplikasi pendaftaran pasien Non-JKN berbasis website melalui penelitian, namun hasil penelitian tersebut belum disosialisasikan kepada pihak klinik sehingga aplikasi tersebut belum dimanfaatkan oleh klinik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada petugas kesehatan pendafataran pasien Non-JKN. Jenis Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan melalui tahapan persiapan, pelakasanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan 12 orang peserta mengikuti pelatihan di aula klinik. Hasil menunjukkan peserta pelatihan memberikan tanggapan bahwa aplikasi pendaftaran pasien Non-JKN berbasis website mudah untuk dipahami dan digunakan sehingga menimbulkan minat yang tinggi bagi peserta untuk mengimplementasikannya.
Mapping the Distribution of Pulmonary TB Cases Using ArcView GIS 3.3 in the Working Area of ​​Penurunan Community Health Center, Bengkulu City Ismail Arifin; Nofri Heltiani
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jd9jfb46

Abstract

Problem: Tuberculosis (TB) remains one of the top ten causes of death worldwide. Bengkulu City, particularly the service area of Penurunan Public Health Center, has experienced an increase in pulmonary TB cases over the past two years. The lack of spatial-based data hinders the identification of priority intervention areas. Objective: The spatial distribution of pulmonary TB cases based on age, gender, and location in the working area of Penurunan Health Center using ArcView GIS 3.3. Methods: This study employed a descriptive quantitative design with a spatial analysis approach. Secondary data were obtained from medical records for 2023–2024 and analyzed using univariate methods. The sample included all pulmonary tuberculosis (TB) cases from four villages in the working area of Penurunan Public Health Center. Result: The number of cases increased from 10 (2023) to 23 (2024). Most cases occurred in males (60.6%) and in the 25–34 and ≥45 year age groups. The highest case concentrations were found in Penurunan and Belakang Pondok villages. The priority map identified Penurunan as a very high-priority area. Recommendation: Routine mapping by the health center and the development of an integrated spatial system by the City Health Office are recommended. Future research should cover a wider geographical scope and utilize more modern GIS software
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN PRAKTIK DOKTER MANDIRI BERBASIS DESKTOP DI dr. MARTIN TAMBUN KOTA LUBUK LINGGAU Khairunnisyah Khairunnisyah; Reski Noviana; Nofri Heltiani
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/mndc2t74

Abstract

Pelayanan kesehatan di Praktik Dokter Mandiri dr. Martin Tambun Kota Lubuk Linggau masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan data pasien, dokter, user, obat, transaksi, hingga rekam medis dan laporan. Sistem manual ini menimbulkan kendala berupa lambatnya pelayanan, risiko kesalahan pencatatan serta kesulitan pencarian data sehngga berdampak pada rendahnya efisiensi dan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) berbasis desktop guna meningkatkan efisiensi pelayanan pasien. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model pengembangan waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, perancangan, pengujian dan implementasi. Sistem dibangun dengan Microsoft Visual Basic 6.0 dan database Microsoft Access. Pengujian ini dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing untuk memastikan fungsional setiap fitur. Hasil penelitian menunjukkan sistem yang dihasilkan memiliki fitur login, menu utama, registrasi pasien, data dokter, data user, data obat, transaksi, rekam medis dan laporan. Hasil uji menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai rancangan, mempercepat proses input data, meningkatkan akurasi serta mempermudah pencarian dan penyajian informasi pasien. Sistem yang telah dirancang masih memiliki keterbatasan, antara lain belum tersedianya fitur cetak laporan dan intregasi berbasis web atau mobile. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlakukan agar sistem dapat mendukung pelayanan yang lebih optimal.
TINJAUAN KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG RAWAT INAP MAWAR KE BAGIAN ASSEMBLING DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA : TINJAUAN KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS DARI RUANG RAWAT INAP MAWAR KE BAGIAN ASSEMBLING DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA Zakiatul Hasanah; Liza Putri; Nofri heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.343

Abstract

Masalah:Keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawar ke bagian assembling, yang di sebabpakan ketidaklengkapan pengisisan formulir pasien rawat inap. Tujuan:Untuk mengetahui gambaran keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruangan rawat inap Mawar kebagian assembling di Rumah Sakit Bhayangkara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitudengan cara deskriptif kuantitatif. sampel dalam penelitian ini adalah141 berkas rekam medis dan 12 orang petugas perawat di ruang rawat inap mawar. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis penelitian menggunakan analisis univariatyaitu untuk menjelaskan atau mendeskrpsikan karakteristik masing-masing variabel. Penyajian data penelitian ini menarasikan kepatuhan petugas perawat dan petugas rekam medis, pelaksanaan pengembalian berkas rekam medis berdasarkan SOP dan material. Hasil:Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan di Rumah Sakit Bhayangkara dari 12 petugas perawat di ruang rawat inap mawar yang tidak patuh sebanyak 3 (25%), dalam pengembalian berkas rekam medis rawat inap ke bagian assembling.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan SOP Pendistribusian di Rumah Sakit Bhayangkara, dari 8 item SOP pendistribusian tersebut terdapat 1(12,5%) item yang tidak terlaksanakan dengan baik. 1 item yang belum dilaksanakan dengan baik terdapat pada waktu pengembalian berkas rekam medis tepat waktu 1x24 jam.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan di Rumah Sakit Bhayangkara dari 141 Berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawar yang tidak lengkap sebanyak 24 (17%). Kesimpulan: Jadi pada penelitian ini masih terdapat keterlambatan pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap mawarkebagian assembling yang disebabkan salah satunya ketidaklengkapandan kepatuhan dalam pengisian formulir rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara. Kata kunci: Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis, assembling, kepatuhan.
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Rujukan Pasien Di Puskesmas X Kota Bengkulu Khairunnisyah Khairunnisyah; nofri heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 7 No. 2 (2022): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v7i2.370

Abstract

Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Salah satu pelayanan yang ada dalam sistem pelayanan puskesmas adalah pelayanan rujukan pasien. Sistem rujukan adalah sistem yang dikelola secara strategis, proaktif, pragmatif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komperensif bagi masyarakat yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi rujukan pasien di puskesmas X, permasalahan dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi di lapangan, wawancara kepada petugas rekam medis yang bertugas dalam proses pembuatan rujukan pasien serta pelaporan rujukan pasien dan studi pustaka yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang di kaji. pengembangan perangkat lunak menggunakan metode waterfall. Sedangkan perancangan sistem informasi menggunakan pemodelan DFD (Data Flow Diagram) yang di implementasikan dengan menggunakan Bahasa pemrograman Microsoft Visual Studio 2010 dan Microsoft Acces 2016 sebagai database. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan beberapa masalah mengenai pelaporan rujukan pasien di puskesmas X yaitu rekapitulasi pasien yang dirujuk di puskesmas X setiap harinya di rekap dengan cara menghitung jumlah pasien yang dirujuk, proses penyusunan laporan yang masih kurang efisien karna harus di rekap ulang kedalam Microsoft Excel, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyajkan informasi
Accuracy of Writing Diagnosis and Accuracy of Gastroenteritis Codes Dwi widyawati; Nofri Heltiani; Andriansyah -
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 1 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i1.506

Abstract

Accurate diagnosis coding according to ICD-10 to assign accurate diagnosis codes for inpatients also requires additional information such as laboratory results to be taken into account. The results of initial observations made on 10 medical resume sheets for gastroenteritis cases showed that 3 (30%) had accurate diagnosis codes and 7 (70%) had inaccurate diagnosis codes. This can affect the quality of data, information and reports as well as the accuracy of rates for general patients and INA-CBG'S rates which are used as a payment method for BPJS patients so that it can have an impact on reducing the quality of hospital services. This research aims to determine the accuracy of writing diagnoses and the accuracy of gastroenteritis codes for inpatients at Rafflesia Hospital in 2023. The type of research used is descriptive research with a cross sectional method. The population in this study was 214 medical record files for inpatient gastroenteritis cases in 2022 with a sample of 140 files using a simple random sampling technique. The research data used is secondary data which was processed univariately. The results of this study were that from 140 inpatient gastroenteritis medical record files, 100(100%) had the results of supporting examinations but they did not match the diagnosis written on the patient's medical resume because in writing the diagnosis it was not stated whether the gastroenteritis was infected or non-infected, 29(21% ) writing the diagnosis correctly, 43(31%) wrote the diagnosis incorrectly because they used Indonesian and 68(48%) wrote the diagnosis incorrectly because they used non-standard abbreviations and 69(49%) had an accurate diagnosis code and 71(51%) Inaccurate diagnosis code because there is no 4th character.
valuation of the Hospital Service Indicator Reporting Application at Hospital X Ismail Arifin; Nofri Heltiani; Khairunnisyah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 10 No. 1 (2025): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v10i1.742

Abstract

Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2022 concerning Medical Records states that every health service must conduct electronic medical record activities, one of which is reporting hospital service indicators. Hospital X's reporting application has not been fully implemented and utilized. This is because it only provides menus for BOR and AvLOS indicators, resulting in calculations using the application differing from manual calculations. The purpose of this study was to evaluate the Hospital Service Indicator Reporting Application at Hospital X in 2024. This study was qualitative with a phenomenological approach. The subjects were medical records and IT staff, as well as the reporting application participants. The data used in this study were primary data, using interview guidelines and observation sheets. The data were then processed and analyzed univariately. The results of this study show that there is a difference in the number of beds between the BOR and AvLOS indicator menus in the reporting application and the Decree of the Director of Hospital X, resulting in differences in the calculation results of Hospital service indicators based on the 2006 Indonesian Ministry of Health which can result in errors in decision making, while the TOI and BTO indicator menus are not yet available so it is necessary to develop a Hospital reporting system design.