Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KOPI (STUDI KASUS: KOPI RIGIS) Ferdi Iskandar; Harun Al Rasyid; Puspita Yuliandari; Erdi Suroso
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7231

Abstract

BUMDes Kampung Kopi merupakan usaha milik desa yang dimiliki oleh Desa Rigis Jaya. Usaha ini dikelola oleh warga setempat yang saat ini berfokus pada pengolahan kopi milik warga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode EOQ sebagai metode pengendalian persediaan bahan baku perusahaan dan melakukan peramalan persediaan bahan baku untuk tahun 2022 dan 2023. Metode EOQ memberikan data pemesanan bahan baku ekonomis pada tahun 2019 sebesar 363 kg, tahun 2020 sebesar 340 kg, dan tahun 2021 sebesar 454 kg. Persediaan pengaman pada tahun 2019 sebesar 21,48 kg, tahun 2020 sebesar 15,39 kg, dan tahun 2021 sebesar 10,12 kg. Titik pemesanan kembali pada tahun 2019 sebesar 32,04 kg, tahun 2020 sebesar 24,54 kg, dan tahun 2021 sebesar 24,81 kg. Jarak waktu antar pesanan tahun 2019 adalah 34 hari, tahun 2020 adalah 37 hari, dan tahun 2021 adalah 31 hari. Metode EOQ memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar Rp 10.382,89 pada tahun 2019, Rp 20.658,91 pada tahun 2020, dan Rp 15.224,66 pada tahun 2021. Peramalan persediaan bahan baku memberikan data perkiraan jumlah permintaan bahan baku pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar 4.444,5 kg.
STRATEGI PEMASARAN USAHA DIMSUM (STUDI KASUS DI DIMSUM MORESTO BANDAR LAMPUNG) Arinda Novela Putri; Erdi Suroso; Puspita Yuliandari; Tanto Pratondo Utomo; Muhammad Nur
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6360

Abstract

Dimsum Moresto merupakan salah satu usaha kuliner yang perlu menetapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat bersaing unggul. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang terdapat pada Usaha Dimsum Moresto; 2) menyusun alternatif strategi pemasaran Usaha Dimsum Moresto dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Metode yang digunakan adalah analisis SWOT. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, menganalisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation), menentukan matriks posisi, dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi kekuatan utama yaitu kualitas dan rasa yang baik, kelemahan utama yaitu kegiatan promosi yang belum optimal, peluang utama yaitu ketertarikan masyarakat terhadap dimsum semakin banyak, dan ancaman utama yaitu pesaing yang lebih inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startegi pemasaran yang tepat untuk diterapkan oleh Usaha Dimsum Moresto yaitu strategi SO (Strength-Opportunity). Alternatif strategi yang dapat digunakan yaitu 1) meningkatkan kualitas produk dimsum; 2) memperluas sistem waralaba khususnya keluar Lampung; 3) meningkatkan intensitas promo menarik melalui aplikasi delivery online.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA CV VANANA JAYA SINERGI MENGGUNAKAN METODE BUSINESS MODEL CANVAS (BMC), SWOT DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) Nadia Ayu Wulandari; Tanto Pratondo Utomo; Puspita Yuliandari; Dewi Sartika
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6377

Abstract

CV Vanana Jaya Sinergi merupakan perusahaan yang berfokus pada produk makanan ringan kekinian khas Lampung. CV Vanana Jaya Sinergi telah berdiri selama 4,5 tahun dan mengalami beberapa masalah diantaranya penjualan yang tidak stabil, masalah internal dan model bisnis yang belum matang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat gambaran model usaha CV Vanana Jaya Sinergi dengan pendekatan Business Mode Canvas (BMC), merumuskan strategi alternatif pengembangan usaha yang sesuai melalui analisis SWOT setiap elemen BMC dan menentukan strategi alternatif prioritas utama dalam perbaikan model bisnis CV Vanana Jaya Sinergi dengan metode QSPM. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan kuesioner yang diberikan kepada empat responden yang paham dengan kondisi internal perusahaan. BMC dianalisis berdasarkan faktor customer segments, value propositions, channels, customer relationship, revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Total skor yang didapatkan dari hasil analisis matriks IFE adalah 0,730 dan matriks EFE adalah 1,013. Hasil analisis matriks IE menunjukkan bahwa perusahaan menempati posisi kuadran satu yaitu menerapkan growth-oriented strategy. Hasil matriks SWOT didapatkan 12 alternatif strategi pengembanagan usaha. Strategi alternatif prioritas utama yang terpilih dalam mengembangkan dan meningkakan pemasaran adalah mempertahankan hubungan baik dengan reseller dengan nilai STAS sebesar 12,012.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut Puspita Yuliandari; Erdi Suroso; Latifa Indraningtyas; Sugiharto, Ribut; Elhamida Rizkiea Amin; Supiatun; Tawarina Br. Siregar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53701

Abstract

Proses pemasakan dan kristalisasi gula semut, selama ini masih dilakukan dengan metode konvensional. Metode tersebut memiliki kelemahan karena gula yang dihasilkan mengandung kadar air yang tinggi dan memerlukan waktu untuk proses pembuatan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi dan menganalisis mesin semi otomatis gula semut untuk menghasilkan gula semut dengan kadar air yang lebih rendah. Alat yang digunakan adalah Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari frekuensi dan kecepatan pengaduk. Perlakuan kontrol mesin meliputi kecepatan pengaduk dengan penambahan inverter, alat pengaduk, blower (pengganti kipas), dan alat penggerus dengan perlakuan pengaturan 3 (tiga) frekuensi yaitu 20 Hz, 30 Hz, dan 40 Hz dan kecepatan putaran alat pengaduk yaitu 12 rpm, 18 rpm dan 24 rpm. Kedua perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Pengujian mesin menggunakan bahan baku nira kelapa sebanyak 20 l. Peubah dilakukan dengan memperhitungkan penurunan kadar air, kecepatan pengaduk, torsi, kecepatan bahan bakar (LPG), dan biaya listrik. Modifikasi mesin pemasak semi otomatis dengan perubahan kipas menjadi blower dan penambahan inverter menghasilkan durasi pemasakan yang lebih cepat dibanding mesin pemasak sebelum modifikasi. Waktu yang digunakan mesin pemasak setelah modifikasi adalah 119,7 menit pada proses evaporasi dan 12 menit pada proses kristalisasi, sedangkan sebelum modifikasi, waktu yang digunakan untuk proses evaporasi adalah 150 menit dan 40 menit pada proses kristalisasi. Kadar air yang dihasilkan setelah modifikasi berkisar 2,17 – 2,81 % sedangkan sebelum modifikasi 2,96 – 4,56 %. Selain itu, ukuran partikel gula semut yang dihasilkan jauh lebih seragam dimandingkan dengan mesin pemasak sebelum modifikasi (berbentuk bongkahan).