Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Nelayan melalui Program Transformasi Berkala dengan Pendekatan Edukasi Justice for Ecology Untuk Peningkatan Kualitas Hidup dan Ekonomi Adnyani, Ni Ketut Sari; Wirawan, I Made Agus; Wiratini, Ni Made; Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi; Pratiwi, Ni Kadek Mira
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85904

Abstract

Permasalahan utama mitra meliputi ketergantungan hasil tangkapan ikan terhadap musim dan belum optimalnya pengelolaan garam lokal menjadi produk konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan kapasitas produksi dan manajemen sumber daya pesisir melalui pendekatan edukatif dan aplikatif berbasis teknologi, serta menumbuhkan kesadaran ekologis nelayan dalam mendukung praktik berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan desain Participatory Rural Appraisal (PRA). Subjek dalam penelitian ini adalah 25 anggota kelompok nelayan aktif, termasuk pengolah hasil tangkapan dan pengelola tambak garam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, FGD, dan kuesioner. Instrumen kuesioner dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan produksi, pencatatan usaha, pemasaran, dan pemahaman ekologi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitasi rumpon dan transfer teknologi filtrasi mampu menciptakan sumber produksi alternatif; pelatihan pembukuan digital melalui aplikasi XAMPP meningkatkan ketertelusuran usaha; strategi pemasaran berbasis teknologi memperluas jangkauan pasar dari 3 menjadi 7 lokasi; serta edukasi justice for ecology berhasil membentuk perubahan mindset mitra terhadap pentingnya konservasi laut. Disimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif berbasis PRA efektif dalam memberdayakan mitra nelayan baik dalam aspek produksi, manajemen usaha, maupun pelestarian ekosistem. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dirancang berbasis kebutuhan lokal.
Pengembangan Tes Literasi Sains Berkonteks Socio-Scientific Issues (SSI) untuk Siswa SMP Diantari, Rai Putri; Tika, I Nyoman; Wiratini, Ni Made
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12345

Abstract

This study aims to develop a scientific literacy test with an SSI context to measure the scientific literacy skills of junior high school students. This study refers to the design research model by Plomp and Nieven, consisting of preliminary research, development or prototyping phase, and evaluation phase. This research is limited to the development phase. In the preliminary study phase, needs analysis, context analysis, preparation of the initial test design, test item development, test validation, and revision were conducted. In the development phase, a limited trial was conducted to evaluate the test's practicality and a field trial to evaluate item validity, discriminatory power, distractor quality, and test reliability. The developed test is in the form of multiple-choice items with 4 answer options. The scientific literacy competencies measured in the test refer to the PISA 2025 framework. A total of 10 SSI issues relevant to the science material of phase D of the independent curriculum were used as question stimuli. Expert validation was analyzed using Gregory obtained a score of 1.00 indicating the test has very high validity in terms of content, construct, and language. The test is in the very practical category. The field trial involved 100 ninth-grade students. The item validity results showed 28 valid items and 2 invalid items. The discrimination index of all items met the good criteria. All distractors in each item were accepted and functional. The reliability of the test script was 0.911, which is in the very good category. These results indicate that the test can be used to measure the scientific literacy skills of junior high school students.
Naskah Kebijakan Penguatan dan Inovasi Pendidikan Tinggi Hindu: Rekomendasi Kebijakan untuk Modernisasi Kurikulum, Pelestarian Budaya dan Reformasi System Pendidikan Ni Made Wiratini
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 11 No 01 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v11i01.4467

Abstract

Hindu higher education in Indonesia plays an important role in maintaining cultural diversity and introducing spiritual values that can be adapted in the context of globalisation. However, the challenges of curriculum modernisation and cultural preservation are major issues in the development of Hindu higher education. This research aims to provide policy recommendations that can address these issues, focusing on three main aspects: curriculum modernisation, cultural preservation, and education system reform. Modernisation of the Hindu higher education curriculum needs to be done by integrating the latest science and technology, and adjusting to the needs of the labour market and social developments. In addition, the preservation of Hindu culture should be an integral part of the curriculum to ensure that students not only gain academic knowledge, but also a deep understanding of Hindu traditions and noble values. Reform of the higher education system needs to include improving the quality of teaching, facilities, and accessibility of education for all levels of society. These policy recommendations are expected to provide a solid foundation for Hindu higher education that is sustainable, inclusive, and relevant to the challenges of the times. Through a comprehensive and innovative approach, Hindu higher education can play a role in producing the next generation that is able to maintain cultural identity while adapting to global demands.  
Pemberdayaan Mitra Segara Baruna Tianyar dalam Pengelolaan Garam Laut untuk Peningkatan Usaha dan Kesejahteraan Adnyani, Ni Ketut Sari; Wiratini, Ni Made; Wirawan, I Made Agus; Putra, I Made Dwi Cahya Prayogi; Pratiwi , Ni Kadek Mira
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan mitra Kelompok Petani Garam Segara Baruna Tianyar adalah mampu memproduksi garam krosok, namun belum mampu di pasarkan secara luas mengingat kandungan yodiumnya belum diketahui dan belum ada program pengabdian yang memfasilitasi mitra dalam hal transfer iptek pelatihan dan pendampingan produksi garam. Permasalahan di bidang produksi: kapasitas produksi garam krosok melimpah namun karena kandungan yodium belum diketahuin jadi belum bisa diproduksi secara massal; di bidang manajemen: pengelolaan usaha masih sifatnya pola manajemen kelompok yang belum jelas distribusi tugas dan pembukuan usaha masih diinput manual berpengaruh terhadap ketidakterukuran omset mitra. Metode pemecahan: sosiologi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi keberlanjutan program. Hasil-hasil temuan: bahwa Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Desa Tianyar meningkatkan penyadaran dengan memotivasi dan bersosialisasi dengan petani untuk secara kolektif menyadari kemampuan dan potensi yang ada untuk memperbaiki taraf hidup, misalnya di bidang produksi, membantu mitra dalam tahapan inovasi produksi proses iodisasi garam untuk pengecekan kadar yodium di laboratorium oleh tim dari pendidikan Kimia, selanjutnya hasil dipraktikkan ke mitra. Bidang manajemen: pengelolaan manajemen usaha: pembentukan merek dagang, dan pengelolaan legalitas produk, meliputi sertifikasi BPOM, dan kepatuhan SNI. Di bidang pemasaran: pelatihan dan pendampingan ditigitalisasi marketing melalui media IG dan Facebook. Pemberdayaan petani garam Segara Baruna Tianyar dalam menigkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan berbagai program pelatihan, bimbingan berwirausaha, kelengkapan sapras. Upaya mitra dilakukan untuk mendorong adanya peningkatan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan sumberdaya manusia, memperkuat permodalan, meningkatkan manajemen usaha dan memperluas pemasaran.
Pengelolaan Pesisir Tianyar Mengedepankan Pendekatan Nonkonfrontatif Berbasis Tri Hita Karana Mendukung One Map Policy Adnyani, Ni Ketut Sari; Wiratini, Ni Made; Suryana, Kadek Dedy
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7258

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis penyusunan kebijakan konservasi SDA dalam merespon degradasi kawasan pesisir Desa Tianyar, Bali. Untuk mengetahui mekanisme program kerja kemitraan kerjasama dalam mengatasi degradasi kawasan pesisir Tianyar, Bali melalui penguatan kelembagaan sosial Yayasan Yowana Bhakti Segara. Dukungan Pemerintah desa, desa adat dan masyarakat Tianyar. Jenis penelitian lapangan, sumber data primer, sekunder dan tersier. Informan, responden ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data, meliputi studi dokumen, observasi, wawancara, angket/kuisioner. Analisis SWOT melalui tahapan FGD, Uji Ahli dan Uji Publik formulasi kebijakan dan finalisasi kebijakan. Hasil temuan penting penelitian bahwa kebijakan satu peta pengelolaan kawasan pesisir dengan pendekatan nonkonfrontatif berbasis Tri Hita Karana  relevan dalam merespon persoalan degradasi kawasan pesisir Tianyar dengan program konservasi berkala melalui pelibatan komunitas konservasi yang terdiri dari kelompok nelayan di bawah koordinasi Yayasan Yowana Bhakti Segara, Pemerintah Desa Tianyar dan Desa Adat. Sinergi pendekatan nonkonfrontatif berbasis Tri Hita Karana mendukung One Map Policy menitikberatkan pada nilai-nilai spiritual dan sosial dalam pengelolaan sumber daya pesisir, memastikan pemanfaatan yang bijaksana, partisipasi masyarakat yang aktif, serta menjaga kelestarian lingkungan laut dan pantai. Rancangan kebijakan one map policy dengan pendekatan nonkonservatif berbasis Tri Hita Karana memberikan dampak bagi penguatan kelembagaan melalui kerjasama kemitraan antara Yayasan Yowana Bhakti Segara, Pemerintah Desa Tianyar, Desa Adat dan masyarakat untuk dibukakan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan wilayah pesisir Tianyar. keterlibatan masyarakat tersebut meliputi pengusulan RZWP-3-K pada proses perencanaan, pelaksanaan pengelolaan wilayah pesisir berbasis kearifan lokal, pengawasan berbasis masyarakat, serta keterlibatan masyarakat pada proses evaluasi. Rakomendasi kebijakan ini semestinya diakomodasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karangasem dalam pemetaan kawasan zonasi konservasi kawasan pesisir di Kabupaten Karangasem Bali melalui keterlibatan purbisipasi publik.