Penelitian ini berangkat dari kurang optimalnya keterlibatan perempuan dalam politik. Meskipun perempuan memiliki kemampuan sosial yang baik, seperti dalam interaksi sehari-hari maupun di dunia digital, partisipasi mereka dalam politik masih rendah. Akses informasi dan pengetahuan mendukung kemampuan bersosialisasi perempuan, namun, keterlibatan mereka dalam politik, termasuk diskusi terkait pemilu dan kepanitiaan pemilu, tetap minim. Walaupun mereka kerap menggunakan hak pilih saat pemilu, peran mereka dalam pembahasan isu-isu pemilu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi politik perempuan serta kaitannya dengan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Pesisir Selatan, dan metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel sebanyak seratus orang dipilih dengan menggunakan teknik Multistage Random Sampling dari populasi penelitian yang terdiri dari wanita berusia 17-66 tahun. Dengan menggunakan korelasi Pearson dan statistik deskriptif, data diperiksa setelah dikumpulkan melalui kuesioner. Berdasarkan temuan penelitian, keterlibatan politik perempuan pada Pilpres Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2024 hanya sebesar 34,12%, persentase yang rendah. Nilai Korelasi Pearson sebesar 0,197 dan tingkat signifikansi 0,050, yang tidak signifikan secara statistik, menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara keterlibatan politik dan tingkat pendidikan. Pada saat yang sama, terdapat hubungan negatif yang sangat lemah (nilai asosiasi Pearson -0,142, tingkat signifikansi 0,159), yang juga tidak signifikan secara statistik, antara jenis pekerjaan dan aktivitas politik