p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Warta AKAB JPM-AKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Warta AKAB

STUDI PENGARUH JENIS WARNA, DAN WAKTU OZONASI TERHADAP PENURUNAN KEKERUHAN PEWARNA Rosalina Rosalina
Journal Warta AKAB Vol 42, No 2 (2018): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v42i2.108

Abstract

Penurunan kualitas air disebabkan adanya zat pengotor berupa warna di lingkungan perairan yangmenyebabkan sinar matahari tidak bisa masuk sehingga menyebabkan fotosintesis tidak terjadi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengolahnya dengan mengunakan oksidator kuat seperti ozon (O3). Ozon menghasilkan radikal hidroksil (OH-) yang akan bereaksi dengan senyawa organik dan anorganik sehingga dapat menghilangkan zat warna organik maupun anorganik dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis zat warna dan lama waktu ozonisasi untuk menghilangkan warna dan menurunkan kekeruhan pewarna dalam air. Penelitian menggunakan tiga jenis zat warna alami dari daun bayam, kunyit dan cabai serta pewarna tekstil hijau, kuning dan merah. Waktu pengamatan dibagi dalam interval waktu 15 menit sekali selama 2 jam. Hasil Penelitian menunjukkan pewarna cabe merah membutuhkan waktu paling lama (130 menit) untuk menurunkan kekeruhan dengan persen penurunan sebesar 93,20% sedangkan waktu yang paling cepat adalah pewarna merah tekstil dengan waktu 45 menit dan persen penurunan kekeruhan 97,65%.
UJI KUALITAS PUPUK KOMPOS SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN METODE AEROB Effective Microorganisms 4 (EM4) DAN Black Soldier Fly (BSF) Rosalina Rosalina; Rossetha Pracahyani; Naliawati Prastiya Ningrum
Journal Warta AKAB Vol 44, No 2 (2020): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v44i2.9

Abstract

Sampah organik hijau rumah tangga merupakan sisa hasil pembuangan dari sisa aktivitas ibu rumah tangga di dapur yang terdiri berupa sampah organik hijau (sisa sayur-sayuran dan buahan-buahan dari dapur) Permasalahan timbulan sampah rumah tangga yang menyebabkan bau dan penyakit yang dapat dikurangi dengan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi kompos yang dapat berperan untuk kesuburan tanah. Kompos adalah hasil penguraian bahan organik yang dibantu oleh mikroorganisme pengurai dalam kondisi lingkungan yang hangat, dan lembab. Pengomposan yang dilakukan pada percobaan ini yaitu pengomposan aerobik dengan aktivator EM4 (Effective Microorganism 4) dan pengomposan menggunakan larva BSF (Black Soldier Fly). Tujuan percobaan untuk menguji dan mengetahui kualitas kompos dengan metode BSF dan metode EM4. Kualitas pupuk kompos tersebut akan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik (SNI 19-7030-2004). Percobaan dibagi menjadi tiga yaitu persiapan meliputi Persiapan larva BSF dan pembuatan larutan EM4, membuat kompos dan analisis kompos dengan parameter pH, suhu, warna dan bau, C-organik, N-organik, ratio C.N, dan kadar air,. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, hasil uji kualitas kompos BSF dan kompos aktivator EM4 sudah memenuhi parameter warna, bau, suhu, kadar air, kadar nitrogen dan rasio C/N, sedangkan parameter yang belum memenuhi SNI 19-7030-2004 yaitu pH dan kadar karbon. Berdasarkan parameter dan baku mutu pada SNI 19-7030-2004 dan waktu proses pengomposan maka kompos BSF lebih baik dari kompos aktivator EM4.
Pengolahan Logam Berat Kromium dalam Limbah Cair Laboratorium dengan Metode Koagulasi, Adsorpsi, dan Ozonasi Aynuddin Aynuddin; Rosalina Rosalina
Journal Warta AKAB Vol 46, No 2 (2022): Warta AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v46i2.102

Abstract

Kromium (VI) merupakan unsur logam berat yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu sumber limbah kromium (VI) yaitu limbah laboratorium. Penelitian mengenai kombinasi metode koagulasi, adsorpsi, dan ozonasi belum banyak diteliti, terutama spesifik tentang penyisihan kromium (VI). Kombinasi proses koagulasi dan adsorpsi menggunakan aluminium sulfat dan organoclay serta ozonasi berpotensi dilakukan untuk penyisihan kromium (VI). Tujuan penelitian yaitu untuk: (1) menganalisis kondisi optimum proses koagulasi, adsorpsi dan ozonasi dalam mengolah limbah kromium (VI) yang berasal dari laboratorium, dan (2) mengukur efisiensi proses penyisihan kromium (VI) dengan proses koagulasi, adsorpsi, dan ozonasi. Penetapan kromium (VI) dilakukan dengan metode spektrofotometri. Hasil percobaan menunjukkan  kondisi optimum pengolahan limbah kromium (VI) dengan aluminium sulfat yaitu pada pH 8 dan dosis 1,5 g/L; sementara kondisi optimum untuk pengolahan dengan organoclay yaitu pada pH 4 dan dosis 2 g/L; ozonasi paling optimum pada pH 4 dengan durasi 1 jam. Penyisihan kromium (VI) dengan koagulan aluminium sulfat memberikan efisiensi pengolahan yang lebih baik (33,47%) dibandingkan dengan organoclay (7,65%) dan ozonasi (0,65%). Meskipun demikian kombinasi perlakuan organoclay dan ozonasi memberikan efisiensi yang sangat signifikan (94,77%).