M. Ilmil Zawawi
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pemasaran Madrasah Ibtidaiyah di Jember Jawa Timur M. Ilmil Zawawi; Zainal Abidin
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/leaderia.v3i1.166

Abstract

The purpose of this article is to reveal the positioning, differentiation, and brand of Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary Schools) Nurul Islam 02 Balung Jember in the context of competition with other Elementary Schools/Islamic Elementary Schools. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data was obtained by observation, interviews, and document review. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion. This study reveals: First, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 02 Balung Jember establishes its positioning as a madrasa that is superior, religious, and has character according to local wisdom. Second, there are two differentiations highlighted by Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 02 Balung Jember: image differentiation with A Accreditation and program differentiation with religious programs. Third, the brand built by Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 02 Balung Jember is excellence with Accreditation A and strengthening aqidah and amaliyah ubudiyah ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah. Tujuan artikel ini adalah mengungkap positioning, diferensiasi, dan brand Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 02 Balung Jember dalam konteks persaingan dengan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan reviu dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/simpulan. Penelitian ini mengungkap: Pertama, MI Nurul Islam 02 Balung Jember menetapkan positioning dirinya sebagai madrasah yang unggul, religius, dan berkarakter sesuai kearifan lokal. Kedua, ada dua diferensiasi yang ditonjolkan oleh MI Nurul Islam 02 Balung Jember: diferensiasi citra dengan Akreditasi A dan diferensiasi program dengan program-program keagamaan. Ketiga, brand yang dibangun oleh MI Nurul Islam 02 Balung Jember adalah keunggulan dengan Akreditasi A dan penguatan aqidah dan amaliyah ubudiyah ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Menanggapi Kebutuhan Siswa Berkebutuhan Khusus Isnaini Rodiah Luthfi; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6247

Abstract

Pendidikan inklusif menekankan pentingnya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa guru masih menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan belajar ABK, menyesuaikan strategi pembelajaran, serta mengelola kelas yang heterogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pelatihan guru dalam konteks pendidikan inklusif serta mengkaji strategi pengembangan kapasitas yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merespons keberagaman peserta didik secara efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap literatur yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Dari lebih dari 80 artikel yang diidentifikasi, sepuluh literatur utama dipilih berdasarkan relevansi dengan kompetensi guru, pembelajaran diferensiatif, dan penanganan ABK. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru memiliki sikap positif terhadap inklusi, tetapi masih kurang dalam keterampilan praktis, seperti modifikasi kurikulum, asesmen kebutuhan siswa, dan penerapan strategi pembelajaran adaptif. Selain itu, keberhasilan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara guru kelas, guru BK, dan pihak sekolah serta dukungan sistem manajerial yang memadai. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru tidak dapat dilakukan secara umum, melainkan harus melalui model pelatihan yang terarah, aplikatif, dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, pengembangan profesional guru yang komprehensif dan sistematis menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas praktik pendidikan inklusif secara berkelanjutan.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN ETIKA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH YANG BERKUALITAS Vindi Yunita Putri; Imron Fauzi; M. Ilmil Zawawi
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9kvnqw36

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic education in strengthening the professional ethics of Madrasah Ibtidaiyah teachers. Using a literature review method, this research systematically examines books, scientific articles, regulations, and previous studies related to teacher ethics, professionalism, and the values of Islamic education. The findings show that Islamic education provides a strong moral foundation, such as trustworthiness, justice, responsibility, and exemplary behavior, which significantly shape the ethical conduct of teachers in carrying out their professional duties. Teachers who internalize these values are able to consistently apply ethical principles, build positive pedagogical relationships, and improve the quality of learning. The study also identifies several challenges, including teachers’ limited understanding of the code of ethics and the lack of institutional support in the form of ongoing training. These conditions indicate that strengthening teacher ethics requires spiritual development and structured institutional programs. Overall, the study concludes that Islamic education serves as a substantive and practical framework for enhancing teacher professionalism. Further research is recommended to use empirical approaches, such as qualitative studies or case studies, to provide a deeper depiction of the implementation of teacher ethic.