Nailis Sa’adah
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BAHASA MELAYU DAN KOLONIALISME : JEJAK BAHASA MELAYU DALAM KUMPULAN CERPEN TEH DAN PENGHIANAT KARYA IKSAKA BANU Ahmad Bahtiar; Nailis Sa’adah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22081

Abstract

Sebelum datangnya kolonialisme, bahasa Melayu sudah  menyebar ke seluruh Nusantara dan berbagai  tempat di Asia Tenggara. Saat itu, bahasa Melayu tak hanya menyerap unsur bahasa asing, tetapi mulai memengaruhi pula bahasa-bahasa  lokal. Bahasa Melayu tidak hanya menjadi bahasa perdagangan tetapi juga bahasa teknologi dan bidang-bidang lainya. Datangnya kolonialime, membuat peran bahasa Melayu semakin menjadi penting. Pemakaian bahasa Melayu tersebut digambarkan dalam cerpen-cerpen Iksaka Banu yang terkumpul dalam Teh dan Penghianat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan 6 cerpen sebagai objek materialnya, di antaranya cerpen “Kalabaka”, “Teh dan Pengkhianat”, “Kutukan Lara Ireng”, “Belenggu Emas”, “Nierke de Flinder”, dan “Tawanan”. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana perkembangan bahasa Melayu  dan  peran bahasa Melayu dalam cerita dengan latar masa kolonial. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaannya di berbagai tempat di seluruh nusantara baik dalam rangka membuka daerah-daerah baru maupun mempertahankan daerah-daerah yang sudah dikuasai.Kata Kunci : Kolonialisme, bahasa Melayu, Kumpulan Cerpen Teh dan penghianat