Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ABRASION HAZARD ANALYSIS IN THE BANGGAI KEPULAUAN DISTRICT Wisyanto, Wisyanto
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Alami
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.044 KB) | DOI: 10.29122/alami.v3i1.3490

Abstract

The threat of abrasion even though comes as a slow onset process, but it is certainly and can disrupt the interests of the community. One of the areas that threaten by abrasion is Banggai Kepulauan Regency. To find out how big the threat of abrasion and it?s alternative handling, An abrasion hazard analysis has been carried out based on the calculation of 3 main parameters obtained from secondary data and some of them are detailed by field observations, namely wave height parameters and routinity level, coastal rock / sediment composition, and coastal slope . The results showed that the total coastal length which has a high hazard level is 250.87 km and the Liang sub-district is a district that has the longest high level of abrasion threat, which is 41.11 km long. The alternative measures for abrasion protection, in addition to the physical construction of abrasion-retaining structures as found in the field, is through the protection of green belts and the prohibition of the establishment of houses on abrasive coastal areas.
ANALISIS POTENSI ANCAMAN GEMPA TERHADAP BANGUNAN wisyanto, wisyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.6 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i2.2069

Abstract

Seiring dengan adanya perubahan status daerah krui menjadi ibukota Kabupaten Pesisir Barat, menjadikan daerah ini, khususnya Krui menjadi berkembang secara pesat, termasuk dengan proses pembangunannya. Tumbuh berkembangnya kota ini juga tidak terlepas dari indahnya pantai dan tempat lainnya yang dapat dijadikan tujuan wisata , termasuk wisatawan dari mancanegara. Mengingat daerah ini rawan terhadap bencana gempabumi, maka perlu adanya suatu informasi kegempaan kepada masyarakat supaya lebih memperhatikan faktor besar ancaman gempa dalam membangun / mendirikan bangunan. Terlebih lagi untuk bangunan yang tinggi yang biasanya didiami oleh banyak jiwa. Melalui penelusuran data kegempaan, survei geolistrik, pengumpulan data sondir dan sampel bor telah dilakukan analisis besar ancaman  gempa dan penetapan besar spektra percepatan gempanya, serta besar koefisien gempa yang nantinya dapat dipakai sebagai dasar perhitungan dalam melakukan desain bangunan yang relatif tahan terhadap ancaman gempabumi.
PENETAPAN PRIORITAS LOKASI PEMANFAATAN ALAT PERINGATAN DINI LONGSOR DI JAWA BARAT Wisyanto, Wisyanto; Putra, Ahmad Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6471.125 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3691

Abstract

Salah satu bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana longsor adalah peningkatan kesiapsiagaan melalui pemasangan alat peringatan dini longsor. Pemerintah pusat berencana memasang beberapa alat peringatan dini untuk Wilayah Jawa Barat. Adanya keterbatasan alat yang mungkin diadakan, sedang jumlah lokasi yang perlu dipantau cukup banyak, maka diperlukan suatu langkah penentuan skala prioritas pemasangan terhadap kesemua daerah rawan yang ada. Analisis data terhadap kesemua kondisi titik-titik rawan longsor tersebut, serta dibantu dengan metoda skor dan pembobotan dari 8 parameter penting gerakan tanah, telah ditetapkan 3 titik rawan longsor yang akan dipasang alat peringatan dini longsor. Ketiga lokasi tersebut adalah Kampung Talegong dan Urug, Blok Babakan Sari dan Kampung Margahayu.
IDENTIFIKASI BANJIR DENGAN METODE INDEKS KEBASAHAN DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Putra, Ahmad Pratama; Wisyanto, Wisyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5382.283 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3683

Abstract

Peta Indeks bahaya banjir yang dibuat oleh BNPB adalah berskala nasional. Ini merupakan tantangan bagi BPBD Kabupaten Banggai Laut  untuk mengidentifikasi lebih detil daerah banjir dengan skala kabupaten berdasarkan keterbatasan data pendukung yang biasanya terjadi di daerah kepulauan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah-daerah potensi banjir di Kabupaten Banggai Laut dengan metode indeks kebasahan dan melakukan validasi keakuratan metode dengan observasi lapangan. Hasilnya, Kabupaten Banggai Laut tidak memiliki potensi bahaya banjir kelas tinggi. Metode indeks kebasahan untuk identifikasi daerah banjir cukup akurat untuk diterapkan di daerah dengan karakteristik fisik wilayah yang banyak keseragaman dan data ketersediaan sangat terbatas.
ANALISIS POTENSI BAHAYA TSUNAMI DI PANTAI SELATAN JAWA TIMUR MELALUI IDENTIFIKASI KEMIRIPAN BENTUK TAPCHAN Wisyanto, Wisyanto
Jurnal ALAMI: Jurnal Air, Lahan, Lingkungan, dan Mitigasi Bencana Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya interaksi dari beberapa lempeng, telah menyebabkan wilayah Indonesia menjadi rawan terhadap bencana geologi dan diantaranya adalah bencana tsunami. Panjangnya wilayah pantai yang dimiliki oleh Indonesia memaksa kita sebagai peneliti kebencanaan harus membuat suatu skala prioritas dalam mengupayakan pemitigasian bencananya. Dimana salah satu upaya mitigasinya adalah dengan mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana tsunami yang selanjutnya dapat ditindak lanjuti dengan penelitian yang lebih detail untuk menentukan cara-cara efektif upaya mitigasi bencananya. Dengan berdasarkan pada fenomena instalasi pembangkit listrik energi gelombang laut, .telah dilakukan pendekatan masalah dengan permasalahan tsunami. Dimana geometri pantai yang menyerupai tapchan pada instalasi pembangkit listrik tadi telah dipakai sebagai alert identifikasi daerah rawan tsunami. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah sudut datangnya gelombang tsunami terhadap arah bukaan mulut pantainya. Pada tulisan ini juga disampaikan bukti-bukti Tsunami Banyuwangi 1994 sebagai pembenaran dalam proses pengidentifikasian daerah rawan tsunami seperti diatas. Dan terakhir, dengan melalui pertimbangan kondisi masyarakat, kondisi geologi dan perkembangan teknologi telah ditentukan sistem mitigasi apa yang bisa dilakukan.
KAJIAN BAHAYA KEBAKARAN HUTAN DI KABUPATEN NGANJUK Naryanto, Heru Sri; Wisyanto, Wisyanto
Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Alami
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.194 KB) | DOI: 10.29122/alami.v4i1.4039

Abstract

ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Nganjuk District, which causes economic and environmental losses. Forest and land fires often cause haze disasters that can disrupt the activities and health of surrounding communities. The forest and land fire hazard map is needed. Making a forest and land fire hazard map of Nganjuk District is carried out with consideration of various parameters, namely: rainfall, land use, altitude, and type of forest. The analysis was carried out using spatial analysis with a scoring system of influential parameters, and from the results of the analysis 3 (three) classifications of fire hazard-prone areas were determined, namely: high hazard, moderate hazard, and low hazard. The five (5) biggest sub-districts included in the forest and high land fire hazard zones in Nganjuk District are the sub-districts: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, and Jatikalen. Zoning maps of forest and land fire hazards in Nganjuk District are urgently needed in the framework of mitigation, adaptation and disaster management of forest and land fires, as well as sustainable development planning in Nganjuk District. Keywords: Nganjuk, forest and land fires, hazard zone map, mitigation. ABSTRAKKawasan Kabupaten Nganjuk hutan banyak ditumbuhi oleh hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi dengan luas total 20 333.00  ha. Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Kabupaten Nganjuk, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar. Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan. Pembuatan peta bahaya kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Nganjuk dilakukan dengan pertimbangan berbagai parameter, yaitu: curah hujan, tataguna lahan, ketinggian tempat, dan jenis hutan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis spasial dengan sistem skoring dari parameter yang berpengaruh, dan dari hasil analisis akan ditetapkan 3 (tiga) klasifikasi daerah rawan bahaya kebakaran yaitu: bahaya tinggi, bahaya sedang, dan bahaya rendah. Lima (5) kecamatan terbesar yang termasuk zona bahaya kebakaran hutan dan lahan tinggi di Kabupaten Nganjuk adalah kecamatan-kecamatan: Rejoso, Lengkong, Ngluyu, Gondang, dan Jatikalen. Peta zonasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nganjuk sangat diperlukan dalam rangka mitigasi, adaptasi dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, serta perencanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk. Kata kunci: Nganjuk, kebakaran hutan dan lahan, peta zonasi bahaya, mitigasi.
EARTHQUAKE HAZARD ANALYSIS OF NGANJUK REGENCY Wisyanto, Wisyanto; Sri Naryanto, Heru
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 15, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MITIGASI BENCANA
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.844 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v15i1.4148

Abstract

Earthquake hazard must be considered by many regions in Indonesia. This is including Nganjuk Regency, the area with intensifies development and where the longest dam in Indonesia is being built. Earthquake hazard studies are conducted using two methods, namely semi-deterministic and probabilistic methods. The results of analyses using the first method show that Nganjuk Regency can be divided into 3 classes of hazards, low level in the southwest region, middle level in the north and high level in the middle of the region. Analyses using the second method reveal that Nganjuk Regency can be classified into two categories, the southwest region which has the potential to experience very strong shocks with an intensity of upper VII MMI to lower VIII MMI and the northern and central region which has the potential of destructive shocks with an intensity of middle VIII MMI. The difference in the results from the two methods can be eliminated by classifying the detail of the existing soil/rock types.
Identifikasi Potensi Air Tanah untuk Kebutuhan Penyediaan Air Bersih dengan Metode Geolistrik: Studi Kasus di Kawasan Geostech, Puspiptek Serpong Naryanto, Heru Sri; Khaerani, Puspa; Trisnafiah, Syakira; Shomim, Achmad Fakhrus; Wisyanto, Wisyanto; Tejakusuma, Iwan Gunawan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.114 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i2.3577

Abstract

ABSTRACTGeostech Building, as an office and laboratory facility, requires a source of clean water from groundwater related to the limited supply of clean water from the PDAM. Due to the needs of freshwater from groundwater origin, data and information are needed regarding the potential groundwater in the area, including aquifer configuration, depth, and groundwater potential. The presence of groundwater is not distributed through every area, and it's related to the geological and geohydrological conditions. One of the geophysical methods that can describe subsurface is 2D geoelectric methods. This method can distinguish and analyze rock types, geological structures, groundwater aquifers, and other important information based on the characteristics of the electricity of rocks by looking at the value of the type of resistance. In this measurement, the Wenner Alpha configuration has been used, where the arrangement of A-B current electrodes and M-N potential electrodes have constant spacing. From the measurement results, it can be interpreted that there is a low resistivity layer containing porous groundwater as an aquifer. Based on regional geological data, it has been estimated that this layer is in the form of sandy tuff (0-1.5 ohm-m). The exploitation of groundwater with drilling is expected to reach the aquifer's upper layer at depth, starting from 11.5-13 meters. The groundwater aquifer thickness cannot be ascertained because of the penetration of the lower depth of 2D geoelectric measurements truncated by the constraint of a maximum stretch of cable. The upper layer of the aquifer contains a turned layer of fine tufa and medium tuff, which is impermeable, coarse tuff, and mixed soil with varying thickness at the upper layer.Keywords: 2D geoelectric, aquifer, potential groundwater, Geostech  ABSTRAKGedung Geostech sebagai sarana perkantoran dan laboratorium memerlukan sumber air bersih dari air tanah terkait dengan terbatasnya suplai air bersih dari PDAM. Kebutuhan air bersih berasal dari air tanah, maka diperlukan data dan informasi mengenai kondisi potensi air tanah di kawasan tersebut termasuk konfigurasi akuifer, kedalaman, dan potensi air tanahnya. Keberadaan air tanah tidaklah merata untuk setiap tempat dan sangat terkait dengan kondisi geologi dan geohidrologinya. Salah satu metode geofisika yang dapat memberikan gambaran kondisi bawah permukaan adalah dengan metode geolistrik 2D. Metode ini dapat membedakan dan menganalisis jenis batuan, struktur geologi, akuifer air tanah, dan informasi penting lainnya berdasarkan sifat kelistrikan batuan dengan melihat nilai tahanan jenisnya. Dalam pengukuran ini digunakan konfigurasi Wenner Alpha, dimana susunan elektroda arus A dan B dan elektroda potensial M dan N mempunyai spasi yang konstan. Dari hasil pengukuran dapat diinterpretasikan adanya lapisan dengan resistivitas rendah yang mengandung air tanah dan bersifat porous sebagai akuifer. Berdasarkan data geologi regional diperkirakan lapisan ini berupa tuf pasiran (0-1,5 ohm-m). Pengambilan air tanah dengan pemboran diperkirakan akan mengenai batas atas lapisan akuifer pada kedalaman 11,5-13 meter. Ketebalan akuifer air tanah tidak bisa dihitung karena penetrasi kedalaman pengukuran geolistrik 2D terbatasi oleh bentangan elektroda di permukaan. Lapisan di atas akuifer merupakan lapisan selang-seling tuf halus dan tuf sedang yang kedap air, tuf kasar, dan pada bagian paling atas merupakan tanah urugan dengan ketebalan bervariasi.Kata kunci: Geolistrik 2D, akuifer, potensi air tanah, Geostech  
IDENTIFIKASI BANJIR DENGAN METODE INDEKS KEBASAHAN DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Ahmad Pratama Putra; Wisyanto Wisyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 11 No. 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3683

Abstract

Peta Indeks bahaya banjir yang dibuat oleh BNPB adalah berskala nasional. Ini merupakan tantangan bagi BPBD Kabupaten Banggai Laut  untuk mengidentifikasi lebih detil daerah banjir dengan skala kabupaten berdasarkan keterbatasan data pendukung yang biasanya terjadi di daerah kepulauan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah-daerah potensi banjir di Kabupaten Banggai Laut dengan metode indeks kebasahan dan melakukan validasi keakuratan metode dengan observasi lapangan. Hasilnya, Kabupaten Banggai Laut tidak memiliki potensi bahaya banjir kelas tinggi. Metode indeks kebasahan untuk identifikasi daerah banjir cukup akurat untuk diterapkan di daerah dengan karakteristik fisik wilayah yang banyak keseragaman dan data ketersediaan sangat terbatas.
PENETAPAN PRIORITAS LOKASI PEMANFAATAN ALAT PERINGATAN DINI LONGSOR DI JAWA BARAT Wisyanto Wisyanto; Ahmad Pratama Putra
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 11 No. 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v11i2.3691

Abstract

Salah satu bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana longsor adalah peningkatan kesiapsiagaan melalui pemasangan alat peringatan dini longsor. Pemerintah pusat berencana memasang beberapa alat peringatan dini untuk Wilayah Jawa Barat. Adanya keterbatasan alat yang mungkin diadakan, sedang jumlah lokasi yang perlu dipantau cukup banyak, maka diperlukan suatu langkah penentuan skala prioritas pemasangan terhadap kesemua daerah rawan yang ada. Analisis data terhadap kesemua kondisi titik-titik rawan longsor tersebut, serta dibantu dengan metoda skor dan pembobotan dari 8 parameter penting gerakan tanah, telah ditetapkan 3 titik rawan longsor yang akan dipasang alat peringatan dini longsor. Ketiga lokasi tersebut adalah Kampung Talegong dan Urug, Blok Babakan Sari dan Kampung Margahayu.