Wahyuningsih Wahyuningsih
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Fisik, Kimia, Mikrobiologi Susu Sapi pada Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor: Physical, Chemical, and Microbiology Qualities of Cow’s Milk in Dairy Farm in Caringin District Bogor Wahyuningsih Wahyuningsih; Debby F. Pazra
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v6i1.532

Abstract

Setiap susu memiliki kualitas yang berbeda tergantung dari sifat fisik, kimia, dan sifat mikrobiologisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Sampel susu berasal dari tiga peternakan sapi perah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Sifat fisik yang diamati yaitu pH dan berat jenis. Sifat kimia yang diamati yaitu BKTL, kadar protein, kadar lemak dan laktosa diuji menggunakan Lactoscan Milk Analyzer. Sifat mikrobiologi yaitu Total Plate Count (TPC) dan jumlah S. aureus metode pengujiannya mengacu kepada SNI 2897:2008. Hasil penelitian menunjukkan kualitas sifat fisik dan kimia susu sapi pada ketiga peternakan sapi perah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor memenuhi SNI 3141.1: 2011. Kualitas mikrobiologi TPC pada peternakan A dan B memenuhi SNI 3141.1:2011 yaitu peternakan A 1,9 x 105 CFU/ml dan peternakan B 2,6 x 105 CFU/ml, sedangkan peternakan C tidak memenuhi SNI 3141.1:2011 dengan hasil rataan TPC 2,2 x 106 CFU/ml. Begitu juga dengan jumlah S. aureus pada susu di peternakan A, B dan C tidak memenuhi SNI 3141.1: 2011. Rataan jumlah S. aureus pada peternakan A yaitu 1,3 x 103 CFU/ml, peternakan B 1,4 x 103 CFU/ml dan peternakan C 2,4 x 103CFU/ml. Susu sapi dari ketiga peternakan sapi perah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor masih layak untuk dikonsumsi dengan pemanasan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk membunuh cemaran mikrob di dalamnya.
Rhinosinusitis pada Kanguru Abu–Abu Timur (Magropus giganteus) di Taman Safari Indonesia II Jawa Timur : Rhinosinusitis in East Gray Kanguru (Magropus giganteus) in Taman Safari Indonesia II Jawa Timur Muhammad Fachrur Rodzy Zaenudin; Endang Endrakasih; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i1.600

Abstract

Rhinosinusitis is an inflammation of the nasal mucosa and paranasal sinuses, accompanied by two or more symptoms, one of which is nasal blockage/obstruction/congestion) or nasal discharge (anterior/posterior nasal drip). Anamnesis, recording of signals, clinical examination, laboratory examination (complete hematological examination and Gram staining of mucopurulent nasal secretions) and Sinar–X were performed on Nobel kangaroo. Regarding the anamnesis and physical/clinical examination, the Nobel kangaroo in Australiana Zone TSI II was seen to have mucopurulent secretions on its nose and decreased activity. After hematological examination of the blood, Gram staining of mucopurulent nasal secretion bacteria, and supporting examinations in sinar–X examination, the Nobel kangaroo was diagnosed with rhinosinusitis caused by a bacterial infection. The prognosis for this case is Fausta – dubious. Fausta with treatment, dubious if no rhinosinusitis surgery is done. Handling/therapy is administered by antibiotic therapy, nebulizer/steam therapy, multivitamins, and multi-minerals were given orally and inhalation.