Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

IPTEKS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK AIR PERMUKAAN PADA CABANG PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH WILAYAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Buntuan, Dhifa; Wokas, Heince
Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): JIAM
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/jiam.2.02.2018.21715

Abstract

The process of collecting surface water tax, hereinafter abbreviated as APER, must basically be carried out in accordance with the procedures stipulated under Regional Regulations. One from many types of local tax that included in Regional Original Income (PAD) is Surface Water Tax, which is one of the sources of finance for government and regional development to improve the welfare of the community. The procedure of collecting surface water tax is directly carried out at the Regional Revenue Service Branch (CPPD) of West Java Province, West Java Regency that is in cooperation with the One Stop Integrated Service and Capital Licensing Service (DPMPTSP) and Water Resources Management Agency (PSDA). In the implementation process, starting from the process of stipulating the Water Taking Permit (SIPPA) for new Taxpayers, registering and conducting data collection, submission, Water Acquisition Value (NPA) to Dispenda, Reporting and Regional Tax Return (SPPD), tax determination, provision tax, the distribution of the Regional Tax Assessment Letter (SKPD) to the Company for billing, and then the taxpayer makes a payment transaction. From the results of this study, the authors suggested that the Regional Revenue Service Unit of West Java Regency Padalarang, have to provide the direction and give counseling to the taxpayers both directly or indirectly to taxpayers who use and take surface water without causing damage for the environment.Keywords: The Process Of Collecting Surface Water Tax
ANALISIS KUALITAS APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (Studi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara) Lumbantobing, Josua H.R.; Saerang, David Paul Elia; Wokas, Heince
JURNAL RISET AKUNTANSI DAN AUDITING "GOODWILL" Vol 6, No 1 (2015): Goodwill Vol. 6 No. 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jjs.v6i1.8449

Abstract

This study aimed to analyze the quality of internal government regulatory authorities. A common problem in this study is the finding of the audit that is not detected by the inspectorate apparatus as an internal auditor, but was found by the external auditor, the Supreme Audit Agency (BPK). The method used in this research is descriptive qualitative. As in qualitative research, the authors use the method of in-depth interviews and Forum Group of Discussion with informants who have knowledge related to this research. The results show, that became key points of analysis of internal audit quality authorities Southeast Minahasa regency government is to meet the needs of the Inspectorate competent authorities by providing technical guidance, education and ongoing training to improve quality. Not doing too frequent mutations, mutation should be done in accordance with the competence of the employees. While that is key to improving the quality of the Inspectorate is a strong commitment of the Head of Region for the creation of good and clean government to push for a more active role Inspectorate. The existence of the fulfillment of the budget for the Inspectorate of 1%. This study certainly has limitations that can not be ignored. Therefore, further research is needed as a future research agenda.
ANALISIS KINERJA BELANJA DALAM LAPORAN REALISASI ANGGARAN PADA TIGA DAERAH PEMEKARAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA Budiman, Rizal Y.; Wokas, Heince
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal EMBA, HAL 1204- 1323
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.639 KB) | DOI: 10.35794/emba.3.1.2015.8124

Abstract

Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang dipublikasikan pemerintah daerah (Pemda) memberikan informasi yang sangat bermanfaat untuk menilai kinerja keuangan daerah. Jika dibandingkan dengan neraca, LRA menduduki posisi yang lebih penting. Hasil analisis variansi belanja menunjukkan bahwa pada Pemerintah Kota "X", Pemerintah Kabupaten "Y" dan Pemerintah Kabupaten "Z" (Pada Tiga Daerah Pemekaran) terjadi selisih kurang yang disebut favourable variance, namun selisih kurang yang terjadi nilainya sangat besar.  Hasil analisis Pertumbuhan Belanja  untuk tahun anggaran (T.A.) 2009/2010 dan 2010/2011 pada  Pada Tiga Daerah Pemekaran mengalami kenaikan. Hasil analisis Keserasian Belanja menunjukkan untuk tahun anggaran 2009 hingga 2012 pada Pada Tiga Daerah Pemekaran Proporsi Belanja Operasi berimbang, kecuali Pemerintah Kota "X" pada T.A. 2011 yang lebih tinggi Belanja Operasi. Hasil Rasio Efisiensi Belanja dapat dilihat bahwa untuk T.A. 2009-2012 pada Tiga Daerah Pemekaran seluruhnya melakukan Efisiensi Anggaran yang ditunjukkan dari Realisasi Belanja yang lebih kecil dari Anggaran Belanja.  Sebaiknya Pemerintah pada Tiga Daerah Pemekaran,  agar lebih tepat dalam melakukan perencanaan anggaran belanja serta lebih maksimal dalam melaksanakan program dan kegiatan yang tertata supaya seluruh anggaran belanja dapat terserap dan direalisasikan. Kata kunci: varians belanja, pertumbuhan belanja, keserasian belanja, efisiensi belanja
ANALISIS PERHITUNGAN DAN PENCATATAN AKUNTANSI PPH PASAL 4 AYAT 2 ATAS BUNGA DEPOSITO DAN TABUNGAN NASABAH PADA PT BANK BUKOPIN TBK KCU MANADO Sabijono, Aprillia Kartini; Karamoy, Herman; Wokas, Heince
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 4, No 4 (2016): JE VOL. 4 NO. 4 (2016) HAL 783 - 892
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.72 KB) | DOI: 10.35794/emba.4.4.2016.14505

Abstract

Abstrak : Indonesia adalah negara berkembang dengan pendapatan terbesar bersumber dari pajak. Dari beberapa jenis pajak yang ada, Pajak Penghasilan merupakan pajak yang memberikan kontribusi terbesar bagi penerimaan negara. Dalam upaya meningkatkan kepatuhan serta memberi kemudahan kepada wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya, pemerintah membuat kebijakan dengan menerapkan pajak penghasilan yang bersifat final. Salah satu objek dari pajak penghasilan final ini adalah bunga deposito dan tabungan nasabah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perhitungan pajak bunga deposito dan tabungan nasabah serta pencatatan akuntansinya pada PT Bank Bukopin Tbk KCU Manado. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dan data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan pajak penghasilan final pasal 4 ayat 2 atas bunga deposito dan tabungan nasabah pada PT Bank Bukopin Tbk KCU Manado telah sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku, dan pencatatan akuntansinya telah sesuai dengan konsep akuntansi yang ada. PT Bank Bukopin Tbk KCU Manado sebaiknya memperbaiki kualitas layanan sehingga dapat meningkatkan jumlah nasabah.
ANALISIS PERBANDINGAN HARGA JUAL PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST PLUS PRICING DAN MARK UP PRICING PADA DOLPHIN DONUTS BAKERY Toar, Oktavia; Karamoy, Herman; Wokas, Heince
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 5, No 2 (2017): JE. VOL. 5 NO 2 (2017) HAL. 1989
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.404 KB) | DOI: 10.35794/emba.5.2.2017.16488

Abstract

Abstrak: Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya dan dalam rangka mendapatkan laba yang diharapkan oleh perusahaan.Faktor biaya merupakan faktor utama dalam menentukan harga jual, karena biaya menggambarkan batas minimum yang harus dipenuhi perusahaan agar tidak mengalami kerugian.Cost plus pricing adalah penentuan harga jual dengan menambahkan laba yang diharapkan diatas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk. Mark Up Pricing adalah metode yang biasanya digunakan oleh para pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah biaya-biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan harga jual produk dengan menggunakan metode Cost Plus Pricing dan metode Mark Up Pricing pada Dolphin Donuts Bakery. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan terhadap harga jual yang saat ini berlaku dengan harga jual yang dihitung dengan menggunakan metode cost plus pricing dan mark up pricing. Dimana harga jual yang ditetapkan perusahaan lebih tinggi daripada harga jual yang dihitung berdasarkan metode Cost Plus Pricing dan Mark Up Pricing. Kata Kunci : Harga Jual, Cost Plus Pricing, Mark Up Pricing
ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN METODE VARIABEL COSTING DAN ACTIVITY BASED COSTING PADA PT. MASSINDO SINAR PRATAMA INDUSTRI Rantung, Valentini; Ilat, Ventje; Wokas, Heince
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 3 (2015): JE Vol.3 No.3 (2015) Hal. 1266-1395
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.082 KB) | DOI: 10.35794/emba.v3i3.10423

Abstract

Setiap perusahaan membutuhkan laba untuk tetap bertahan dan tak mudah untuk mendapatkannya. Dibutuhkan metode dan hitungan yang tepat untuk memperoleh laba tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan dalam penentuan harga jual dengan menggunakan metode harga pokok variabel dan metode ABC pada PT. Massindo Sinar Pratama Industri. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data secara deskriptif dan dinyatakan dalam bentuk angka. Setelah menggunakan penghitungan dengan penentuan harga pokok variabel, laba yang diharapkan bisa tercapai sedangkan harga jual per set yang lebih tinggi. Adapun harga jual per set sofa dengan menggunakan metode ABC lebih rendah dibandingkan metode variable. PT. Massindo Sinar Pratama Industri belum menetapkan harga jual yang tepat dan akurat. Cara perhitungan perusahaan belumlah tepat, sehingga target yang diharapkan tidak terpenuhi. Karena itu, mereka sebaiknya membuat seperangkat metode penerapan harga jual yang ilmiah. Metode ABC hendaknya digunakan dalam penetapan harga jual perusahaan karena dapat bermanfaat pada perencanaan laba, pengawasan biaya, dan pembuatan keputusan. Manajemen PT. Massindo Sinar Pratama Industri sebaiknya meningkatkan kemampuan produksi divisi sofa sehingga dapat menutupi biaya yang dikeluarkan dan memperoleh laba yang ditargetkan. Kata kunci: variable costing, activity based costing, harga jual
ANALISIS KEUANGAN SEBAGAI DASAR UNTUK MENILAI PRESTASI MANAJEMEN PADA PT. MISA UTARA MANADO Mustafa, Lukky Mawardhy; Poputra, Agus T.; Wokas, Heince
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 3 (2015): Jurnal EMBA, HAL 001 - 118
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.923 KB) | DOI: 10.35794/emba.v3i3.9309

Abstract

Penilaian keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Untuk mengetahui apakah keadaan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan berbagai analisa, salah satunya adalah analisi rasio. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prestasi manajemen pada PT. Misa Utara ditinjau dari analisis rasio keuangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Data dan informasi penelitian diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan rasio likuiditas setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga keadaan perusahaan dikategorikan dalam keadaan baik (liquid), hal ini harus tetap dipertahankan agar  keadaan perusahaan dikatakan lancar dalam  memenuhi kewajiban  keuangan. Rasio solvabiltas menunjukkan bahwa modal perusahaan tidak mencukupi untuk menjamin hutang yang diberikan oleh kreditur sehingga keadaan perusahaan dikatakan dalam keadaan  tidak baik (insolvable), hal ini menjadi perhatian utama perusahaan untuk diperbaiki. Keadaan ini bisa diperbaiki dengan menggunakan  hutang berdasarkan proporsi dan prioritas sehingga jumlah hutang tidak bertumpuk atau dengan mengurangi jumlah hutang. Rasio profitabilitas menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun sehingga dapat dikatakan keadaan perusahaan berada pada posisi baik, hal ini menunjukan bahwa keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam keadaan baik dan keadaan ini harus tetap dipertahankan oleh perusahaan. Kata kunci: analisis, laporan keuangan, prestasi manajemen
EFEKTIVITAS PENYELESAIAN DAN PENERIMAAN ATAS HASIL PEMERIKSAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI (STUDI KASUS KPP PRATAMA MANADO) Sumampouw, Fino Indra; Elim, Inggriani; Wokas, Heince
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 8, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.8.4.25138.2013

Abstract

Tax audit is a series of activities to search for, collect, and process data or other information to verify compliance fulfillment of tax obligations and for other purposes in order to implement the provisions of the tax legislation. It is also against the background of the tax laws in Indonesia in implementing tax collection embrace self assessment system. The effectiveness of the implementation of the inspection results of the calculation of income tax and the individual income tax in particular the realization of Inspection Warrant (SP2) Tax on KPP Pratama Manado, in terms of the settlement are calculated based on the issuance and realization (SP2) Tax is completed, which have a higher effectiveness 2010-2012 the same is included in the criteria effectively with a percentage of 100% and the results of the calculation in terms of the effectiveness of the completion of the acceptance of the results of the examination are calculated based on the target and the realization SP2 Tax, which had a degree of effectiveness in 2010 (101.8%), in 2011 (103, 4%), and 2012 (113.1%) of which were included in the criteria is very effective. That means that the performance of the KPP Pratama Manado is very good because it can meet the set targets, and the KPP Pratama Manado  should be able to continue to defend it.
ANALISIS PENERAPAN PSAK 50 DAN PSAK 55 ATAS CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI Husain, Yusni; Sondakh, Jullie J.; Wokas, Heince
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.9.1.25224.2014

Abstract

The application of the new accounting standards that are influential in the banking convergence with International Financial Reporting Standards and International Accounting Standards discussed in (IAS) 39 on recognition and measurement of financial instruments. Financial Accounting Standards Board issued Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) 50 and 55 of the Presentation, Recognition and Measurement of Financial Instruments will be effective on January 1, 2012. Allowance for Impairment (Impairment Loss) is derived from the value of the amount to be recorded at recoverable value of the asset. This research was conducted at PT. Bank Mandiri Unit 1 Datulolong Lasut Manado (Persero) Tbk . The purpose of this study was to determine the extent of the application of SFAS 50 and SFAS 55 to the recognition, measurement and presentation of the allowance for impairment losses PT. Bank Mandiri Unit 1 Datulolong Lasut Manado (Persero) Tbk. The results suggest the application of SFAS 50 and SFAS 55 top Allowance for Impairment Losses by PT Bank Mandiri Tbk. compliance with applicable standards.The process of recognition of Allowance for Impairment Losses at amortized value using the effective interest rate. Measuring the level of collective impairment for financial assets is calculated based on the loss historical collectively. Presentation of receivables in the financial statements is the value after deducting the allowance for impairment losses.
PENGARUH MARKET VALUE TERHADAP HOLDING PERIOD SAHAM PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2012 Leleng, Ingrid Fransisca; Ilat, Ventje; Wokas, Heince
GOING CONCERN : JURNAL RISET AKUNTANSI Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32400/gc.9.1.25234.2014

Abstract

Recognizing the need for consideration of an investor in making decisions to determine the ownership period (holding period) a share holding, it is very important for investors to understand the factors that affect stock holding period. The purpose of this study was to determine the effect of the Holding Period Market Value stocks. The analysis technique used is simple linear regression analysis. Based on the results of the study, that changes Holding Period for the 2010-2012 year only amounted to 14.651. The results of hypothesis testing and test f t test states H0 is accepted and Ha is rejected because the value obtained 0,748 > α= 0,05. The coefficient of determination ( R2 ) is equal to 0,004, giving the sense that the magnitude of Holding Period on Companies Food and beverages can be explained by the independent variables, Market Value is at 0.4 % while the remaining 99.6 % is explained by other variables not examined in the study this . Thus, the results of the testing in this study stated that the Market Value has no effect on the company's Holding Period.