Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI SOCIAL JUDGMENT PERILAKU GEN-Z DI BENGKULU SELAMA MASA PANDEMI Nurlianti Muzni; Dwi Aji Budiman
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.842 KB) | DOI: 10.54895/jkb.v2i2.1020

Abstract

Generation Z (1997-2012) is a generation that is very close to the growth and development of technology. During the pandemic, information is received by this generation through face-to-face communication in the closest circle, as well as virtual information media that use WhatsApp the most, followed by Instagram, Facebook and Twitter. This study looks at how social judgment involving ego is formed in Generation Z in Bengkulu and their attitudes and behavior during the pandemic. Changing the individual's concept of processing messages that were originally in the form of stimulation, into acceptance, rejection, or noncommitment. Receipt of information is seen when the issue is related or occurs in their immediate environment. Rejection of information when Generation Z ignores health protocols. Meanwhile, the indifferent attitude only runs without knowing the essence of what is being done.
STUDI SOCIAL JUDGMENT PERILAKU GEN-Z DI BENGKULU SELAMA MASA PANDEMI Nurlianti Muzni; Dwi Aji Budiman
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jkb.v2i2.1020

Abstract

Generation Z (1997-2012) is a generation that is very close to the growth and development of technology. During the pandemic, information is received by this generation through face-to-face communication in the closest circle, as well as virtual information media that use WhatsApp the most, followed by Instagram, Facebook and Twitter. This study looks at how social judgment involving ego is formed in Generation Z in Bengkulu and their attitudes and behavior during the pandemic. Changing the individual's concept of processing messages that were originally in the form of stimulation, into acceptance, rejection, or noncommitment. Receipt of information is seen when the issue is related or occurs in their immediate environment. Rejection of information when Generation Z ignores health protocols. Meanwhile, the indifferent attitude only runs without knowing the essence of what is being done.
JURNALIS SEBAGAI PENYARING INFORMASI DI TENGAH ARUS KECERDASAN BUATAN : KAJIAN ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PERS Dwi Aji Budiman
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.1-23

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan jurnalis sebagai penyaring informasi di tengah arus kecerdasan buatan : kajian etika dan tanggung jawab profesional pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara informasi diproduksi dan disebarkan. Di tengah derasnya arus informasi yang dihasilkan oleh teknologi ini, peran jurnalis sebagai penyaring informasi menjadi sangat penting. Jurnalis harus bertindak sebagai filter kritis yang mampu memilah dan mengonfirmasi kebenaran informasi sebelum sampai ke publik. Hal ini bukan hanya soal teknik verifikasi, tetapi juga terkait dengan tanggung jawab etis dan profesional yang melekat pada profesi jurnalistik. Kajian etika jurnalistik menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan independensi dalam menyajikan berita, apalagi ketika berhadapan dengan informasi yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh kecerdasan buatan. Dengan demikian, jurnalis memegang peranan strategis dalam menjaga kualitas informasi dan membangun kepercayaan publik di era digital. Tanggung jawab profesional pers tidak hanya berhenti pada penyampaian fakta, melainkan juga pada pengawalan etika yang mampu menjaga kredibilitas dan fungsi pers sebagai pilar demokrasi. Di tengah arus kecerdasan buatan yang semakin deras, jurnalis yang beretika dan profesional adalah garda terdepan dalam memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : Jurnalis, Kecerdasan Buatan, Kajian Etika Dan Tanggung Jawab Profesional Pers