Ahmad Wafi Nur Sasfaat
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Zuhud di Era Modern: Telaah Penafsiran Hamka dalam Kitab Tafsir Al-Azhar Ahmad Wafi Nur Sasfaat; Eko Zulfikar
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Number 1, April 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.991 KB)

Abstract

Salah satu kemajuan zaman ditandai dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikan manusia hidup lebih mudah sekaligus mengkhawatirkan. Di satu sisi, semua yang diinginkan manusia menjadi mudah tercapai. Namun di sisi lain, manusia menjadi lupa akan tujuan mereka hidup di dunia yakni beribadah kepada Allah. Agar manusia tidak terjerumus kepada hal-hal yang bersifat duniawi, maka diperlukan ilmu tasawuf yang di dalamnya terdapat maqam zuhud. Tulisan ini bermaksud membahas konsep zuhud di era modern, dengan mengacu pada penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Dengan menggunakan motede temtik (maudhu’i) dan pendekatan tasawuf modern, didapati kesimpulan bahwa untuk menghindarkan manusia dari sikap terlalu cinta terhadap dunia, dibutuhkan maqam zuhud yang mencakup tiga hal dalam al-Qur’an, yaitu; mendahulukan perkara akhirat daripada perkara dunia, tidak berlebihan dalam mencintai dunia, dan menahan hawa nafsu. Tiga hal ini dapat dijadikan patokan dasar untuk mengarungi kehidupan agar umat Islam mendapatkan kebahagian di dunia dan jug akhirat.
Sabàtu Ahrūf: Redaksi, dan Gambaran Sabàtu Ahrūf Menurut Muhadisīn Misbakhul Arifin; Ahmad Yustam Tobroni; Ahmad Wafi Nur Sasfaat
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Number 1, April 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.029 KB) | DOI: 10.28926/sinda.v1i2.31

Abstract

Melihat dari banyaknya riwayat dengan karakter kejadian yang berbeda sesuai faktor yang melatar belakangi turunnya sabda Nabi, sangat wajar bila para ulama tidak ada kesepakatan dalam memahami maksud dari kata Sab’atu ahruf. Kata Sab’ah sendiri secara etimologi menunjukan arti sebuah bilangan yaitu angka yang jatuh setelah angka enam. Sedangkan Ahruf berasal dari suku kata harfin, bentuk pluralnya adalah Ahruf. Harfin sendiri secara bahasa mempunyai beberapa makna, diantaranya pinggir, baca’an, dialek dan lainnya. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian library research atau penelitian tentang kajian pustaka, yaitu suatu metode yang kajiannya atau penelitiannya menggunakan buku, majalah, jurnal, atau karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan focus penelitian atau permasalahannya sebagai acuan. Sedangkan hasil penelitian Hadis dari segi karakter redaksi atau muatan peristiwa secara global terdapat tiga corak gambaran hadith Sabatu Ahruf: Hadis menceritakan sebuah peristiwa beberapa sahabat yang bersengketa dalam bacaan al-Quran, selanjutnya mereka bersama sama menghadap nabi saw untuk mengadukan apa yang mereka alami, kemudian nabi saw membenarkan bacaan mereka semua dan sekaligus menegaskan bahwasanya al-Quran turun atas Sab’atu Ahruf. Hadis menceritakan sebuah dialog yang terjadi antara nabi Muhammad saw dengan malaikat jibril, dan terkadang juga melibatkan Mikail. Hadis menceritakan peristiwa nabi Muhammad saw memberikan pemberitahuan secara lansung tanpa didahului dengan peristiwa, bahwa al-Qur’an dapat dibaca atau turun dengan Sab’atu Ahruf