Dimas Ning Pangesti
Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes melitus Dimas Ning Pangesti; Andoko Andoko; Umi Romayati Keswara; Ibnu Samsul Bahri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1774

Abstract

Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusBackground: according to Basic Health Research (2013), the numbers of diabetes mellitus (DM) patients in Indonesia were +12,191,564. The DM prevalence in Lampung province was 0.7% or 38,923 case. Prevalence of DB in Metro was 1.2% or 1,564 cases (Office Health in Metro, 2018) and it belonged to first rank in Lampung province. Banjar sari public health center in Metro had a chronic disease management program (Prolanis) with 51 members. The observation result from 16 DM patients measured for their blood pressures showed that 5 patients (31.25%) had blood sugar level > normal and 11 patients (68.75%) had normal blood sugar level.Purpose: To find out the correlation of Compliance with the chronic disease management program with blood sugar stability in people with diabetes mellitusMethod: A quantitative research by using cross sectional approach. Population was 36 DM patients in chronic disease management program in Banjarsasri public health center in Metro. Data were collected with questionnaires and analyzed by using chi square test.Results: there were 19 respondents (52.8%) with not normal blood sugar level and 21 respondents (58.3%) were obedience to diet pattern. There was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program (p-value 0.015; OR 8.0).Conclusion: there was a correlation of diet obedience to sugar blood level of patients with diabetes mellitus in chronic disease management program. The researcher suggests public health center to limit food intake according to suggested diet pattern.     Keywords: Compliance; Chronic disease management program; Blood sugar stability; Diabetes mellitusPendahuluan: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), jumlah  penderita DM Di Indonesia yaitu +12.191.564 jiwa. Prevalensi penderita DM di Provinsi Lampung yaitu 0,7%  dengan jumlah penderita 38.923 jiwa.  Prevalensi diabetisi di Kota Metro adalah 1,2 % dengan jumlah kasus 1.564 jiwa menurut (Dinkes Metro 2018)  menempati peringkat 1 di Provinsi Lampung. Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro memiliki program Prolanis dengan jumlah peserta 51 orang. Hasil pengamatan menunjukkan hanya sebanyak 16 penderita DM yang melakukan pengukuran kadar gula darah dengan hasil 5 orang (31,25%) kadar gula darah > normal dan 11 orang (68,75%) kadar gula darah dalam kategori normal.Tujuan: Diketahui hubungan Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes mellitus.Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro pada saat penelitian dilaksanakan sejumlah 36 orang.Sampel 36 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil:Pada penelitian menunjukandistribusi frekuensi responden yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 19 responden (52.8%), responden yang  patuh terhadap diet sebanyak 21 (58.3%). Adahubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada Penderita DM Peserta Prolanis (p value 0,015 dan OR 8,0).Simpulan: Ada hubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada penderita DM peserta prolanis. Saran dalam penelitian ini diharapkan penderita DM dapat membatasi asupan makanan sesuai dengan diet yang dianjurkan. 
Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Kecacingan Pada Siswa-Siswi Kelas 3 Dan 4 SD N 1 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Dimas Ning Pangesti; Sarinah Sri Wulan; Indah Kumoro Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.5318

Abstract

ABSTRAK Kecacingan merupakan  salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Kasus kecacingan di daerah bermacam-macam sesuai dari faktor penyebabnya seperti kelembaban, kondisi tanah, higiene sanitasi, kelompok umur yang diperiksa. Usia anak sekolah salah satu kelompok yang sering terjadi infeksi kecacingan. Kemenkes Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengungkapkan bahwa dengan mencuci tangan dapat menurunkan kasus penyakit diare sebanyak 45%. Mencuci tangan dapat menjaga lingkungan serta dapat mengurangi kasus penyakit menular sebanyak 90% seperti kecacingan. Angka infeksi kecacingan tinggi dipengaruhi oleh kebersihan diri, sanitasi lingkungan dan kebiasaan penduduk yang kurang menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tujuan kegiatan ini siswa dan siswi Kelas 3 dan 4 SD N.01 Sumber agung dapat memahami dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan mengaplikasikan 7 langkah cuci tangan untuk menghindari penyakit kecacingan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang penyakit kecacingan dan simulasi cara mencuci tangan 7 langkah. Alat yang digunakan lefleat dan mobile wastafel. Siswa siswi kelas 3 dan 4 SD N 01 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan pemateri dan dapat melakukan 7 langkah cuci tangan. Kata Kunci: Penyakit Kecacingan, kelompok usia sekolah,Cuci tangan 7 langkah,                                                                            ABSTRACT Worms are one of the public health problems in Indonesia that are closely related to environmental conditions. Cases of worms in the area vary according to the causative factors such as humidity, soil conditions, hygiene and sanitation, and the age group being examined. School age children are one of the groups that often have helminth infections (bisara D, Mardiana, 2010). The Ministry of Health, Directorate General of Disease Control and Environmental Health, revealed that washing hands can reduce cases of diarrheal disease by 45%. Washing hands can protect the environment and can reduce cases of infectious diseases by 90% such as worms (Imran Agus N, 2021). The high worm infection rate is influenced by personal hygiene, environmental sanitation and the habits of the population who do not maintain personal and environmental hygiene. The purpose of this activity is that students in Grades 3 and 4 of SD N.01 Sumber Agung can understand and apply clean and healthy living behavior in daily life by applying 7 steps of hand washing to avoid worms. The activities carried out were counseling about helminthiasis and simulations on how to wash hands in 7 steps. The tools used are leaflets and mobile sinks. The 3rd and 4th grade students of SD N 01 Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung can answer questions submitted by the speaker and can do 7 steps of washing their hands. Keywords: Worms Disease, school age group, 7 steps hand washing
Efektifitas tindakan keperawatan pursed lip breathing exercise terhadap penurunan sesak nafas pada pasien asma di puskesmas Kemiling Bandar lampung tahun 2019 Dimas Ning Pangesti; Sri Suharti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah saki
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.91

Abstract

Pendahuluan: Asma merupakan suatu keadaan dimana saluran pernapasan mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Serangan asma yang terjadi menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas atau sesak nafas.  Salah satu intevensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sesak napas yaitu latihan pursed lip breathing. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan tindakan keperawatan mandiri pursed lip breathing exercise untuk mengurangi sesak napas terhadap pasien yang mengalami asma diwilayah kerja Puskesmas Kemiling. Metode: Deskriptif dalam bentuk studi kasus. Pengumpulan data adalah observasi dan wawancara pada pasien yang menderita asma. Hasil: Terjadi penurunan derajat sesak napas pada responden sesudah melakukan pursed lips breathing exercise. Simpulan: Adanya pengaruh tindakan keperawatan pursed lips breathing exerciseter terhadap penurunan sesak napas pada pasien asma.