Anita Puri
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAMA PERAWATAN IBU PASKA OPERASI SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO 2014 (ANALISIS SURVIVAL) Suyanto Suyanto; Anita Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.201 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.234

Abstract

Setiap individu yang menjalani perawatan   di rumah sakit  sebanyak 12 % - 25% glukosa darahnya akan mengalami kenaikan. Peningkatan kadar glukosa darah antara lain disebabkan karena faktor stress. Penyebab stres pada pasien yang dirawat dirumah sakit adalah hospitalisasi.           Pasien DM yang dirawat di rumah sakit  akan mengalami kondisi hospitalisasi yang akan memunculkan stres. Hal tersebut akan membuat   meningkatnya kadar glukosa darah pada pasien DM yang sudah tinggi menjadi lebih tinggi lagi. Kondisi demikian ini tentunya harus menjadi perhatian perawat dalam memberikan askep terutama pada pasien DM baru dan baru pertama kali dirawat di rumah sakit, dimana efek hospitalisasi sangat dirasakan oleh pasien tersebut.          Tujuan penelitian untuk mengetahui   perbedaan dampak hospitalisasi dengan  kadar  glukosa darah pada pasien DM di RSUD Abdul Moeloek menggunakan desain komparasi bertempat di ruang rawat inap pada bulan September dan Oktober 2014.          Sampel penelitian ini  sebanyak 43 orang yang merupakan pasien baru yang kadar gula darahnya disbanding saat masuk dan pada hari pertama dirawat  sebelum pasien mengkonsumsi obat atau menjalankan diet yang ditetapkan dokter. Dampak hospitalisasi diukur dengan menggunakan lembar kuesioner            Analsisa data dengan menggunakan Chi square menghasilkan bahwa Terdapat perbedaan dampak hospitalisasi terhadap kadar gula darah pasien DM. disarankan hendaknya setiap perawat selalu lebih  memperhatikan dampak hospitalisasi pada pasien yang dirawat karena beberapa pasien mengalami peningkatan gula darah setelah masuk rumah sakit untuk dirawat. Bagi peneliti lain kiranya dapat mengembangkan penelitian ini lebih lanjut khususnya pada aspek desain penelitian seperti desain komparasi dengan memperhatikan beberapa variabel yang harus dikontrol seperti komplikasi dan  lamanya penyakit telah diderita pasien
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP PEMULIHAN PASIEN PASKA OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM Gilang Hadi Saputra; Tori Rihiantoro; Anita Puri
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i1.2640

Abstract

Pemulihan pada pasien paska operasi dengan anestesi umum merupakan kondisi kritis yang harus mendapatkan perhatian bagi perawat. Untuk itu perlu upaya perawatan yang mampu memastikan pasien dapat pemulihan tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang seharusnya tanpa gejala sisa maupun efek samping laiinya. Terapi musik dipilih sebagai modalitas terapi yang diharapkan dapat diterapkan pada kondisi tersebut. Untuk itu  penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap pemulihan pada pasien paska operasi dengan anestesi umum. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien paska operasi dengan anestesi umum  anestesi umum yang dengan teknik purposive sampling diperoleh jumlah sampel 48 responden. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan The Static Group Comparison. Pemantauan pemulihan deilakukan  menggunakan aldrete score. Data yang sudah dikumpulkan di analisis dengan menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat perbedaan rata-rata skor waktu pemulihan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu sebesar 11,66. Hal ini berati terdapat pengaruh terapi musik terhadap pemulihan pasien paska operasi dengan anestesi umum. Saran diharapkan rumah sakit dapat memfasilitasi pemberian terapi musik dengan pasien pasca anestesi umum untuk mempercepat waktu pemulihan