Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SISTEM PENGELOAAN WAKAF SAHAM DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN PERWAKAFAN Saprida Saprida; Zuul Fitriani Umari; Fitri Raya
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Feb
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v9i2.991

Abstract

Wakaf saham merupakan jenis wakaf produktif yang sedang diminati oleh masyarakat dengan sistem dan mekanisme yang memudahkan para investor saham syariah untuk berwakaf. Potensi wakaf yang potensial di Indonesia belum dioptimalkan sepenuhnya dikarenakan banyak pengetahuan masyarakat yang masih awam tentang penerapan wakaf saham, sehingga perlu adanya pemahaman yang mendalam tentang wakaf saham secara komprehensif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan wakaf saham di Indonesia dan bagaimana pendapat ulama terhadap hukum wakaf saham. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan mengidentifikasi tema atau wacana dari jurnal, skripsi dari hasil penelitian terdahulu, web (internet), atau juga data yang diambil dari informasi lainnya yang berhubungan dengan tema penelitian ini untuk mencari hal-hal yang berupa catatan, surat kabar dan sebagainya yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu bahwa terdapat dua model implementasi wakaf saham di Indonesia, yakni wakaf deviden dan wakaf saham Syariah. Wakaf deviden adalah wakaf yang diambilkan dari deviden saham Syariah. Wakaf saham syariah adalah bentuk wakaf yang secara langsung mewakafkan saham yang dibeli dan dimiliki. Saham tersebut secara penuh pengelolaannya diserahkan kepada pengelola investasi. Mayoritas ulama telah memperbolehkan berwakaf melalui uang dan saham, dengan berdasar pada prinsip muamalah yaitu semua hal diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarang. Hadits yang menjadi dasar hukum wakaf hanya menjelaskan tentang inti kegiatan wakaf, sedangkan detail pelaksanaannya merupakan hasil ijtihad dari para ulama.
Cash Waqf: An Analysis of the Legality of Productive Waqf Management for Sustainable Development (SDGs) Saprida Saprida; Meriyati Meriyati; Choiriyah Choiriyah; Zuul Fitriani Umari; Imamul Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 25 No. 02 (2024): Profetika Jurnal Studi Islam 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v25i02.7203

Abstract

Objective: This study aims to analyze the legality and management of productive cash waqf in Indonesia, emphasizing its alignment with Sustainable Development Goals (SDGs). The practice of waqf in Indonesia remains underutilized, with inefficiencies in the management of waqf assets hindering its potential contribution to societal welfare. Theoretical framework: The theoretical framework integrates Islamic jurisprudence on waqf, particularly focusing on its economic empowerment potential and the regulatory landscape provided by Law No. 41 of 2004 and other relevant legal instruments. Literature Review: A comprehensive literature review highlights best practices in waqf management and identifies challenges in implementation. Methods: This qualitative study employs a descriptive approach, relying on library research to examine secondary data from journals, legal documents, and research reports. Results: The findings reveal that Law No. 41 of 2004 outlines comprehensive guidelines for waqf management, including provisions for movable waqf, such as cash waqf, which is regulated under Article 28. The Indonesian Waqf Agency (BWI) plays a pivotal role in ensuring productive waqf management, focusing on utilizing waqf assets to enhance community living standards. The study identifies cash waqf as a transformative tool for achieving economic empowerment and contributing to the SDGs, particularly in eradicating poverty and promoting sustainable economic growth. However, challenges remain in ensuring professional and transparent management practices. Implications: The implications underscore the need for capacity-building initiatives for waqf managers and regulatory reforms to streamline waqf governance. Novelty: The novelty of this research lies in its exploration of cash waqf as a strategic instrument for sustainable development, offering actionable insights into optimizing its potential. By bridging the gap between Islamic jurisprudence and modern management practices, this study provides a framework for enhancing the economic impact of waqf in Indonesia.  
ANALISIS ZAKAT HASIL PETANI WALET TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA PANCAWARNA KEC. PEDAMARAN TIMUR KAB. OGAN KOMERING ILIR Thariska Oktaviani; Zuul Fitriani Umari; Iceu Sri Gustiana
DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Science Vol 4 No 01 (2026): DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/defacto.v4i01.2271

Abstract

This study aims to analyze the management of zakat from swiftlet farming and its impact on the welfare of the community in Pancawarna Village, Pedamaran Timur Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency. The research employed a descriptive qualitative method, collecting data through observation, interviews, and documentation. Informants included swiftlet farmers, village officials, and zakat recipients. The results indicate that most swiftlet farmers have not fully understood their obligation to pay zakat from their business, and there is no official village-level zakat management institution. Some commun ity members distribute their income in the form of donations, such as money or basic necessities, but this has not yet complied with Islamic law. The low implementation of zakat is influenced by limited religious knowledge, economic instability due to fluctuations in swiftlet nest prices, and insufficient outreach from the government and zakat institu tions. The study concludes that while the potential of swiftlet business zakat is significant, it has not yet substantially improved community welfare. Therefore, guidance, education, and more effective zakat management are necessary to maximize its role as an economic instrument for social welfare.
Analisis Manajemen Risiko Dalam Pendayagunaan Dana ZIS Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bantuan Modal Usaha Di LAZNAS LMI Sumatera Selatan Dhiya Aaliya; Zuul Fitriani Umari; Iceu Sri Gustiana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko dalam pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui program bantuan modal usaha di LAZNAS LMI Sumatera Selatan. Pendayagunaan dana ZIS secara produktif memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, namun juga mengandung berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak lembaga serta mustahik penerima bantuan modal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko di LAZNAS LMI Sumatera Selatan meliputi tahapan identifikasi risiko, analisis dan penilaian risiko, serta mitigasi risiko. Risiko yang dihadapi antara lain ketidakstabilan usaha mustahik, rendahnya komitmen dalam mengikuti pembinaan, serta faktor eksternal seperti sepinya pembeli. Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui pendampingan, pembinaan rutin yang bersifat spiritual dan kewirausahaan, serta pendekatan persuasif dalam menghadapi kendala dan pelanggaran komitmen. Meskipun masih terdapat beberapa hambatan, penerapan manajemen risiko dalam pendayagunaan dana ZIS dinilai cukup berperan dalam mendukung keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.