Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SISTEM PENGELOAAN WAKAF SAHAM DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN PERWAKAFAN Saprida Saprida; Zuul Fitriani Umari; Fitri Raya
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Feb
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v9i2.991

Abstract

Wakaf saham merupakan jenis wakaf produktif yang sedang diminati oleh masyarakat dengan sistem dan mekanisme yang memudahkan para investor saham syariah untuk berwakaf. Potensi wakaf yang potensial di Indonesia belum dioptimalkan sepenuhnya dikarenakan banyak pengetahuan masyarakat yang masih awam tentang penerapan wakaf saham, sehingga perlu adanya pemahaman yang mendalam tentang wakaf saham secara komprehensif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan wakaf saham di Indonesia dan bagaimana pendapat ulama terhadap hukum wakaf saham. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan mengidentifikasi tema atau wacana dari jurnal, skripsi dari hasil penelitian terdahulu, web (internet), atau juga data yang diambil dari informasi lainnya yang berhubungan dengan tema penelitian ini untuk mencari hal-hal yang berupa catatan, surat kabar dan sebagainya yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu bahwa terdapat dua model implementasi wakaf saham di Indonesia, yakni wakaf deviden dan wakaf saham Syariah. Wakaf deviden adalah wakaf yang diambilkan dari deviden saham Syariah. Wakaf saham syariah adalah bentuk wakaf yang secara langsung mewakafkan saham yang dibeli dan dimiliki. Saham tersebut secara penuh pengelolaannya diserahkan kepada pengelola investasi. Mayoritas ulama telah memperbolehkan berwakaf melalui uang dan saham, dengan berdasar pada prinsip muamalah yaitu semua hal diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarang. Hadits yang menjadi dasar hukum wakaf hanya menjelaskan tentang inti kegiatan wakaf, sedangkan detail pelaksanaannya merupakan hasil ijtihad dari para ulama.
Cash Waqf: An Analysis of the Legality of Productive Waqf Management for Sustainable Development (SDGs) Saprida Saprida; Meriyati Meriyati; Choiriyah Choiriyah; Zuul Fitriani Umari; Imamul Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 25 No. 02 (2024): Profetika Jurnal Studi Islam 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v25i02.7203

Abstract

Objective: This study aims to analyze the legality and management of productive cash waqf in Indonesia, emphasizing its alignment with Sustainable Development Goals (SDGs). The practice of waqf in Indonesia remains underutilized, with inefficiencies in the management of waqf assets hindering its potential contribution to societal welfare. Theoretical framework: The theoretical framework integrates Islamic jurisprudence on waqf, particularly focusing on its economic empowerment potential and the regulatory landscape provided by Law No. 41 of 2004 and other relevant legal instruments. Literature Review: A comprehensive literature review highlights best practices in waqf management and identifies challenges in implementation. Methods: This qualitative study employs a descriptive approach, relying on library research to examine secondary data from journals, legal documents, and research reports. Results: The findings reveal that Law No. 41 of 2004 outlines comprehensive guidelines for waqf management, including provisions for movable waqf, such as cash waqf, which is regulated under Article 28. The Indonesian Waqf Agency (BWI) plays a pivotal role in ensuring productive waqf management, focusing on utilizing waqf assets to enhance community living standards. The study identifies cash waqf as a transformative tool for achieving economic empowerment and contributing to the SDGs, particularly in eradicating poverty and promoting sustainable economic growth. However, challenges remain in ensuring professional and transparent management practices. Implications: The implications underscore the need for capacity-building initiatives for waqf managers and regulatory reforms to streamline waqf governance. Novelty: The novelty of this research lies in its exploration of cash waqf as a strategic instrument for sustainable development, offering actionable insights into optimizing its potential. By bridging the gap between Islamic jurisprudence and modern management practices, this study provides a framework for enhancing the economic impact of waqf in Indonesia.  
ANALISIS ZAKAT HASIL PETANI WALET TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA PANCAWARNA KEC. PEDAMARAN TIMUR KAB. OGAN KOMERING ILIR Thariska Oktaviani; Zuul Fitriani Umari; Iceu Sri Gustiana
DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Science Vol 4 No 01 (2026): DE FACTO : Journal Of International Multidisciplinary Sciences
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/defacto.v4i01.2271

Abstract

This study aims to analyze the management of zakat from swiftlet farming and its impact on the welfare of the community in Pancawarna Village, Pedamaran Timur Subdistrict, Ogan Komering Ilir Regency. The research employed a descriptive qualitative method, collecting data through observation, interviews, and documentation. Informants included swiftlet farmers, village officials, and zakat recipients. The results indicate that most swiftlet farmers have not fully understood their obligation to pay zakat from their business, and there is no official village-level zakat management institution. Some commun ity members distribute their income in the form of donations, such as money or basic necessities, but this has not yet complied with Islamic law. The low implementation of zakat is influenced by limited religious knowledge, economic instability due to fluctuations in swiftlet nest prices, and insufficient outreach from the government and zakat institu tions. The study concludes that while the potential of swiftlet business zakat is significant, it has not yet substantially improved community welfare. Therefore, guidance, education, and more effective zakat management are necessary to maximize its role as an economic instrument for social welfare.
Analisis Manajemen Risiko Dalam Pendayagunaan Dana ZIS Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bantuan Modal Usaha Di LAZNAS LMI Sumatera Selatan Dhiya Aaliya; Zuul Fitriani Umari; Iceu Sri Gustiana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko dalam pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui program bantuan modal usaha di LAZNAS LMI Sumatera Selatan. Pendayagunaan dana ZIS secara produktif memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik, namun juga mengandung berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak lembaga serta mustahik penerima bantuan modal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko di LAZNAS LMI Sumatera Selatan meliputi tahapan identifikasi risiko, analisis dan penilaian risiko, serta mitigasi risiko. Risiko yang dihadapi antara lain ketidakstabilan usaha mustahik, rendahnya komitmen dalam mengikuti pembinaan, serta faktor eksternal seperti sepinya pembeli. Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui pendampingan, pembinaan rutin yang bersifat spiritual dan kewirausahaan, serta pendekatan persuasif dalam menghadapi kendala dan pelanggaran komitmen. Meskipun masih terdapat beberapa hambatan, penerapan manajemen risiko dalam pendayagunaan dana ZIS dinilai cukup berperan dalam mendukung keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Reputasi Perusahaan Dan Kemudahan Transaksi Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan Produk BMT Mitra Khazanah Kota Palembang Adinda Dwiana Fitri; Zuul Fitriani Umari; Sri Delasmi Jayanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, minat masyarakat terhadap produk BMT masih tergolong rendah dibandingkan lembaga keuangan syariah lainnya. Rendahnya literasi keuangan syariah, reputasi perusahaan yang kurang terjaga, dan kemudahan transaksi yang terbatas menjadi faktor penghambat keputusan nasabah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah, reputasi perusahaan, dan kemudahan transaksi terhadap keputusan nasabah menggunakan produk BMT Mitra Khazanah Kota Palembang, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh nasabah BMT Mitra Khazanah yang berjumlah 200 nasabah dengan kriteria telah menggunakan produk di atas 1 tahun. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, diperoleh 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 23.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan syariah (t=6,861; sig=0,000), reputasi perusahaan (t=3,830; sig=0,000), dan kemudahan transaksi (t=3,474; sig=0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan (F=75,675; sig=0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,749, artinya 74,9% variasi keputusan nasabah dijelaskan oleh ketiga variabel, sedangkan 25,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Kesimpulan: Literasi keuangan syariah, reputasi perusahaan, dan kemudahan transaksi secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah menggunakan produk BMT Mitra Khazanah Kota Palembang.
Pengaruh Sertifikasi Halal, Gaya Hidup, dan Sikap terhadap Minat Beli Gen Z Shefta Fatricya; Zuul Fitriani Umari; Siti Mardiah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan sertifikasi halal, gaya hidup, dan sikap terhadap minat beli konsumen Generasi Z pada K3 Mart Palembang Square Mall. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria beragama Islam, berusia 15–29 tahun, dan pernah melakukan pembelian di K3 Mart. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sertifikasi halal tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai signifikansi 0,366. Gaya hidup juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,379. Sebaliknya, sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai t-hitung 4,006 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,260 menunjukkan bahwa pengetahuan sertifikasi halal, gaya hidup, dan sikap mampu menjelaskan 26% variasi minat beli, sedangkan 74% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa minat beli Generasi Z lebih banyak ditentukan oleh evaluasi positif, kepercayaan, kualitas produk, dan pengalaman berbelanja daripada pengetahuan formal mengenai sertifikasi halal maupun kecenderungan gaya hidup. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu membangun sikap positif konsumen melalui informasi halal yang jelas, kualitas produk yang konsisten, serta pengalaman berbelanja yang menarik dan nyaman.
Analisis Pengelolaan Dana Zakat pada Program Pos Yakesma: Studi Pada Laznas Yakesma Sumatera Selatan Viky Geraldy; Zuul Fitriani Umari; Safira Elfadhilah
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.193

Abstract

Zakat is one of the instruments of Islamic economics that plays an important role in improving community welfare through the management and distribution of funds to those entitled to receive them. One form of zakat utilization in the health sector is the Pos Yakesma Program, implemented by Laznas Yakesma South Sumatra to help underprivileged communities obtain proper healthcare services. This study aims to analyze the management of zakat funds in the Pos Yakesma Program, covering the strategies of collection, distribution, and utilization of funds. The study employed a qualitative method with a descriptive approach; data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques based on the POAC management framework. The results show that the management of zakat funds is carried out through four stages, namely receipt, recording, allocation, and reporting of funds, which have been conducted in an orderly, transparent, and accountable manner. The collection strategy is carried out through direct outreach, digital media, and education of muzaki (zakat payers); distribution is carried out through data collection and verification of mustahik (zakat recipients); while utilization is directed toward preventive and curative health services. This study concludes that the management of zakat funds in the Pos Yakesma Program has run effectively and provided real benefits in improving healthcare access for underprivileged communities in South Sumatra.
ANALISIS PENGELOLAAN DANA ZAKAT DALAM PROGRAM SUMSEL PEDULI PADA BAZNAS PROVINSI SUMATERA SELATAN Raul Fernanda; Zuul Fitriani Umari; Mahmud Alfan Jamil
Lentera Jurnal Manajemen Vol. 4 No. 2 (2026): Lentera Jurnal Manajemen
Publisher : Lentera Ilmu Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan dana zakat secara efektif, transparan, dan tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Program Sumsel Peduli merupakan salah satu program BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan yang berfokus pada bantuan sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan kepada masyarakatmiskin, korban bencana, serta masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi mendesak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanapengelolaan dana zakat dalam Program Sumsel Pedulipada BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat pada Program Sumsel Peduli telah berjalan cukup baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukanmelalui penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), pelaksanaan dilakukan melalui prosedur pengajuan bantuan, verifikasi administrasi, survei lapangan, hingga pencairan dana kepada mustahik. Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan dana zakat disalurkan sesuai tujuan. Secara keseluruhan, pengelolaan dana zakat dalam Program Sumsel Peduli telah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran, meskipun masih terdapat kendala berupaketerbatasan dana dan tingginya jumlah permohonan bantuan dari masyarakat.
Pengaruh Manfaat dan Kemudahan Ktm Plus Atm terhadap Keputusan Mahasiswa dalam Bertransaksi Perbankan: Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang Tahun Akademik 2020-2021 Tika Lestari; Zuul Fitriani Umari; Syamsiar Zahrani
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v5i1.5777

Abstract

Technological advancements in the banking sector have driven various innovations, one of which is the Student Identity Card (KTM) integrated with ATM features. KTM Plus ATM provides benefits and convenience for students in conducting banking transactions, such as cash withdrawals, transfers, and digital payments. However, it is not yet certain to what extent these benefits and conveniences influence students' decisions in using this banking service. Therefore, this study aims to analyze the influence of the benefits and convenience of KTM Plus ATM on students' decisions in conducting banking transactions. This research employs a quantitative method with a survey approach. Data were collected through questionnaires distributed to university students who have used KTM Plus ATM. The research sample was determined using purposive sampling techniques, with a total of 95 student respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the influence of benefits and convenience on students' decisions in conducting banking transactions. The results of the study indicate that the benefits and convenience of KTM Plus ATM have a positive and significant effect on students' decisions in using banking services. The main factor driving students to utilize this facility is the practicality and efficiency it offers in transactions. Additionally, ease of use contributes to increasing students' trust in digital banking services. Therefore, banks and universities should continue to enhance the features and convenience of KTM Plus ATM to encourage broader use of banking services among students.
Penerapan Etika Bisnis dalam Perspektif Islam pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Lama Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu Anggun Citra Abadi; Zuul Fitriani Umari; Zulfikri Zulfikri
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i2.5927

Abstract

This study aims to determine the application and understanding of business ethics in the Islamic perspective on Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) in the Old Baturaja market, Ogan Komering Ulu Regency. The data collection method in this study uses qualitative methods. There are two types of data that researchers use in this study, namely primary data and secondary data. In this research, the data techniques used include observation, interviews and documentation. The respondents in this study were 10 UMKM traders in the Old Baturaja market. Based on the results of this study it can be concluded that traders in the Old Baturaja market still lack understanding of the ethics of buying and selling and some of them also consider the application of buying and selling ethics is not very important in trading. The understanding of traders in the Old Baturaja market is still very limited, most of them think that lying in buying and selling is like a culture. Because by being less honest or lying they can minimize their losses and get more profit. However, some of them fulfill the ethics of buying and selling that are good and right. Traders in the Old Baturaja market have not fully implemented the ethics of buying and selling properly. Such as honest trading ethics, not hoarding goods, prioritizing customer satisfaction, it has not been fully implemented by traders so that there are still buyers who feel disappointed. However, the ethics of buying and selling, namely suk.