Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Era Disrupsi Abdul Rohman
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 2, No 1 (2022): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/eunoia.v2i1.1318

Abstract

Literasi merupakan kemampuan untuk mengolah dan memahami informasi ketika melakukan aktivitas membaca dan menulis. Peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang sangat luas melalui kegiatan literasi karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan literasi di sekolah dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber referensi, menerapkan strategi literasi dalam proses belajar, dan mengkombinasikan strategi literasi dengan kegiatan pemecahan masalah. Literasi dan berpikir kritis sangat penting bagi peserta didik, khususnya di era disrupsi yang mengalami perkembangan IPTEK sangat pesat. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan implementasi budaya literasi di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualititaf pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara meninjau literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti: buku, majalah, koran, laporan hasil penelitian, jurnal, dan lain-lain. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) budaya literasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan literasi peserta didik, maka akan semakin tinggi juga tingkat kekritisan peserta didik tersebut; dan (2) implementasi budaya literasi dalam proses pembelajaran dilakukan dengan delapan tahapan yaitu: pemantauan pemahaman teks, penggunaan literasi multimoda, instruksi jelas dan eksplisit, pemanfaatan alat bantu, respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, membuat pertanyaan, proses literasi (analisis, sintesis, dan evaluasi), dan meringkas isi teks.
Makna Kontributif Hadis Nabi Bagi Keberagamaan Umat Muhammad Syahdan Majid; Abdul Rohman
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 2, No 2 (2022): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i2.86

Abstract

Berbicara perihal keberagaman tentunya tak lepas dari negara Indonesia yang memiliki beragam perbedaan, dari segi budaya, adat, bahasa, hingga agama. Selain memiliki beragam perbedaan di Indonesia juga dikenal sebagai populasi muslim terbesar di dunia. Kemampuan negara dalam mengayomi berbagai aliran agama menciptakan negara yang harmonis, bahkan negara sendiri memberikan pengakuan terhadap berbagai agama yang berkembang di Indonesia, tak dapat dipungkiri pernyataan bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya hingga agama yang berbeda-beda. Kajian tentang keberagamaan sendiri tentulah menjadi hal yang menarik untuk dikaji selain dari sisi untuk saling mengenalnya ada sisi toleransi yang sangat indah dipertontonkan dalam keberagamaan umat. Disamping itu semua juga keberagamaan umat terkadang berujung konflik dan ketegangan hingga pertikaian berdarah. Bahkan itu sudah menjadi persoalan seluruh dunia. Jika masalah ini diperdalam yang menjadi faktor pertikaian tersebut bukanlah pada ajaran agamanya melainkan dilatar belakangi oleh politik-ekonomi dimana agamalah sebagai "sumbu" penggembornya, sehingga dipungkiri bahwa konflik tersebut merupakan konflik agama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna dari konribusi hadis Nabi pada keberagaman umat di Indonesia. Menggunakan pendekatan literatur reiew.
Pemikiran Tokoh Pemimpin Pendidikan Islam Modern (KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim As`Ary, KH. Abdul Halim) Ahmad Zordan Khalifi; Abdul Rohman
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 2, No 1 (2021): ISLAMIKA GRANADA SEPTEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/ig.v2i1.81

Abstract

Setelah 14 abad Islam hadir di dunia ini telah memberikan banyak perubahan, perubahan tidak luput di dalam Islam  itu sendiri yang salah satunya adalah pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan Islam yang pada awalnya terbatas pada Al-Qur'an dan Hadits, telah berkembang dengan memasukkan pengetahuan baru dari luar Jazirah Arab yang telah melakukan kontak dengan Islam dalam bentuk peperangan dan hubungan damai. Sejarah menunjukkan bahwa perkembangan kegiatan pendidikan pada masa Islam klasik membawa Islam sebagai jembatan perkembangan ilmu pengetahuan dari kajian klasik ke kajian modern. Pada masa ini, teori dan praktik pendidikan Islam selalu berkembang, karena pendidikan Islam secara teoritis didasarkan tidak hanya dari akal tetapi juga dari wahyu. Penyatuan akal dan wahyu sangat ideal karena memadukan potensi akal manusia dengan tuntunan firman Allah dalam hal pendidikan. Dalam proses pengembangan pendidikan Islam, dipelopori ide-ide yang dibawa oleh berbagai tokoh besar. Penelitian ini menggunakan literature review yang menyelidiki, mengevaluasi, dan menginterpretasikan topik dan hasil yang menarik dan relevan.