Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Keputusan investasi saham di Indonesia: Pendekatan teori planned behaviour Rafinal Dirsan; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i5.26512

Abstract

This research aims to examine the influence of financial literacy, risk perception, and risk tolerance on investment decisions among stock investors in the Jabodetabek region. Stock investors are faced with a complex and high-risk capital market environment, so adequate financial knowledge, accurate risk perception, and appropriate risk tolerance can be important factors in making intelligent investment decisions. This study employs a quantitative approach, using primary data collected through questionnaires distributed to stock investors in the Jabodetabek region. The research sample consists of 515 randomly selected respondents. The collected data is analyzed using multiple linear regression to test the research hypotheses. The results of the study show that financial literacy has a significant positive influence on investment decisions among stock investors in Jabodetabek. This means that individuals with higher levels of financial literacy are more likely to make intelligent investment decisions. Additionally, risk perception also has a significant influence on investment decisions. Investors with accurate risk perceptions tend to be more cautious in making investment decisions. Furthermore, risk tolerance was not found to have a significant influence on investment decisions among stock investors in Jabodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial literacy (literasi keuangan), persepsi risiko, dan toleransi risiko terhadap keputusan investasi pada investor saham di wilayah Jabodetabek. Investor saham dihadapkan pada lingkungan pasar modal yang kompleks dan berisiko tinggi, sehingga pengetahuan keuangan yang memadai, persepsi yang akurat tentang risiko, dan tingkat toleransi risiko yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi yang cerdas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada investor saham di wilayah Jabodetabek. Sampel penelitian terdiri dari 515 responden yang dipilih secara acak. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi investor saham di Jabodetabek. Artinya, semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang, semakin besar kemungkinannya untuk membuat keputusan investasi yang cerdas. Selain itu, persepsi risiko juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Investor yang memiliki persepsi risiko yang akurat cenderung lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Selanjutnya, toleransi risiko tidak ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi pada investor saham di Jabodetabek.
PERSEPSI RESIKO PADA PENGGUNAAN M-BANKING DALAM LAYANAN PERBANKAN DI INDONESIA Alvin Tanuwijaya; Agus Zainul Arifin
Distribusi - Journal of Management and Business Vol. 11 No. 2 (2023): Distribusi, September 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/distribusi.v11i2.308

Abstract

Tingkat penggunaan Fintech di Indonesia di zaman modern semakin tinggi. penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi serta menguji pengaruh operasional risk, performance risk, dan security risk terhadap perceived risk pada penggunaan FinTech. dalam penelitian ini menggunakan Theory Acceptance Model (TAM). Data dalam penelitian ini menggunakan data primer Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui kuisioner yang dibentuk dengan mengggunakan google form, dan diseabrkan melalui media online. Analisis data menggunakan regresi dengan metode SEM – PLS versi 4.0 yang disebarkan kepada 545 responden yang pernah menggunakan layanan FinTech m-Banking dan Internet Banking yang mencakup wilayah jabodetabek. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa SR berpengaruh psoitif signifikan serta OR dan PFR tidak berpengaruh terhadap PR. Nilai originalitas penelitian ini membuktikan bahwa teori TAM mampu menjelaskan hubungan antar variable pada model penelitian
Firm performance: Pengaruh supply chain finance dan asset utilization di perusahaan fast moving consumer good di Indonesia Lea Nia; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37546

Abstract

This study looks at how Supply Chain Finance (SCF) and Asset Utilization (AU) affect Firm Performance (FP) in Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. The research responds to the drop in firm performance and the inefficiencies in cash flow management and asset utilization that many companies faced during and after the COVID-19 pandemic. These issues pressured firms to improve both their external financing methods and the efficiency of their internal resources to maintain profitability. The study is based on two related theories. Resource Dependence Theory (RDT) explains how firms rely on external resources to manage uncertainty and secure what they need to survive. In this study, Supply Chain Finance (SCF) acts as external financial support that helps firms lessen dependency risks and enhance liquidity by managing working capital efficiently, which is measured using the Cash Conversion Cycle (CCC). On the other hand, the Resource-Based View (RBV) highlights the strategic value of internal capabilities and resource efficiency in gaining a competitive edge. Asset Utilization, measured by Total Asset Turnover (TATO), shows how well firms convert their internal assets into revenue, emphasizing the importance of operational efficiency in maintaining performance. Together, Resource Dependence Theory (RDT) and Resource Based View (RBV) provide a combined perspective on how external financial methods and internal resource management influence Firm Performance, which in this study uses Return on Assets (ROA) as the proxy. Penelitian ini melihat bagaimana Supply Chain Finance (SCF) dan Asset Utilization (AU) memengaruhi Firm Performance (FP) pada perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan kinerja perusahaan dan munculnya ketidakefisienan dalam pengelolaan arus kas serta pemanfaatan aset yang dialami oleh banyak perusahaan selama dan setelah pandemi COVID-19. Kondisi tersebut menekan perusahaan untuk meningkatkan metode pembiayaan eksternal dan efisiensi sumber daya internal demi mempertahankan profitabilitas. Kajian ini didasarkan pada dua teori yang saling berkaitan. Resource Dependence Theory (RDT) menjelaskan bagaimana perusahaan bergantung pada sumber daya eksternal untuk mengelola ketidakpastian dan memenuhi kebutuhan agar tetap bertahan. Dalam penelitian ini, Supply Chain Finance (SCF) berperan sebagai dukungan keuangan eksternal yang membantu perusahaan mengurangi risiko ketergantungan dan meningkatkan likuiditas melalui pengelolaan modal kerja yang efisien, yang diukur menggunakan Cash Conversion Cycle (CCC). Di sisi lain, Resource-Based View (RBV) menekankan nilai strategis dari kapabilitas internal dan efisiensi sumber daya dalam memperoleh keunggulan kompetitif. Asset Utilization, yang diukur melalui Total Asset Turnover (TATO), menunjukkan seberapa baik perusahaan mengonversi aset internal menjadi pendapatan, menegaskan pentingnya efisiensi operasional dalam mempertahankan kinerja. Secara keseluruhan, Resouce Dependence Theory (RDT) dan Resource Based View (RBV) memberikan perspektif terpadu mengenai bagaimana metode pembiayaan eksternal dan pengelolaan sumber daya internal memengaruhi Firm Performance, yang dalam penelitian ini menggunakan Return on Assets (ROA) sebagai proksi.
Faktor-faktor yang memengaruhi firm performance: Peran SCF dan leverage Michelle Angela; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i1.37228

Abstract

Firm performance provides an overview of the extent to which a company has achieved its organizational goals. This study aims to examine the effect of supply chain finance (SCF) and leverage on firm performance in fast-moving consumer goods (FMCG) companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020-2024 period. This research also seeks to understand how companies were able to maintain financial stability during the Covid-19 pandemic, which worsened corporate financial conditions. The theoretical framework employed in this study is based on the Resource-Based View (RBV), which explains the role of SCF in creating valuable, rare, and hard-to-imitate competitive advantages through efficient resource management. Additionally, the Trade-Off Theory emphasizes the importance of balancing the tax benefits of debt with the potential risks of financial distress, while the Pecking Order Theory explains the hierarchy of financing preferences, particularly the use of debt to enhance firm performance. This study utilizes 195 observations obtained from 39 companies over five years. The analytical method applied is multiple panel data regression using EViews 10.0 software for data processing. The results indicate that supply chain finance (SCF) and leverage have a negative effect on firm performance among FMCG companies listed on the IDX. These findings are expected to provide practical implications for corporate management in optimizing financing strategies and capital management to improve profitability and firm value in the future. Firm performance atau kinerja perusahaan memberikan gambaran mengenai sejauh perusahaan telah mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh supply chain finance dan leverage terhadap firm performance pada perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Penelitian ini ingin melihat bagaimana perusahaan dapat bertahan dalam keadaan pandemi Covid-19 yang memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan Resource Based View (RBV) yang menjelaskan peran dari SCF untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang bernilai, langka, dan sulit ditiru melalui pengelolaan sumber daya perusahaan yang efisien serta Trade-off Theory yang menekankan pentingnya keseimbangan antara manfaat pajak dari utang serta risiko kebangkrutan dan Pecking Order Theory untuk menjelaskan penggunaan sumber pendanaan, terutama dalam penggunaan utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan 195 observasi yang diperoleh dari 39 perusahaan selama 5 tahun. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews 10.0 untuk pengolahan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa supply chain finance (SCF) dan leverage berpengaruh negatif terhadap firm performance pada perusahaan fast-moving consumer goods yang terdaftar dalam BEI di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam mengoptimalkan strategi pembiayaan dan pengelolaan modal untuk meningkatkan profitabilitas serta nilai perusahaan di masa mendatang.
Peran Green Finance, Kinerja Lingkungan, dan Kinerja Keuangan sebagai Penentu Nilai Perusahaan Klymena Hardi; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i1.36926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green finance (GFI), kinerja lingkungan (PROPER), dan kinerja keuangan (ROA) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling menghasilkan 29 perusahaan dengan 116 observasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan. Sementara analisis data menggunakan regresi data panel melalui aplikasi EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green finance, kinerja lingkungan, dan kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. This study aims to analyze the influence of green finance (GFI), environmental performance (PROPER), and financial performance (ROA) on firm value (PBV) in the consumer non-cyclical sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021–2024 period. Purposive sampling resulted in 29 companies with 116 observations. The research method employed a quantitative approach with secondary data obtained from financial statements, annual reports, and sustainability reports. Data analysis utilized panel data regression with the help of EViews 13. The results showed that green finance, environmental performance, and financial performance had a positive and significant effect on firm value.
Pengaruh Struktur Modal, Green Finance, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Tommy Mahaputra Samsapmukti; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37724

Abstract

Nilai perusahaan merupakan salah satu indikator yang menggambarkan keberhasilan, keberlanjutan, daya saing, dan kinerja perusahaan. Penelitian dilakukan untuk membuktikan pengaruh struktur modal, green finance, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Sampel diperoleh dari BEI pada sub sektor consumer non-cyclical berjumlah 30 perusahaan dengan periode observasi 2021-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel menggunakan aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menemukan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, green finance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Firm value is an indicator that reflects a company’s success, sustainability, competitiveness, and overall performance. This study aims to examine the influence of capital structure, green finance, and profitability on firm value. The sample consists of 30 consumer non-cyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 observation period. The research employs a quantitative approach using panel data regression analysis with EViews 12. The results show that capital structure has a positive effect on firm value, green finance has no effect on firm value, and profitability also has no effect on firm value.
Comparative Analysis of Financial Management Models in Developed and Developing Countries Atik Andhayani; Agus Zainul Arifin; Baihaqi Baihaqi; Jamaluddin Majid; Fahrudin Fahrudin
Journal Markcount Finance Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jmf.v2i2.1284

Abstract

Given the fundamental differences in economic structure, fiscal policy, and financial regulation between developed and developing countries, research on financial management models in both countries is very important. The aim of this research is to study and compare financial management models in developed and developing countries. Specific objectives include determining the main components of financial management models used in developed and developing countries, evaluating the factors that influence financial management performance in both groups of countries, evaluating how these different models impact economic stability and economic growth, and providing appropriate policy recommendations. can be applied to improve state financial management. This research uses both qualitative and quantitative approaches. Qualitative data was obtained through in-depth literature research on the theory and practice of financial management in developed and developing countries, and quantitative data was obtained through secondary data analysis from reports of international financial institutions, state financial reports and economic statistics. The effectiveness of financial management is strongly influenced by variables such as political stability, level of corruption, and institutional capacity. Developing countries face problems in terms of market credibility and trust, while developed countries have strong regulatory frameworks and easier access to international financial markets. This study finds that financial management models in developed and developing countries differ significantly, and that various economic, political and institutional components influence these differences. Countries that have better financial structures and more consistent policies tend to be better at managing their finances.