Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PHBS KONSTRUKSI PADA KELUARGA KORBAN DEMAM BERDARAH AULIA, FIRMADHA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor penyebab masalah kesehatan dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS merupakan perilaku yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan kesehata melalui tingkat kesadaran individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstuksi masyarakat mengenai PHBS pada keluarga korban Demam Berdarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif perspektif teori konstruksi sosial Peter L Berger. Subjek penelitian yaitu orang tua korban, masyarakat meliputi tetangga dekat dan jauh. Hasil penelitian ini menunjukan masih banyak korban demam berdarah yang kurang memperhatikan tentang PHBS. Pasca terkena penyakit demam berdarah korban kembali pada pola hidup sebelum terkena penyakit demam berdarah. Realitas pola hidup bersih dan sehat korban penyakit demam berdarah terbentuk melalui tiga tahap. Eksternalisasi dengan memahami pola hidup keluarga korban DB. Objektivikasi, bertemu bersamaan dengan masyarakat lainnya melakukan interaksi dengan keluarga korban. Internalisasi, memunculnya makna-makna yang berbeda tentang hubungan antar keduanya. Antara penyakit demam berdarah dan pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga.
RELASI GENDER PEREMPUAN PEMANDU KARAOKE YANG SUDAH BERKELUARGA INDAH NAWANG S, SEPTI; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu karaoke adalah pekerjaan untuk menemani tamu di ruang karaoke.Selain itu, ia tidak jarang ikut minum (alkohol) bersama-sama. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat relasi gender yang terbangun pada keluarga pemandu karaoke. Penelitian ini menggunakan beberapa kajian konsep yakni terkait bentuk-bentuk relasi gender. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, participant observation, serta pengumpulan dokumen-dokumen pendukung. Analisis dalam penelitian ini menggunakan tiga proses yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, relasi gender yang terbangun antara pemandu karaoke dengan suami terjabarkan dalam bentuk-bentuk yang berbeda yaitu: trust antara kedua pihak suami dan istri, keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan bekerja sebagai escort, serta toleransi dan komitmen antara kedua pihak. Di samping itu, muncul dua jenis relasi gender yang terbangun dalam keluarga pemandu karaoke, yakni: relasi patriarkis hirarkis, serta relasi mitra sejajar. Kata kunci : Relasi Gender, Escort, Pemandu Karaoke, Keluarga
KEKERASAN SIMBOLIK DI SEKOLAH (STUDI DI SD NEGERI PUCANGRO KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN) NUR FARIDAH, SEFTIYA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan, alasan atau penyebab kekerasan, tempat, situasi dan kondisi pada waktu kekerasan terjadi, serta menganalisis dan mengkonstruksikan tindak kekerasan simbolik di sekolah. Peneliti menggunakan pendekatan etnometodologi yang bertujuan untuk mengamati perilaku individu dalam mengambil tindakan yang disadarinya, serta cara mereka mengambil tindakan atau belajar mengambil tindakan. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.Teknik analisis menggunakan analisis interaktif.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa adanya kekerasan simbolik yang terjadi di SDN Pucangro melalui upaya guru untuk menunjang tata tertib sekolah.Bentuk-bentuk yang kekerasan simbolik yang ditemukan, yaitu peringatan, perintah, ancaman, dan hinaan.Adanya bentuk kekerasan simbolik, siswa dipaksakan untuk mempunyai modal simbolik yang dimiliki oleh kelas menengah atas. Guru sebagai kaum dominan telah melanggengkan habitus kelas menengah atas. Kata kunci :Sekolah, Peraturan tata tertib, Kekerasan simbolik
BUDAYA MENONTON FILM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA SURABAYA PUTRI PERMATASARI, DHANTI; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik menonton film di bioskop oleh remaja putri di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori etnometodologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini menemukan bahwa dalam menonton film seorang remaja putri memerlukan modal ekonomi yang bersumber dari pekerjaan orang tua, uang saku yang diperoleh, dan pemilihan bioskop. Kemudian, modal sosial yang dimiliki remaja putri dalam menonton film ditentukan melalui status sekolah dan tingkat popularitas sekolah tersebut, serta pemilihan tempat untuk meluangkan waktu atau berkumpul bersama teman. Dalam praktik menonton film modal budaya terbentuk dari sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus tanpa sadar oleh pihak keluarga. Pengklasifikasian gedung bioskop tersebut bertujuan agar hiburan menonton film di bioskop dapat dirasakan oleh remaja dari berbagai golongan masyarakat, dan untuk menujukkan di posisi kelas mana seorang remaja tersebut berada. Kata Kunci: Film, Remaja, Habitus menonton film, Bioskop. Abstract This study aims to identify the practice of watching movies in cinemas by young women in Surabaya. This research uses a qualitative approach with the perspective of Pierre Bourdieu etnomethodology theory. This study found that in watching a movie a young woman needs economic capital that comes from the work of parents, pocket money earned, and the selection of cinema. Then, the social capital that girls have in watching movies is determined through the schools status and the schools popularity level, as well as the choice of places to spend time or get together with friends. In the practice of watching the film culture capital is formed from the socialization that is done continuously unknowingly by the family. The classification of the cinema is aimed at watching the movies in the cinema can be felt by teenagers from various community groups, and to show in which class position a teenager is located. Keywords: Movies, Teenagers, Habitus watching movies, Cinema
PENGGUNAAN ORGANISASI SOSIAL KPPM SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK SISWANTO, MOHAMMAD; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran organisasi sosial Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) sangat diperhitungkan eksistensinya di Surabya. Hal ini tak lepas dari peran tokoh-tokoh KPPM yang berkecimpung di dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi objektif orang-orang Maluku perantauan; mengidentifikasi pola hubungan antara anggota KPPM; menganalisis penggunaan jaringan sosial KPPM sebagai modal sosial dalam berpolitik diperantauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan perspektif teori Jaringan Sosial. Teori yang dipakai teori Gemainschaft Ferdinand Tönnies, dan teori Jaringan Sosial James Coleman. Hsil penelitian menunjukkan bahwa orang Maluku yang bermigrasi ke Surabaya berasal dari keluarga menengah ke atas. Motif mereka bermigrasi dari daerah asalnya disebabkan karena hubungan kekeluargaan, ekonomi, dan pendidikan. Di perantauan rasa solidaritas orang Maluku direkatkan oleh sistem kekerabatan pela gandong. Dalam mengembangkan jaringan politik, terdapat tiga jalur. Yang pertama melalui jalur persekutuan gereja bagi orang Maluku Kristen. Kedua, melalui ormas Islam bagi orang Maluku Islam. Ketiga, melalui jalur interdenominasi baik di dalam maupun di luar komunitas KPPM.Kata kunci: Organisasi Sosial KPPM, Politikus Maluku, Jaringan Sosial
FUNGSI JARINGAN SOSIAL DALAM ‘KOMUNITAS KICAU MANIA GRESIK’ WILDAN HAKIM, M; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hobi merawat burung adalah hal yang sedang berkembang di kota Gresik dimana hal tersebut memicu orang untuk merawat burung pada awalnya. Tetapi dalam waktu dekat ini orang merawat burung juga untuk mengikuti perlombaan burung kicau. Komunitas pecinta burung di Kota Gresik pun banyak bermunculan salah satunya yaitu komunitas Kicau Mania Gresik. Semakin banyaknya orang yang merawat burung di manfaatkan komunitas ini semua anggota kelompok selalu berasumsi tentang kepentingan bersama. Hasil penelitian ini menemukan 3 aktor yang berperan dalam jaringan sosial. Aktor tersebut yaitu penjual, pembeli dan makelar. Peran aktor dalam jaringan tersebut penjual burung sebagai penyedia burung yang berkualitas serta pakan untuk burung. Makelar berperan sebagai penjembatan antara penjnual dan pembeli, serta memberikan pilihan burung kepada pembeli. Pembeli berperan membeli burung dari penjual dan memberi komusi bagi makelar. Jaringan sosial dalam komunitas ?Kicau Mania Gresik? terdapat dua iktan yaitu iktan kuat dan lemah dimana ikatan kuat antar anggota kelompok ikatan lemah kepada di luar anggota kelompok itu sendiri karena ikatan lemah akan memberikan manfaat untuk menjebati hubungan dengan dunia luar kelompok tersebut.
RASIONALITAS MENGHITUNG WETON PADA PERNIKAHAN PASUTRI BERPENDIDIKAN TINGGI , YULIANA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pasutri berpendidikan tinggi dalam menghitung hari pernikahan berdasarkan weton. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis perspektif teori rasionalitas milik Max Weber. Hasil dari penelitian ini pasangan berpendikan tinggi di Kecamatan Wonodadi melakukan tiga dari empat tindakan yang akan mempengaruhi rasionalitas atau pemilihan keputusan. Tiga tindakan tersebut adalah tindakan rasional instrumental, tindakan rasional orientasi nilai, tindakan tradisional. Dalam tindakan rasional instrumental, perhitungan weton dipandang merupakan suatu cara ikhtiar sebelum dilakukannya pernikahan. Pada tindakan rasional orientasi nilai, perhitungan dilakukan agar mendapatkan ketenangan secara psikologis. Selanjutnya adalah Tindakan tradisonal, penggunaan perhitungan untuk menghormati adat. Perhitungan hari dilakukan agar mendapatkan sebuah keberkahan dalam hidup serta di beri keselamatan oleh Yang Maha Kuasa. Kata Kunci : Pasutri berpendidikan tinggi, Perhitungan Weton, Rasionalitas.
PENGALAMAN KEKERASAN SEKSUAL PELAJAR PUTRI DI JOMBANG NAFIATIN MARUFAH, WAHYU; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengalaman korban selama mengalami proses kejadian kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi korban saat mengungkapkan kejadian, identifikasi perasaan korban, tindakan kekerasan seksual yang telah diterima korban, serta hubungan korban dengan pelaku kekerasan seksual. Metode penelitan yang digunakan adalah Kualitatif dengan perspektif teori fenomenologi. Teori Fenomenologi ini digunakan untuk mengungkapkan pengalaman korban. Korban senantiasa menceritakan pengalamannya secara sadar dan sebenarnya. Sementara itu, untuk mengkisahkan perasaan korban kekerasan seksual menggunakan Illness Narrative, yaitu cara untuk mengkisahkan sakit yang telah dialami oleh korban. Cara tersebut dapat digunakan korban untuk berani mengungkapkan dan menyampaikan apa yang dirasakannya secara sadar. Hasil penelitian ini yaitu korban kekerasan seksual senantiasa merasa hancur, takut, merasa trauma dan ada yang merasa biasa saja. Dalam mengungkapkan pengalamannya korban menceritakan secara sadar dan terbuka. Mereka mendapatkan perlakuan kekerasan seksual dari orang lain, dan tidak jarang yang mendapatkan perlakuan kekerasan seksual dari kerabat dekatnya. Bentuk kejadian kekerasan seksual yang diterima korban meliputi Pencabulan, Persetubuhan, Perkosaan.
IMUNISASI ANAK PADA MASYARAKAT PEDESAAN DYAH SAFITRI, SILVIA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa latar belakang dari masayarakat yang menerima dan menolak imunisasi. Identifikasi proses penerimaan dan penolakan serta alasan yang diberikan. Kemudian menganalisis konstruksi sosial masyarakat yang berkaitan dengan imunisasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori konstruksi sosial Peter L Berger. Penelitian dilakukan di Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua tahapan yaitu, observasi partisipan dan wawancara mendalam. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Ada tiga tahap teknik analisis data yaitu, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyebutkan penerimaan berasal dari mulai terbukanya cara pikir orangtua. Penolakan dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam vaksin. Penolakan juga bersumber pada adanya isu halal dan haram imunisasi. Kata kunci: Kesehatan anak; imunisasi; konstruksi sosial
RASIONALITAS MASYARAKAT DALAM PENERIMAAN PERILAKU SEKS MENYIMPANG DWI KRISMINA, IDA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena ada beberapa kejadian mengenai perilaku seks menyimpang. Masyarakat menggangap kejadian perilaku seks menyimpang adalah hal yang biasa terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar alasan tersembunyi masyarakat dalam penerimaan perilaku seks menyimpang. Penelitian ini akan membahas mengenai rasionalitas tindakan dalam menerima dan menolak perilaku seks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, menggunakan pespektif teori Rasionalitas dari Max Weber. Lokasi penelitian berada di Gang Pertolongan,Wonokromo-Surabaya. Tindakan rasionalitas intrumental, pemilik kost menolak perilaku seks menyimpang, sebab melanggar nilai dan norma. Kedua adalah tindakan rasionalitas orientasi nilai, pemilik menolak perilaku seks menyimpang dan menegurnya, dengan alasan bahwa penghuni kost melanggar peraturan kost. Selanjutnya adalah tindakan rasionalitas tradisional, non-pemilik kost membiarkan dengan alasan bahwa tidak memilik hak dan wewenang. Kata Kunci : Masyarakat, Penerimaan perilaku seks, Rasionalitas