Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PRAKTIK MENCARI KESEMBUHAN BAGI LANJUT USIA SURABAYA PUTRI NANDATIA, RIKA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku para lansia dalam mengambil pengobatan lebih dominan menggunakan pengobatan medis dibandingkan dengan menggunakan pengobatan tradisional atau pengobatan alternatif, pada era sebelumnya para lansia hanya percaya menggunakan pengobatan tradisional karena masing-masing bahan alami memiliki manfaat kesehatan dan memiliki minim efek samping sehingga lebih aman dibandingkan menggunakan pengobatan dengan komposisi yang mengandung zat kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik mencari kesembuhan bagi para lansia dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu di Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan praktik Pierre Bourdieu pendekatan ini melihat realitas sosial yang dibentuk oleh proses sosialisasi sehingga menjadi pola perilaku manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia memiliki cara tersendiri dalam perilaku pencarian pengobatan yang bergantung pada pengobatan medis, pengobatan tradisional dan pengobatan herbal. Untuk mendapatkan pengobatan para lansia harus memenuhi modal, ranah dan habitus pada pemikiran Pierre Bourdieu. Lansia yang memiliki modal akan memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit dan tidak melihat biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pengobatan. Kata Kunci : Lansia, Praktik Pengobatan, Kesejahteraan Sosial
HABITUS TARI GANDRUNG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA BANYUWANGI PERANTAUAN NATA SARI, JUWINDA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan habitus, tari gandrung, serta peran komuntas ikawangi mengenai kebiasaan tari gandrung yang dilakukan oleh komunitas ikawangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif teori habitus Pierre Boudieu. Hasil penelitian ini menjelaskan proses habitus tari gandrung yang dilakukan oleh komunitas Ikawangi. Peneliti disini mengkaji mengenai habitus Tari Gandrung sebagai Identitas Budaya Banyuwangi di Perantauan. Kajian yang digunakan tentang teori habitus dari Pierre Bourdieu. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnometodologi. Penelitian yang dilakukan peneliti ini mengambil lokasi di Kota Malang melalui anggota dari komunitas Ikawangi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan purposive, dimana peneliti sudah menentukan informan yang dianggap sudah lama mengikuti komunitas tersebut dan pengalaman habitus yang dirasakan. Anggota komunitas tersebut dengan adanya memiliki perbedaan dari yang ada seperti dalam menampilkan di daerah asalnya sendiri para pelaku penari dan lainnya menggunakan pakaian Tari Gandrung lengkap beserta musik asli yang ditampilkan. Sedangkan pada komunitas ini cara menampilkan Tari Gandrung tersebut dengan menggunakan rekaman musik yang sudah ada dan bukan menggunakan tabuhan atau music aslinya. Komunitas Ikatan Mahasiswa Banyuwangi Malang Raya tersebut yang mengikuti juga memiliki modal untuk terus meningkatkan dan mengapresiasi budayanya. Kata Kunci : Tari Gandrung, Habitus, Kualitatis Deskriptuf
FENOMENA KEHAMILAN DILUAR NIKAH PADA USIA DINI Afifah Yulia Muchibba, Nur; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehamilan diluar nikah yang terjadi pada remaja dibawah umur dilakukan atas dorongan seksual pada remaja yang tidak dapat di kontrol. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat seks pranikah adalah kehamilan anak diluar nikah. Penelitian ini memfokuskan pada respon awal keluarga dalam proses penerimaan keluarga ketika diketahui bahwa anaknya hamil diluar nikah. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan paradigma fenomenologi Edmund Husserl di dalam perspektif ini menekankan pada pengalaman-pengalaman subjektif dan intrepetasi subjek. Hasil dari penelitian mengenai proses penerimaan orang tua terhadap anaknya yang hamil diluar nikah yang menekankan pada respon awal orang tua ketika mengetahui anaknya hamil diluar nikah . Beberapa respon yang ditunjukkan orang tua terhadap anaknya peneliti menemukan dua pola respon orang tua yaitu Anak yang mengalami KDRT dan anak yang tidak mengalami KDRT. Dua pola tersebut merupakan respon awal orang tua ketika mengetahui anaknya hamil. Kata Kunci : Seks Pranikah, Fenomenologi, Kualitatif
INSTITUSI POLRI DAN PERANNYA DI MEDIA SOSIAL NURRAHMAN A, DANANG; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah yang diteliti adalah bagaimana representasi diri kepolisian di dunia maya. Tujuan penelitian memahami makna representasi diri kepolisian sebagai interaksi sosial antara kepolisian dan masyarakat melalui teks-teks percakapan yang tersebar di grup facebook ?Polisi Indonesia?. Subjek penelitian adalah group facebook ?Polisi Indonesia?. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teori resistensi dan semiotika. Hasil penelitian adalah representasi diri kepolisian di dunia maya pada group kelompok facebook ?Polisi Indonesia? (1) Dihadirkan melalui unggahan status tanpa disertai respon terhadap berbagai komentar dari netizen atau tanpa counter opini, (2) Mendorong antusiasme masyarakat media sosial (netizen) yang bergabung dalam grup Facebook ?Polisi Indonesia? sehingga membantu pihak kepolisian mengontrol aktivitas masyarakat dalam menggunakan media sosial dengan bijak, (3) Mempermudah pihak kepolisian menyampaikan informasi dan berita sesuai realita, (4) Membangun jembatan komunikasi sebagai pelayanan publik, (5) Memperbaiki citra negatif institusi kepolisian.Kata Kunci: Resistensi, Media Sosial, SemiotikaAbstractThe problem examined is how self-representation of police in cyberspace. The aim of the study was to understand the meaning of self-representation of the police as a social interaction between the police and the community through conversational texts spread across the Facebook group Indonesian Police. The research subjects were the Facebook group Indonesian Police. Techniques for collecting observation and interview data. Data were analyzed using the theory of resistance and semiotics. The results of the study are self-representation of cyberspace in the Indonesian Police facebook group group (1) Presented through status uploads without a response to various comments from netizens or without opinion counters, (2) Encouraging the enthusiasm of netizens who join in the Facebook group Indonesian Police to help the police control community activities in using social media wisely, (3) Facilitate the police to convey information and news according to reality, (4) Build bridges of communication as public services, (5) Improve negative images police institution.Keywords: Resistance, Social Media, Semiotics
GILA-WARAS DALAM PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT PUTRI RAHMATUS RAZAQ, BRILIYANA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah wacana yang mereka ketahui tentang kegilaan. Penelitian ini meneliti bagaimana diskursus gila-waras di Liponsos Surabaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan gila-waras, memahami praktik penanganan pasien gangguan jiwa, serta memahami proses apa saja sebelum ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) tersebut dikembalikan ke keluarganya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dianalisis dengan perspektif Michel Foucault. Lokasi dari penelitian ini berada di jalan Keputih Tegal, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Subjek penelitian adalah staf, pendamping barak, perawat dan dokter umum. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data wawaacara dan observasi. Hasil dari penelitian ini oleh pendamping barak dan staf memiliki kesamaan. Sedangkan pada perawat dan dokter umum memiliki penjelasan yang lebih ke pengetahuannya.
FENOMENOLOGI ORANG TUA DALAM PEMILIHAN JURUSAN TERHADAP ANAK DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA 2 PONOROGO) RATNA ANDRIANI, PUNGKY; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini tentang fenomenologi orang tua dalam pemilihan jurusan terhadap anak di sekolah (studi kasus di SMA Negeri 2 Ponorogo). Penjurusan dimaksudkan untuk sebagai upaya untuk memperkenalkan dan mengarahkan peserta didik sesuai minat dan bakatnya. Peran serta orang tua dalam pemilihan jurusan sangatlah membantu memberikan solusi atau pengarahan. Penelitian ini memakai teori fenomenologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dari Alfred Schutz. Subjek penelitian ini menggunakan teknik prosedur purposif dan pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara.Hasil penelitian ini adalah ada dua motif yang mempengaruhi orang tua dalam memilih jurusan yaitu motif sebab dan motif tujuan. Ada dua faktor yang mempengaruhi orang tua dalam memilih jurusan yaitu faktor lingkungan keluarga dan faktor lingkungan masyarakat. Selain itu motif tujuannya yaitu untuk meraih kesuksesan dan eksistensi di lingkungan masyarakat. Selain itu orang tua juga memberikan makna terhadap jurusan sebagai media penentu studi lanjutan dan sebagai langkah awal merai kesuksesan.Kata Kunci : Fenomenologi, Orang tua, Jurusan AbstractThis study is about phenomenology of parents in the selection of majors for childerns in school (case study at SMA 2 Ponorogo). Majors are intended as an effort to introduce and direct students according to their interests and talents. The participation of parents in the selection of majors is very helpful on providing solutions or direction. This study uses the phenomenological theory proposed Alfred Schutz. This study uses a qualitative research method with an approach from Alfred Schutz. The subject of this study used purposive procedure techniques and data collection by means of observation and interviews.The results of this study are that there are two motives the influence parents in choosing majors, namely because of motives and in order to motives. There are two factors that influence parents in choosing majors, namely family environment factors and community environmental factors. In addition, the motive of the goal is to achieve success and existence in the community. In addition, parents also give meaning to the departement as a medium for determining further studies and as a first step to success.Keywords : Phenomenology, Parents, Majors
IDENTITAS REMAJA PUTRI PERKOTAAN TENTANG MAKNA SIMBOLIK HEDONISME OLIVIA, GEBBY; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus penelitian ini meneliti identitas remaja putri perkotaan tentang makna simbolik hedonisme. Dimana remaja putri perkotaan ingin sekali menunjukan identitasnya melalui simbol-simbol yang dikonsumsinya. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik Herbert Blummer, gaya hidup David Chanay, serta konsumsi Baudillard dengan pendekatan kualitatif metode fenomenologi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan remaja putri perkotaan dalam interaksi dilingkungannya, mengetahui simbol-simbol yang dikonsumsi mereka, mendeskripsikan gaya hidup dalam sehari-harinya, serta pola konsumsi yang dilakukan oleh remaja putri perkotaan. Hasil dari penelitian ini yaitu remaja putri perkotaan memang dengan sengaja menggunakan simbol-simbol melalui apa yang dilihat dalam lingkungannya. Interaksi simbolik yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan melakukan kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan memakai barang-barang mahal dan bermerk. Gaya hidup tinggi dan mewah yang diperlihatkan pada sekitarnya dan kegiatan konsumtif yang dilakukan, sehingga mereka menjadi remaja putri perkotaan yang hedon. hal yang dilakukan mereka agar dapat menunjukan identitas dirinya kepada lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Remaja Putri Perkotaan, Simbol, Konsumsi, Gaya Hidup, Identitas AbstractThe focus of this study examines the identity of urban teenagers about the symbolic meaning of hedonism. Where urban teenagers want to show their identity through the symbols they consume. This study uses the theory of symbolic interaction Herbert Blummer, David Chanays lifestyle, and Baudillards consumption with a qualitative approach to phenomenology methods. The purpose of this study is to describe urban female adolescents in their environment interactions, to know the symbols consumed, to describe their daily lifestyle, and the consumption patterns carried out by urban girls. The results of the study are urban teenage girls who deliberately use symbols through what is seen in their environment. Symbolic interactions carried out by urban female adolescents by carrying out consumption activities. Consumption activities carried out by urban girls using expensive and branded items. High and luxurious lifestyles are shown to the surroundings and consumptive activities are carried out, so that they become urban hedon girls. things they do to be able to show their identity to the surrounding environment. Keywords: Urban Young Women, Symbols, Consumption, Lifestyle, Identity
Sosialisasi Pemanfaatan Daun Sirih Di Desa Sambiroto, Kec. Baron Sebagai Obah Dari Kemu: Sosialization Of The Utilization Of Betel Leaves In Sambiroto Village, Kec. Baron As Obah Dari Kemul Nur Septiani Megasari; Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pengabdian Masrakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.508 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v2i1.25

Abstract

This research was motivated by the large number of unemployed people in Sambiroto Village which was caused by the Covid-19 pandemic. In addition, because there has never been any socialization regarding the development of community skills in the use of betel leaf. This research was conducted to be able to find out how the socialization of community skills development in Sambiroto Village, Kec. Baron in the use of betel leaf. The aim is to analyze the socialization of community skills development in Sambiroto Village, Baron District in the use of betel leaf. As well as being able to restore the community's economy for the better, thus this activity cannot be separated from the support of the village and the community itself. In this research, the method used is qualitative with a phenomenological approach. The approach taken is descriptive, namely by presenting data and descriptive format, with the aim of describing, summarizing the results of the data that has been obtained. The theory that the researcher uses is social, put forward by Max Weber. The results of this study are that the researchers designed various activities to use betel leaf as herbal snacks and as herbal medicine for the community of Sambiroto Village, Kec. Baron during the Covid-19 pandemic.
EKSISTENSI TARI THENGUL DI ERA GLOBAL Alfita Rahma Putri Firdaus; Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
Jurnal Budaya Etnika Vol 7, No 1 (2023): Komodifikasi Budaya: Tradisi, Seni dan Gaya Hidup
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v7i1.2646

Abstract

ABSTRAK Kesenian tradisional merupakan salah satu warisan yang berasal dari nenek moyang dan telah menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum, suku, ataupun bangsa tertentu. Kehadiran kesenian di tengah-tengah kehidupan masyarakat adalah hasil dari daya kreativitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik sebagai sarana ritual, sosial, ekonomi, legitimasi penguasa, hiburan, dan sebagainya. Era global sendiri ditandai dengan adanya sentuhan budaya yang berasal dari luar ke dalam ruang lingkup masyarakat tanpa adanya sekat, dan berdampak pada kehidupan budaya serta seni pada suatu daerah maupun negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mengenai eksistensi dari salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro yakni Tari Thengul di era globalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada era globalisasi kesenian tradisional, khususnya Tari Thengul sempat mengalami penurunan minat dari masyarakat. Namun, dengan berjalannya waktu pemerintah mulai melakukan berbagai gebrakan baru. Kata kunci: Eksistensi, Thengul, Era Global ABSTRACT Traditional art is one of the legacies that comes from our ancestors and has become a part of people's lives in a certain people, tribe, or nation. The presence of art in the midst of people's lives is the result of human creativity to meet the needs of life, whether as a means of ritual, social, economic, authority legitimacy, entertainment, and so on. The global era itself is marked by a cultural touch that comes from outside into the scope of society without any partitions, and has an impact on cultural and artistic life in a region or country. This study aims to analyze the existence of one of the traditional arts originating from Bojonegoro Regency, namely the Thengul Dance in the era of globalization. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The results obtained in this study indicate that in the era of globalization, traditional arts, especially the Thengul dance, experienced a decline in public interest. However, with the passage of time the government began to make various new moves. Keywords: Existence, Thengul, Global Era
Analisis Kesadaran Antikorupsi Mahasiswa Sosiologi dan Non-Sosiologi Terhadap Fenomena Pemungutan Parkir Ilegal di Indomaret Elisa Diaz Agustina; Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of illegal levies by parking attendants at Indomaret is often found in every Indomaret stall. However, the collection of parking fees by parking attendants is an unlawful or illegal activity because Indomaret has paid sand levies to the city or district government. This form of collection is included in corruption. The purpose of this study was to determine the perceptions of sociology students and non-sociology students UNESA against the phenomenon of extortion in Indomaret and the form of awareness of anti-corruption behavior in sociology students and non-sociology students Unesa. This research is a qualitative study with literature and interview techniques which are then analyzed using structural analysis of functionalism. The results found that students who have had activities or courses on corruption can explain, and classify types of corruption better. In addition, based on functionalist structural analysis, it was found that the phenomenon of illegal levies at Indomaret is a form of dysfunction in the system, because it violates the rules and harms the community.