Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENYEBARAN POLUTAN DI KEGIATAN PEMANFAATAN OLI BEKAS Tuhu Agung; Hardian Puji Laksono
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 11 No 2 (2019): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.819 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.7

Abstract

Aktivitas industri pada proses pemanfaatan oli bekas menghasilkan emisi salah satunya berupa CO yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagian besar CO diemisikan melalui cerobong dan terdispersi disekitar area industri, sesuai kondisi meteorologi lokalnya. Dalam penelitian telah dianalisis kuantitas emisi debu dari cerobong industri pemanfaat oli bekas dan pola sebarannya. Pola sebaran dibedakan dalam periode musim kemarau. Pola dispersi CO di area sekitar industri diestimasi menggunakan persamaan umum model Gauss. Karakteristik udara menggunakan data iklim periode pengamatan tahun 2018. Hasil analisis pola umum angin berupa arah dan kecepatan angin digambarkan dalam mawar angin (wind rose). Stabilitas atmosfer ditentukan berdasarkan kecepatan angin dan pola radiasi harian. Perhitungan konsentrasi ambien dilakukan pada setiap titik dengan perubahan 50 meter searah angin (sumbu–x) dan arah tegak lurus arah angin (sumbu-y) dari masing-masing titik cerobong. Hasil ini kemudian dianalisis dan digambarkan dalam peta konsentrasi yang dioverlay pada peta wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pola angin pada kondisi atmosfer rata-rata musim kemarau (bulan Oktober) dominan ke arah selatan. Stabilitas atmosfer berdasarkan data meteorologi diperoleh pada periode musim kemarau adalah katogori D (Netral). Sebaran emisi berupa CO paling tinggi cerobong 1 adalah 118,94 μg/m3 dengan jarak 150 meter dari sumber emisi. Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 124,14 μg/m dengan jarak 150 meter. Pada sebaran jarak terjauh 500 meter cerobong 1 adalah 34,07 μg/Nm3 dan cerobong 2 adalah 35,90 μg/Nm3. Sedangkan persebaran emisi kearah barat daya dengan arah angin ke selatan pada stabilitas atmosfer D konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 106,02 μg/m3 dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi. Konsentrasi maksimum CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 2 adalah 110,66 μg/m dengan jarak x 150 meter dari sumber emisi. Pada jarak terjauh yaitu jarak x 400 meter konsentrasi CO pada musim kemarau yang bersumber dari Cerobong 1 adalah 44,34 μg/Nm3 dan Cerobong 2 adalah 46,70 μg/Nm3 dari sumber emisi.
PENYISIHAN LINEAR ALKLYBENZENE SULFONATE (LAS) DAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) MENGGUNAKAN PROSES FOTOKATALIS DENGAN KOMBINASI KATALIS TiO2 - ZnO Tuhu Agung; Muhammad Doddy Darmawan
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 1 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.928 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.46

Abstract

Air limbah dari proses laundry yang mengandung polutan organik yang sukar terurai salah satunya Linear Aklybenzene Sulfonat dan TDS . Limbah air yang mengandung LAS dan TDS tersebut akan menyebabkan masalah terhadap lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Penanganan polutan ini dapat dilakukan dengan fotokatalis dengan kombinasi katalis TiO2 - ZnO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengolahan limbah laundry dengan metode fotokatalis berdasarkan waktu paparan dan ratio doisis katalis. Pada penelitian ini, parameter yang diamati meliputi LAS, dan TDS. Pada penelitian batch yang dilakukan dengan 17 liter air limbah ditetapkan variabel waktu paparan dengan variasi 60, 120, 180, 240, dan 300 menit dan variabel ratio perbandingan dosis katalis dengan variasi 1:0, 1:0,5, 1:1, 0,5:1, 0:1. Selain secara batch, penelitian ini juga dilakukan percobaan fotokatalis secara kontinu dengan variabel terbaik dari proses batch. Berdasarkan penelitian, efisiensi pengolahan LAS, dan TDS pada limbah menggunakan proses fotokatalis dengan kombinasi katalis TiO2 - ZnO masing-masing sebesar 92,70%, dan 45,81% pada waktu paparan 300 menit dengan perbandingan katalis TiO2 – ZnO yaitu 1:1
EFEKTIVITAS INTENSITAS CAHAYA UV-C UNTUK MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR LIMBAH BATIK Bagas Priantoro; Tuhu agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.07 KB)

Abstract

Proses fotokatalis merupakan pengolahan limbah yang terdiri dari fotokimia dan katalis yang bersifat semikonduktor. dalam prosesnya diperlukan sinar UV untuk meningkatkan laju reaksi reduksi dan oksidasi. UV-C memiliki panjang gelombang paling rendah yaitu berkisar 200 – 280 nm. semakin pendek panjang gelombang yang dimiliki, semakin besar energi foton yang dipancarkan. UV-C memiliki energi foton sebesar 4,43 – 12,4 eV. Penelitian tentang efektivitas intensitas cahaya UV-C untuk menurunkan beban pencemar limbah batik menggunakan proses fotokatalis TiO2. bertujuan untuk mendapatkan efektivitas UV-C dalam menurunkan beban pencemar limbah batik. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistem batch dan kontinyu. Hasil penyisihan TDS pada limbah batik 49 %, perubahan warna dengan nilai skala 9, pH menjadi 7,5 dan suhu 38°C dalam waktu 120 menit dengan intensitas 2210 lux pada sistem batch. Sedangkan pada sistem kontinyu hasil penyisihan TDS 26 % , perubahan warna memiliki nilai skala 11, pH mencapai 7,4 dan suhu 35°C.
PENAMBAHAN STARTER DIGESTATE DAN EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISM-4) PADA PEMBUATAN BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU SAMPAH SAYUR, EICHHORNIA CRASSIPES DAN KOTORAN SAPI Rullita Kinasih; Tuhu agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.731 KB)

Abstract

Limbah sisa hasil biogas yang berupa lumpur atau bisa disebut digestate, mengandung bakteri-bakteri baik yang jarang dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan sebagai starter pembuatan biogas. Secara umum, biogas hanya terbuat dari kotoran sapi. Kotoran sapi ditambahkan pada sampah sayur dan eceng gondok lalu diberi starter berupa digestate atau lumpur sisa dan EM4 (effective microorganism-4) yang kemudian difermentasi selama 30 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kotoran sapi, sampah sayur, dan eceng gondok dapat dijadikan biogas. Berdasarkan komposisi tersebut didapatkan rasio terbaik yaitu 8:1:1 dengan 8kg kotoran sapi, 1kg sampah sayur, 1kg eceng gondok (eichorrnia crassipes) dan ditambahkan starter digestate, karena mampu menghasilkan tekanan yang cukup untuk menghasilkan api berwarna biru dengan waktu 65 detik .
PENDEGRADASIAN PENCEMAR LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN AEROBIK BIOFILTER Aditya Rachmawan; Tuhu Agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.473 KB)

Abstract

Perkembangan Industri Kecil Menengah semakin tinggi tidak lepas dari peningkatan permasalahan limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair yang dihasilkan tersebut langsung dibuang ke badan air. Salah satu industri yang melakukan praktik tersebut adalah industri tahu. Limbah cair industri tahu memilik konsentrasi pencemar berupa BOD 847 mg/l, COD 1815 mg/l, dan TSS 246 mg/l. Unit pengolahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah cair tahu adalah aerobik biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan volume ruang pertumbuhan mikoorganisme melekat dan tersuspensi dalam aerobik biofilter dengan variasi waktu kontak 12, 24, 36, 48, dan 60 jam. Melakukan pre-treatment berupa proses koagulasi-flokulasi, sebelum diproses dalam aerobik biofilter. Hasil penelitian menujukan perbandingan volume ruang pertumbuhan mikoorganisme melekat dan tersuspensi yang yang paling optimal adalah perbandingan 15L:25L dengan waktu kontak 60 jam, dapat menurunkan konsentrasi BOD 88,67%, COD 89,20%, dan TSS 24,04%.
PENGARUH DERAJAT KEASAMAN PADA PROSES ELEKTROKIMIA UNTUK PENYISIHAN BAHAN ORGANIK LIMBAH BATIK Amalia Dian Pusparini; Tuhu agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.833 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya produksi batik dalam beberapa tahun terakhir dapat menyebabkan permasalahan lingkungan, terutama untuk industri rumah tangga yang belum memiliki pengolahan air limbah pewarnaan batik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pH dan kondisi pH optimum untuk mengolah limbah pewarnaan batik dengan proses elektrokimia. Metode yang digunakan adalah elektrokimia dengan arus listrik searah, menggunakan elektroda aluminium, dan dengan jarak antara elektroda 3 cm. Penelitian dilakukan dengan variabel pH (8,1; 7; 6; 5; 4) dan waktu kontak (30, 60, 90, 120, 150 menit). Penurunan bahan organik optimum didapatkan pada kondisi pH 4 selama 150 menit dengan penyisihan COD 87,5%, TSS 78%, dan nilai pH 9,5.
KOMBINASI AOPS (ADVANCED OXIDATION PROCESSES) FOTOKATALIS – FOTOFENTON DALAM MENDEGRADASI SURFAKTAN LAS (LINIER ALKYLBENZENE SULFONATE) PADA LIMBAH LAUNDRY Mochamad Nur Rizki; Tuhu Agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.639 KB)

Abstract

Detergen pada industri laundry memiliki fungsi sebagai bahan efektif untuk membersihkan kotoran pakaian. Kandungan detergen terdiri dari bahan non biodegradable seperti surfaktan LAS (Linear Alkyl benzene Sulfonate) berfungsi untuk melepaskan kotoran yang menempel permukaan pakaian. Metode yang potensial dan telah dilakukan untuk mengurangi kadar surfaktan LAS adalah menggunakan metode AOPs fotokatalis - fotofenton. Penelitian ini mempunyai tahapan yakni penelitian pendahuluan pretreatment dan selanjutnya ke penelitian utama secara batch. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses optimum dari pengolahan limbah laundry dengan metode kombinasi fotokatalis – fotofenton yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti semikonduktor TiO2, reagen fenton, pH, dan waktu kontak reaksi dalam menghasilkan produk radikal hidroksil yang dapat mengoksidasi bahan organik surfaktan LAS menjadi produk bahan yang biodegradable. Penelitian ini menggunakan peubah variasi dosis ratio molar reagen fenton FeSO4 : H2O2 (1:1 ; 1:10 ;1:20 ; 1:30 ; 1:40) dan kondisi limbah pengaturan pH (3 dan pH asli). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil terbaik dosis ratio molar optimum (FeSO4 : H2O2) 1:40 untuk parameter LAS sebesar 97 - 99 % pada pH 3 dan 94 - 99 % pada pH Asli (8,3).
Effect of Types and Depths of Media Filter to Reducing Turbidity Concentration Fikry Ardianto; Euis Nurul H; Tuhu Agung; Aussie Amalia
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i4.2565

Abstract

Rapid sand filter is used to decrease the turbidity consentration. This research purpose is find the comparation of variation media to reduced turbidity from Wonokromo River. Silica and zeolite are used to be the media of rapid sand filter with effective sizes of 0,20 mm and 1,40 mm. Variation that used in this research are rapid sand filter single media and dual media with depth of 60 and 80 cm in each variation. Rapid sand filter dual media uses silica and zeolite with the comparison of 50 : 50. The result showed that every variation has more than 50% removal of turbidity. Rapid sand filter single media with 60 cm of depth reach 84,35% of turbidity removal and with 80 cm of depth reach 92,22% of turbidity removal. Rapid sand filter dual media (silica and zeolite) with 60 cm of depth reach 73,48% and with 80 cm of depth reach 87,77%. Result showed that rapid sand filter single media with 80 cm of depth reach the highest removal in every variation. It’s concluded that the media depth and sizes effect the effictivity of turbidity removal.