Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Metode Permainan Kartu Abjad pada Kelompok A TK Satu Atap SD Inpres Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: The Effort of Incresing Ability of Recongnizing Letters Through Method of Alphabet Card Game at Group A of Satu Atap Kindegarten of SD Inpres Tinggede District of Marawola, Sigi Regency Raodha; Arsyad Said; Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 3: MARET 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i3.1799

Abstract

Masalah dalam penelitian ini Apakah media kartu abjad dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak kelompok A di TK Satu Atap SD Inpres Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi? Dan tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui penggunaan media kartu huruf pada kelompok A di TK Satu Atap SD Inpres Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, melibatkan 12 orang anak terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian PTK Kemmis & Taggart, yang dilakukan secara bersiklus. Hasil penelitian kemampuan mengenal huruf kelompok A TK Satu Atap SD Inpres Tinggede dapat ditingkatkan melalui metode permainan kartu abjad dalam proses pembelajaran dengan cara masing-masing anak membawa/memegang kartu kata secara langsung dan memainkannya sesuai instruksi guru yaitu Kemampuan mengenal Huruf, Kemampuan Mengelompokkan Huruf Abjad yang sama, dan Kemampuan Mengurutkan Huruf Abjad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan mengenal huruf yaitu pada pra tindakan dan dilakukan tindakan siklus I kemudian siklus II meningkat menjadi 75%. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak di TK Satu Atap SD Inpres Tinggede telah mencapai kemampuan mengenal huruf pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) seperti yang diharapkan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan kemampuan mengenal huruf dikatakan berhasil, karena dari 12 anak yang sudah mencapai pada kriteria BSB sebanyak 9 anak (75%). Dapat disimpulkan bahwa melalui permainan kartu abjad dapat meningkatkan kemampuan anak kelompok A TK Satu Atap SD Inpres Tinggede dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf.
Meningkatkan Minat Belajar Anak Melalui Media Boneka Tangan di Kelompok A TK Al-Ikhlas Pulu : Improving Children’s Learning Interest Through Hand Puppet at Group A of Tk Al-Ikhlas Pulu Dewi Lestari; Abd. Munir; Arsyad Said
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 3: MARET 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i3.1800

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan media boneka tangan dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar anak di kelompok A TK AL-Ikhlas Pulu Kecamatan Dolo Selatan? Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak melalui media boneka tangan di kelompok A TK AL-Ikhlas Pulu Kecamatan Dolo Selatan, yang melibatkan 15 orang anak terdiri dari 9 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Objek penelitian ini adalah minat belajar anak melalui media boneka tangan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secara bersiklus. Teknik pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Keberhasilan dalam penelitian ini apabila minat belajar anak telah mencapai 80% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat belajar anak melalui boneka anak dengan ketercapaian anak Siklus I minggu pertama pertemuan pertama mencapai 20,00% mendapatkan kategori (MB) mulai berkembang dan pada pertemuan kedua siklus I mencapai 33,33% mendapatkan kaegori (MB) belum berkembang, Siklus II pertemuan pertama mencapai 60,00% mendapatkan kategori (BSH) berkembanag sesuai harapan lanjut ke pertemuan kedua siklus II mencapai 80,00% mendapatkan kategori (BSB) berkembanag sangat baik. Hal tersebut telah mencapai kriteria keberhasilan penelitian sebesar 80%. Maka dari itu peneliti menganggap dengan melalui media boneka tanagan dapat meningkatkan minat belajar anak pada kelompok A TK Al-Ikhlas Pulu mencapai presentase keberhasialan dengan kategori (BSB) berkembanag sangat Baik, sehingga penelitian tersebut dinyatakan berhasil. Dapat disimpulkan bahwa melalui media boneka tangan di kelompok A TK Al-Ikhlas Pulu dapat meningkatkan minat belajar anak.
Peran Orang Tua Terhadap Pola Asuh Perkembangan Sosial Semosional Anak di Paud Kelompok Bermain Bahagia Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi: The Parents’s Role in Parenting Children’s Social-Emotional Development in Paud Bahagia Play Group of Rogo in Dolo Selatan District, Sigi Regency Eti Risnawangsih; Arsyad Said; Syamsidar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 3: MARET 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i3.1801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak, untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua terhadap pola asuh dalam hal sosial emosional anak di Kelompok Bermain, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran pola asuh orang tua.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Agar yang diperoleh terjamin validitas dan kredibilitasnya, maka pengecekan keabsahan data melalui metode triangguasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang “Peran Orang tua terhadap Pola Asuh Perkembangan Sosial Emosional Anak di PAUD Kelompok Bermain” dapat disimpulkan sebagai berikut, ada 4 hal ataupun cara pola asuh orangtua yang berperan dalam perkembangan sosial emosional anak, yaitu: (1) Membimbing dan mengarahkan agar anak dapat mematuhi aturan orang tua memberikan pengertian dan menggunakan komunikasi yang mudah dipahami bagi anak; (2) Memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan perasaannya. Orang tua senantiasa berkomunikasi yang baik dengan anak dan menanggapi segala cerita anak; (3) Memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan emosi ketika marah, senang ataupun sedih. Orang tua melibatkan anak dalam kegiatan diluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain, selain itu orang tua menjaga komunikasi yang baik dengan anak; (4) Orang tua melatih kesabaran anak. Orang tua memberikan aturan, batasan dan berdiskusi untuk segala keinginan anak, dan orang tua mengajarkan untuk lebih bersabar.