Yunanda Ayu Aprilia
Jurusan Keperawatan Poltekes Tanjungkarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Yuliati Amperaningsih; Yunanda Ayu Aprilia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.574 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1308

Abstract

Menurut Word Health Organization (WHO)/United Nation Children's Fund (UNICEF) tahun 2015, hampir satu juta anak Indonesia tidak mendapatkan imunisasi sama sekali atau tidak lengkap status imunisasinya. Pada tahun 2015 Indonesia memiliki cakupan imunisasi 92,3% dan turun kembali pada tahun 2016 sebesar 86,5%. Faktor penyebab ketidakberhasilan imunisasi diantaranya adalah sikap orang tua anak  berkaitan pemberian imunisasi dasar. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitaitf dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah keseluruhan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Sekincau dengan jumlah sampel sebanyak 91 ibu.Data dianalisis univariat dan bivariatdengan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar terbanyak dengan sikap yang tidak mendukung sebesar 50,55% (46 orang). Distribusi frekuensi kelengkapan imunisasi dasar pada balita terbanyak dengan imunisasi dasar yang tidak lengkap sebesar 63,74% (58 orang). Ada hubungan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung barat Tahun 201  denganp value: 0,007 OR: 3,764. Saran diharapkan pihak puskesmas lebih gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap guna meningkatkan cakupan pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi di wilayah kerjanya.