Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERILAKU PENGOBATAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS Wati, Revika Chandra; Amperaningsih, Yuliati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.666 KB)

Abstract

IMS merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang kompleks. Angka kejadian IMS di dunia masih tinggi, World Health Organization (WHO) memperkirakan ada 340 juta kasus baru IMS terjadi setiap tahun, kasus IMS di Indonesia cukup tinggi antara lain di Kota Medan sebanyak 1.004 orang yang mengalami IMS. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2012 ada 2680 kasus IMS, di Puskesmas Sukaraja terdapat 111 kasus IMS. WPS yang aktif datang berobat ke Puskesmas sebanyak 60 orang. Tujuan penelitian mengetahui perilaku pencarian pengobatan IMS yang dilakukan WPS di eks lokalisasi Pemandangan Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, cara pengambilan subjek penelitian dengan teknik bola salju, alat pengumpul data yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam,  triangulasi dilakukan dengan petugas kesehatan yang memberikan pengobatan, tenaga penjangkau serta kepala puskesmas, analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian sebagian besar informan mencari pengobatan ketenaga kesehatan, namun masih ada yang mencari pengobatan sendiri. Sebagian besar informan merasa sadar bahwa pekerjaannya berisiko terjangkitnya IMS. Seluruh informan mengatakan bahwa IMS merupakan salah satu penyakit yang serius, karena sangat berpengaruh mengancam keselamatan mereka. Hampir seluruh informan merasakan banyak manfaat yang didapat jika mendapatkan pengobatan IMS di puskesmas. Rintangan yang didapat oleh informan adalah kejerjangkauan jarak dari eks lokalisasi ke klinik IMS di puskesmas serta tidak didukungnya oleh mucikari ketika akan melakukan pengobatan. Disarankan untuk puskesmas Sukaraja menambah jadual kunjungan ke eks lokalisasi Pemandangan, untuk Kecamatan Panjang mengorganisir komunitas masyarakat di eks lokalisasi Pemandangan untuk penanggulangan IMS dalam bentuk penyuluhan dengan berkoordinasi  kepada pihak puskesmas Sukaraja. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU Sormin, Tumiur; Amperaningsih, Yuliati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.021 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.356

Abstract

Indonesia menduduki peringkat empat terbanyak di dunia untuk penderita tuberkulosis (TB) paru, pada tahun 2013 prevalensi sebanyak 297/100.000 penduduk, dimana kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus.Di Provinsi Lampung diketahui bahwa angka penemuan kasus baru tertinggi terjadi di Kabupaten Bandar Lampung, yakni di wilayah kerja Puskesmas Panjang.  Penjaringan suspek TB memegang peranan yang sangat penting pada upaya penanggulangan penyakit TB dalam rangka memutus mata rantai penularannya dan salah satu hal yang penting diperhatikan adalah pola pencarian pengobatan. Ketidaktepatan dalam pencarian pengobatan dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita TB kronis yang merupakan sumber penularan dimasyarakat. Hasil presurvei 10 orang penderita TB paru dan diperoleh hasil bahwa 4 orang mengatakan tidak rutin berobat, sedangkan 3 orang mengatakan tidak mengetahui akibatnya jika berobat tidak rutin ke tenaga kesehatan. Penelitian bertujuan mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencarian pengobatan pasien  TB paru di Puskesmas Panjang  Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh penderita TB paru yang datang berobat ke Puskesmas Panjang Bandar Lampung  sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel dengan accidental sampling, uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 34  (56,70%) responden pengetahuan baik dan 26 (43,30%)  responden pengetahuan kurang, 34 (56,70%) responden (56,70) sikap positip dan 26 (43,30%) responden sikap negatif terhadap penyakit TB. Sebanyak 38 (63,30%) responden mencari pengobatan ke tenaga kesehatan dan 22 (36,70%) reponden mencari pengobatan ke non tenaga kesehatan.  Uji statistik pengetahuan dengan perilaku pencarian pengobatan dihasilkan ρ value (0,007) dan sikap dengan perilaku pencarian pengobatan dihasilkan ρ value (0,001), artinya ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencarian pengobatan. Disarankan Menyebarluaskan informasi tentang TB paru yang menarik (leaflet). 
Interaksi Sosial Anak Berkonflik Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung Dedek Saiful Kohir; Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1: April 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v3i1.293

Abstract

Tujuan khusus riset ini adalah mengetahui data demografi, perubahan interaksi dan perilaku sosial anak. Metoda riset ini yaitu deskriptif, kuatitatif dan kualitatif. Hasil riset menunjukkan paling banyak anak berpendidikan SMP, status pelajar dan vonis berat. Bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif tidak banyak berubah walaupun sudah lama menjalani masa tahanan. Berdasarkan wawancara, mereka menyatakan berubah karena ada peraturan, pengawasan dan tatanan kehidupan di lapas. Kesimpulannya, perilaku sosial tidak banyak menunjukan perubahan ke arah perilaku baik. Sebaiknya perubahan bentuk interaksi sosial dan perilaku bukan karena adanya peraturan dan pengawasan tetapi memang karena anak itu sudah menyadari bahwa dia harus berubah. Saran, pembinaan seharusnya menyertakan konseling individu dan kelompok yang mengarah kepada pembinaan mental dan interaksi sosial secara individu, menambah pengetahuan dan keterampilan dalam membina anak-anak. Pembinaan di lapas harus diubah menjadi suasana yang aman, nyaman, bisa membuat anak bertumbuh dan berkembang baik.
Pola Pemberian MP-ASI pada Balita Usia 6-24 Bulan Yuliati Amperaningsih; Siska Aulia Sari; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.673 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i2.757

Abstract

WHO in WHA reported that 60% of direct and indirect infant deaths were caused by malnutrition and 2/3 of these deaths were associated with poor feeding practices in infants and children. Based on PSG results in 2016, Lampung and Bandar Lampung acute and chronic community nutritional problems (short prevalence ≥20% and thin ≥5%). The purpose of this study is to know the pattern of giving of breast milk in infants aged 6-24 months in the work area of Puskesmas Kota Baru New Town Bandar Lampung in 2017. This research is a qualitative research with phenomenology approach. Information obtained by conducting in-depth interviews, FGD, and observation. Informants in this study consisted of 5 main informants, 2 informants triangulation. The results showed that the form of MP-ASI have given for the age of 6-8 months and 12-24 months was appropriate but for 9-11 months age was not yet appropriate. The amount given is still less than the need with the frequency of giving 2-3 times a day plus 2 times a distraction. Type of MP-ASI is a local MP-ASI and MP-ASI manufacturer. How to serve in the form of dilute and liquid who fed by the mother. Raw food ingredients are stored separately with cooked foods. Feeding meals and suggestions are from their own mothers. Advice for MP-ASI counselors to provide regular and recorded counseling so that the stages and success of counseling can be evaluated.
Pengaruh Back Rub Terhadap Nyeri Punggung Dan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Nawati Nawati; Ningning Sriningsih; Yuliati Amperaningsih; Idawati Manurung
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.993 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6791

Abstract

ABSTRACT Pregnant women in the third trimester often experience back pain due to physiological changes in the enlargement of the abdomen and fetus that put pressure on the muscles, bones, joints, resulting in sleep disturbances and poor sleep quality. The purpose of this study was to determine the effect of Back rub on back pain and sleep quality of third trimester pregnant women. The research location is at the Bogor City Health Center. This type of quantitative research uses a quasi-experimental method with a pre post test approach with control group design. Respondents, third trimester pregnant women were 30 people in the intervention group and 30 people in the control group. sampling method using purposive sampling. The results, back rub did reduce back pain and improve the quality of sleep and health education programmed and structured to help pregnant women understand and make it easier to apply information at home. The researcher's suggestion is that health education programs and back rub knowledge must be taught to pregnant women from the beginning of pregnancy, every time pregnancy control is at the Puskesmas Keywords: back rub, back pain, sleep quality ABSTRAK Ibu hamil trimester ke III sering mengalami nyeri punggung karena perubahan fisiologis pembesaran perut dan janin yang menekan otot, tulang, sendi sehingga mengakibatkan gangguan tidur dan tidurnya menjadi tidak berkualitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Back rub terhadap nyeri punggung dan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Lokasi penelitian di Puskesmas Wilayah Kota Bogor.  Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan metoda kuasi eksperimen dengan pendekatan pre post test with control group desain. Responden, ibu hamil trimester tiga berumlah 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil, back rub memang menurunkan nyeri punggung dan meningkatkan kualitas tidur dan pendidikan kesehatan yang terprogram dan terstruktur membantu ibu hamil mengerti dan memudahkan untuk menerapkan informasi di rumah. Saran peneliti adalah program pendidikan kesehatan dan pengetahuan back rub wajib diajarkan pada ibu-ibu hamil sejak awal kehamilan, setiap kali kontrol kehamilan ke Puskesmas. Kata Kunci: Back Rub, Nyeri Punggung, Kualitas Tidur
Pembentukan Konseling Kelompok Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan di Bandar Lampung Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih; Dedek Saiful Kohir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6247

Abstract

 ABSTRAK Pembinaan mental di lembaga pemasyarakatan harus dilaksanakan, tetapi bila hanya mengandalkan konseling individu tentu sulit, oleh karena itu Konseling kelompok sangat dibutuhkan karena jumlah staf lapas bila dibandingkan dengan jumlah warga binaan sangat tidak seimbang. Keterampilan menjadi pembimbing konseling kelompok, sebaiknya dimiliki staf lapas sebagai alternatif pembinaan mental dan perilaku. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk dan melaksanakan konseling kelompok di lapas-lapas di Bandar Lampung. Metode yang dilakukan dengan mengadakan pelatihan konseling kelompok, pembentukan kelompok konseling, pelaksanaan di masing-masing lembaga pemasyarakatan dan pendampingan pada saat pelaksanaan agar sesuai dengan panduan. Hasilnya pelaksanaan pelatihan berhasil dilakukan, kemampuan pengetahuan dan keterampilan petugas meningkat, adanya kelompok konseling dan terselenggara konseling-konseling kelompok di masing-masing lembaga pemasyarakatan dan adanya pendampingan staf lapas pada saat pelaksanaan.  Konseling kelompok ini baik karena memungkinkan pembinaan dilakukan serentak pada beberapa warga binaan dengan permasalahan yang sama. Perubahan perilaku, kerja sama para peserta, proses pembelajaran dapat dicapai dalam konseling kelompok dan warga binaan gembira karena ada kegiatan yang bervariasi. Konseling kelompok tidak hanya untuk membina mental dan perilaku, tetapi juga bisa dipakai untuk program pembinaan yang bertujuan ketertiban yang dikelola bagian keamanan. Konseling kelompok cepat memulihkan, memberi pelajaran bagi warga binaan, lebih efektif dan efisien karena dalam waktu cepat bisa menjangkau banyak orang. Sebaiknya program ini tetap dijalankan di lembaga-lembaga pemasyarakatan secara terstruktur dan terprogram. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Staf, Warga Binaan   ABSTRACT  Mental development in prison must be carried out, but relying solely on individual counseling is certainly difficult, therefore group counseling is very much needed because the number of prison staff compared to the number of inmates is very unbalanced. The skills to become a group counselor should be owned by prison staff as an alternative to mental and behavioral development. This community service activity aims to establish and implement group counseling in prisons in Bandar Lampung. The method is carried out by holding group counseling training, forming a counseling group, implementing it in each correctional institution and providing assistance at the time of implementation to comply with the guidelines. As a result, the training was successfully carried out, the knowledge and skills of officers increased, there were counseling groups and group counseling was held in each correctional institution and there was assistance for prison staff at the time of implementation. This group counseling is good because it allows coaching to be carried out simultaneously on several inmates with the same problem. Changes in behavior, the cooperation of the participants, the learning process can be achieved in group counseling and the inmates are happy because there are various activities. Group counseling is not only for mental and behavioral development, but can also be used for coaching programs aimed at order that are managed by the security department. Group counseling is quick to recover, provides lessons for the inmates, is more effective and efficient because it can reach many people in a short time. It is better if this program is carried out in prisons in a structured and programmed manner. Keywords: Group Counseling, Staff, inmates
HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Yuliati Amperaningsih; Yunanda Ayu Aprilia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.574 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1308

Abstract

Menurut Word Health Organization (WHO)/United Nation Children's Fund (UNICEF) tahun 2015, hampir satu juta anak Indonesia tidak mendapatkan imunisasi sama sekali atau tidak lengkap status imunisasinya. Pada tahun 2015 Indonesia memiliki cakupan imunisasi 92,3% dan turun kembali pada tahun 2016 sebesar 86,5%. Faktor penyebab ketidakberhasilan imunisasi diantaranya adalah sikap orang tua anak  berkaitan pemberian imunisasi dasar. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitaitf dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah keseluruhan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Sekincau dengan jumlah sampel sebanyak 91 ibu.Data dianalisis univariat dan bivariatdengan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar terbanyak dengan sikap yang tidak mendukung sebesar 50,55% (46 orang). Distribusi frekuensi kelengkapan imunisasi dasar pada balita terbanyak dengan imunisasi dasar yang tidak lengkap sebesar 63,74% (58 orang). Ada hubungan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung barat Tahun 201  denganp value: 0,007 OR: 3,764. Saran diharapkan pihak puskesmas lebih gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap guna meningkatkan cakupan pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi di wilayah kerjanya.
DETERMINAN KEHAMILAN PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Nyimas Aziza; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.283 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.331

Abstract

Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada usia yang relatif muda yaitu usia kurang dari 20 tahun. Berbagai faktor penyebab terjadinya kehamilan pada remaja diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan, sikap, kurangnya peran orang tua, pendidikan, sosial budaya, teman sebaya dan sumber informasi. Dari puskesmas Natar diperoleh data bahwa pada tahun 2012 terdapat 21 kasus (0,73%) kehamilan pada remaja dan pada tahun 2013 terdapat 31 kasus (1,08%) kehamilan pada remaja. Berdasarkan data tersebut di atas bahwa kehamilan pada remaja dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subyek penelitian adalah remaja hamil, keluarga remaja hamil, tokoh masyarakat, tokoh agama, petugas puskesmas, pendidik tingkat SMA. Penelitian  ini menggunakan analisis isi (content analysis). Seluruh informan remaja  mengalami kehamilan usia kurang 20 tahun, seluruh informan remaja belum mengetahui  kehamilan remaja dan proses kehamilan yang dialami,  umumnya remaja yang mengalami kehamilan  tidak menganggap kehamilan di luar nikah dianggap hal yang sah saja,  seluruh remaja mengatakan  orangtua mereka kurang berperan dalam memberikan pengetahuan tentang kespro remaja, namun orangtua mengingatkan etika pergaulan, umumnya remaja mendapatkan pendidikan kespro remaja sangat bervariasi, umumnya remaja terpengaruh oleh IPTEK, seluruh informan remaja mengatakan dalam kehidupan sehari-hari tidak sempurna menerapkan ajaran agama, pada umumnya informan remaja menjunjung nilai-nilai moral, budaya yang ada, seluruh informan remaja mengatakan teman sebaya sangat mempengaruhi pergaulan sehari-hari,  umumnya informan remaja menyukai lawan jenis dengan usia yang bervariasi. Diharapkan bekerjasama dengan lintas sektor (pendidikan, agama, kecamatan beserta jajarannya) agar melakukan penyuluhan tentang kespro  remaja dengan menggunakan media audio visual, pembuatan leaflet. Membuat peer group remaja untuk konseling. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah (keagamaan, Pramuka, Palang Merah Remaja). Agar melakukan penelitian  di tempat lain dan melakukan penelitian mix metode (penggabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif).  
Hubungan Kepuasan Kerja Perawat dengan Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri di Ruang Rawat Inap Perioperatif Astrid Devi Astari; Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih; Nawati Nawati
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2: Oktober 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/jpkm.v3i2.365

Abstract

Tujuan penelitian, mengetahui hubungan antara kepatuhan pemakaian APD dengan kepuasan kerja perawat ruang rawat inap perioperatif  di era pandemi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, memakai kuesioner untuk mengukur kepuasan perawat dan kepatuhan memakai APD, dengan uji statistik Chi Square, di Rumah Sakit Yukum Medical Centre Provinsi Lampung, Juli 2021. Populasi perawat perioperatif, dengan total sampling, 60 perawat. Hasil penelitian, diketahui lebih banyak perawat merasa tidak puas melakukan pekerjaan dengan memakai APD lengkap dan sebagian besar perawat tidak patuh memakai APD, ada hubungan bermakna antara kepuasan kerja perawat dengan kepatuhan memakai APD lengkap, perawat yang tidak puas akan pekerjaannya berpeluang besar untuk tidak patuh memakai APD dengan lengkap.  Kesimpulan, kepatuhan perawat memakai APD berhubungan dengan kepuasan perawat kerja, semakin puas perawat kerja, semakin patuh mengikuti peraturan, termasuk memakai APD. Disarankan rumah sakit sebaiknya meningkatkan manajemen sehingga semakin menunjang kepatuhan perawat dalam setiap peraturan dan program kerja.
Analisis Kepuasan Pasien Tes Pcr Di Laboratorium Patologi Klinik Rsud Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 Robby Dewan Tanjung; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Dessy Hermawan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.6850

Abstract

Robby Dewan Tanjung1, Dina Dwi Nuryani 2, Nurhalina Sari 3, Dessy Hermawan 4, Yuliati Amperaningsih5.Pasien Covid-19 masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat, baik yang baru memeriksakan dirinya maupun yang sudah sembuh dari penyakit ini. Bahkan masih banyak orang yang enggan memeriksakan dirinya karena faktor ekonomi dan stigma negatif yang diterima. masalah testing juga membingungkan, apakah mereka harus rapid tes ataukah PCR Di sisi lain, antrian ketika menunggu untuk PCR seringkali lama dan banyak yang berpikir akan tertular Covid saat menunggu. Hasil study pendahuluan kehandalan (reliability) 81%, cepat tanggap (responsiveness) 73%, kepastian (assurance) 68%, empati (empathy) 72%, kenyataan (tangibles) 77%. Tujuan Diketahui Kepuasan Pasien Tes PCR Di Laboratorium RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Subjek pada penelitian ini adalah peserta Test PCR SWAB dan perwakilan Institusi terkait yang melakukan test PCR di RSUAM. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus 2021 di Laboratorium Patologi Klinik Di Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021, Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan conten analysis.Hasil: Hasil kehandalan (reliability) di dapatkan bahwa bebagian besar mengatakan tidak sesuai karena terjadi keterlambatan hasil keluar dan antrian lama, kenyaman pasien pada saat swab kurang baik, keahlian petugas baik, Hasil cepat tanggap (responsiveness) di dapatkan bahwa respon petgas kurang baik, petugas seperti terburu-buru saat pelaksanaan, tidak memberikan penjelasan jelas pada proses PCR. Hasil kepastian (assurance) di dapatkan hasil Pengetahuan petugas sudah bagus, informasi belum di sampaikan kepada peserta secara menyeluruh, kesopanan kurang. Hasil empati (empathy) di dapatkan Kepeduliaanya kurang baik. Hasil sub fokus kenyataan (tangibles) di dapatkan Fasilitas fisiknya kurang luasnya ruang tunggu, kelengkapan APD sudah baik Petugasnya memakai APD lengkap. Saran Petugas diikutkan pelatihan caring dengan melakukan upgrading pelatihan bagi staff analis agar dapat melayani klien dengan baik, sehingaa cepat tanggan atau responsive petugas tercapai. Kata Kunci : PCR, Kepuasan, covid-19