Dewi Sri Sumardillah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN STATUS GIZI LANSIA PENGHUNI PANTI WERDA BHAKTI YUSUA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Dewi Sri Sumardillah; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.593 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.140

Abstract

Meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Lansia merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rawan menderita masalah gizi sehingga kekebalan tubuh menurun, mudah terserang penyakit, timbul komplikasi penyakit bahkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor determinan status gizi lansia penghuni Panti Werdha Bhakti Yusua Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2011. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan mengukur seluruh populasi lansia yang berjumlah 104 orang. Instrument pengukuran yang digunakan adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengukur variabel dependen (status gizi) dan kuesioner untuk mengukur variabel independen (umur, jenis kelamin, status perkawinan, penyakit penyerta, kunjungan keluarga, partisipasi kegiatan sosial, kepemilikan gigi asli, konsumsi energi, konsumsi protein). Analasis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketaui bahwa 59,6% lansia memiliki status gizi kurus dengan rata-rata IMT 19,44+3,57. Faktor determinan yang berhubungan dengan status gizi lansia adalah status perkawinan (p=0,049), penyakit penyerta (p=0,000), kunjungan keluarga (p=0,041), partisipasi kegiatan sosial (p=0,004), jumlah kepemilikan gigi asli (p=0,011), konsumsi energi (p=0,039), dan konsumsi protein (p=0,042), sedangkan faktor determinan yang tidak ada hubungan adalah umur (p=0,644) dan jenis kelamin (p=0,835). Disarankan agar ada kerja sama antara kementerian sosial, kementerian kesehatan dan pemerintah daerah untuk menempatkan tenaga kesehatan di Panti Werdha Bhakti Yusua, membentuk posyandu lansia di Panti Werdha Bhakti Yusua agar kesehatan lansia dapat dipantau perkembangannya.