Widhi Yahya
University of Brawijaya and National Central University

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Autoscaling Vertikal dan Horizontal Kubernetes untuk Aplikasi Inferensi Real-Time Streaming Nurdewanto, Abimanyu Danu; Yahya, Widhi; Basuki, Achmad
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 8 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan adopsi kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tantangan signifikan pada aplikasi inferensi dengan karakter beban kerja real-time streaming. Fluktuasi beban kerja yang intens, ditambah dengan sifat inferensi model yang compute-intensive, menciptakan risiko overload yang dapat menurunkan kualitas layanan, padahal waktu respons rendah adalah suatu keharusan. Skalabilitas menjadi krusial untuk mempertahankan kualitas layanan saat fluktuasi beban kerja. Kubernetes menawarkan solusi melalui HorizontalPodAutoscaler (HPA) yang mengubah jumlah replika pod, dan VerticalPodAutoscaler (VPA) yang menyesuaikan alokasi sumber daya pod. Meskipun begitu, keunggulan dan kelemahan masing-masing saat diterapkan pada aplikasi inferensi real-time streaming masih belum banyak dianalisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kinerja VPA dan HPA dengan model You Only Look Once (YOLO) sebagai representasi aplikasi inferensi real-time streaming. Penskalaan dipicu oleh metrik penggunaan CPU, dan kedua metode dievaluasi dari aspek waktu respons penskalaan serta dampaknya terhadap kualitas layanan—waktu respons dan kegagalan request. Hasil menunjukkan HPA lebih responsif dalam bereaksi terhadap perubahan beban dibandingkan VPA. Dalam hal kualitas layanan, HPA juga berhasil menangani seluruh permintaan tanpa adanya kegagalan dengan tetap menjaga rata-rata waktu respons yang lebih rendah pada beban puncak. Mekanisme pembuatan ulang pod pada VPA menyebabkan tingkat kegagalan request yang sangat tinggi dan memicu lonjakan waktu respons maksimum ekstrem akibat warming-up ulang model lebih lama.
Sistem Monitoring Kualitas Air Kolam Budidaya Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel Berbasis Protokol LoRa Bhawiyuga, Adhitya; Yahya, Widhi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 1: Februari 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3026.173 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019611292

Abstract

Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kesuksesan perikanan budidaya adalah aspek kualitas air kolam yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut maupun kekeruhan air. Sebagai tempat hidup ikan, perubahan parameter fisik tersebut dapat berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan dan daya tahan ikan budidaya. Oleh karena itu, peternak perlu melakukan pengamatan berkala terhadap kondisi air kolam budidaya untuk kemudian memberikan perlakuan tertentu agar kondisi air tetap sesuai dengan prasyarat tumbuh kembang ikan yang dibudidayakan. Peternak ikan dapat melakukan pengamatan kondisi air dengan mengambil sampel air kolam untuk kemudian diamati di laboratorium atau menggunakan peralatan sensor. Mekanisme tersebut memerlukan kehadiran peternak secara periodik pada kolam budidaya. Hal ini tentu dapat menyulitkan peternak apalagi jika ukuran kolam budidaya cukup luas. Lebih jauh lagi, kondisi fisik air dapat berubah dalam waktu yang relatif cepat, terutama karena adanya polutan baik  polutan eksternal maupun internal. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem pemantauan kualitas air kolam budidaya ikan secara real time menggunakan jaringan sensor nirkabel. Sistem yang diusulkan terdiri atas tiga bagian, yaitu : kumpulan perangkat node sensor, perangkat gateway dan data center. Secara periodik perangkat node sensor   mengukur parameter  fisik air menggunakan sensor dan mengirimkannya ke perangkat gateway. Perangkat gateway kemudian mengirimkan data tersebut ke data center untuk kemudian disimpan dan diolah.  Peternak dapat mengamati kondisi air kolam budidaya secara real time dari sebuah aplikasi berbasis web. Untuk melakukan validasi terhadap sistem yang dibangun, pengujian fungsionalitas dan kinerja dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem mampu merespons perubahan pada kondisi air seperti, tingkat kejernihan, pH, O2 terlarut dan temperatur. Sedangkan pada pengujian kinerja diperoleh hasil terbaik pada jarak 40 meter dengan besar paket 82 byte yang memberikan nilai hasil pengujian sebesar 189,4ms untuk delay dan 7,8% packetloss.Abstract The water physical condition including water temperature, acidity level (pH) and dissolved oxygen level play an important role in the success of aquaculture. As the habitat of the fish, the changes of physical parameter in water gives a direct impact to the growth and vitality of the fish. Therefore, fish farmer needs to periodically observe that water condition and takes an immediate action upon any changes. At present, the fish farmer can perform a water monitoring by taking a water sample and observe it in laboratory. However, this method can be inefficient since the water condition can be changed rapidly due to the polutant intervention either from external or internal. Therefore, in this paper, we propose a real time aquaculture water monitoring system using wireless sensor network. The proposed system can be composed into three main components : node sensors, gateway device and data center. Periodically, each node sensor measure the physical parameter of water using its sensing device and send those data to the gateway using LoRa communication module. The gateway then relays the sensor data to the datacenter using Restful Webservice protocol. Based on the functional evaluation the proposed system can give the proper response on the changes of the water quality in term of turbidity, acidity level, dissolved oxygen and temperature. Furthermore, from the network performance testing, we observe that the delay is 189.4ms and the packetloss is 7.8%.
Implementasi Sistem Dynamic Link Offloading Berbasis Ansible pada Router Konvensional dengan Jaringan Rute Statis Pramadani Alief Rahman, Ararya; Hari Trisnawan, Primantara; Yahya, Widhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 9 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya kompleksitas jaringan, dibutuhkan sistem yang adaptif dan efisien dalam mengatur lalu lintas data. Static routing pada router konvensional kurang mampu menghadapi kondisi dinamis seperti kemacetan dan kegagalan jalur. Penelitian ini mengusulkan sistem dynamic link offloading berbasis Ansible yang menggabungkan static routing, Access Control List (ACL), NetFlow, dan Ansible untuk membentuk konfigurasi multipath dinamis. Proses monitoring dilakukan melalui NetFlow dan SNMP Trap, sementara Ansible menjalankan playbook otomatis saat terdeteksi gangguan. Implementasi dalam simulasi GNS3 dengan router Cisco, diuji dalam dua skenario yaitu perbandingan kinerja multipath dan singlepath, serta penanganan link failover dan failback. Hasil menunjukkan bahwa multipath meningkatkan throughput (7,97 Mbit/s dibanding 4,86 Mbit/s) dan mengurangi packet loss (33,53% dibanding 59,43%) pada 6 flow. Sistem juga menunjukkan down time failover rata-rata 6,09–6,32 detik dan failback 0,55–0,77 detik. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif meningkatkan kinerja dan adaptivitas jaringan pada jaringan berbasis router konvensional.
Deteksi Konten Ilegal Pada Situs Web Menggunakan Elasticsearch Mulia Pratama, Afwan; Data, Mahendra; Yahya, Widhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi web di Indonesia untuk layanan publik, khususnya pada situs-situs pemerintahan dengan domain .go.id, tantangan keamanan siber juga turut meningkat. Salah satu ancaman signifikan adalah penyisipan konten ilegal, seperti promosi judi daring, melalui teknik BlackHat SEO dan Web Defacement yang dapat merusak integritas data dan reputasi instansi. Kondisi ini menghadirkan tantangan keamanan siber yang signifikan karena metode deteksi ancaman secara manual tidak lagi memadai. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah sistem yang mampu mendeteksi injeksi konten ilegal pada situs web secara otomatis. Metodologi yang diusulkan adalah dengan mengintegrasikan teknik web scraping dan web crawling menggunakan framework Scrapy untuk ekstraksi data konten. Data yang terkumpul kemudian disimpan, diindeks, dan dianalisis menggunakan mesin pencari Elasticsearch, yang memungkinkan pencarian cepat berbasis Query DSL dengan kueri fuzzy untuk mengidentifikasi kata kunci ilegal beserta variasinya. Hasil pengujian pada 100 subdomain simulasi menunjukkan sistem mampu mendeteksi kata kunci ilegal dengan tingkat akurasi tinggi, mencapai 97% untuk kata kunci "togel" dan 92% untuk kata kunci "gacor", dengan tingkat False Positive dan False Negative yang dapat diminimalkan. Penelitian ini berhasil mengembangkan sebuah sistem fungsional yang efektif untuk mendeteksi konten ilegal berbasis kata kunci.
Studi Kinerja TF-IDF dan IndoBERT dalam Rekomendasi Resep Berbasis Mobile dengan Arsitektur Microservice Puspa Andina, Sherla; Sakti Pramukantoro, Eko; Yahya, Widhi
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem rekomendasi resep makanan menjadi solusi praktis untuk membantu pengguna dalam menentukan menu berdasarkan bahan makanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem rekomendasi resep berbasis mobile dengan membandingkan dua metode representasi teks, yaitu TF-IDF dan IndoBERT, dalam hal relevansi hasil rekomendasi dan efisiensi waktu respon. Sistem dibangun dengan arsitektur microservice, di mana aplikasi mobile mengirimkan daftar bahan makanan yang dimiliki pengguna ke server, yang kemudian memproses permintaan dan mengembalikan rekomendasi resep. Metode TF-IDF digunakan sebagai pendekatan berbasis statistik yang sederhana, sementara IndoBERT digunakan sebagai pendekatan berbasis pemahaman semantik menggunakan model pre-trained berbasis transformer. Pengujian dilakukan menggunakan metrik evaluasi seperti Precision@5, Recall@5, F1-score@5, dan Mean Reciprocal Rank (MRR@5) untuk mengukur relevansi hasil. Waktu respon diukur dengan mencatat selisih waktu antara permintaan dikirim dan hasil diterima di sisi Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IndoBERT unggul dalam hal relevansi, dengan skor rata-rata yang lebih tinggi pada semua metrik evaluasi dibandingkan TF-IDF. Namun, TF-IDF memberikan waktu respon yang secara signifikan lebih cepat dibandingkan IndoBERT. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem. TF-IDF lebih cocok untuk sistem dengan keterbatasan sumber daya, sedangkan IndoBERT lebih sesuai untuk sistem yang mengutamakan relevansi hasil rekomendasi.
Perancangan dan Implementasi Testbed Jaringan Inti 5G Standalone Berbasis Open5GS dengan Pendekatan Containerized Network Function dan Orkestrasi K3s Nugraha, Rayhan Egar Sadtya; Yahya, Widhi; Siregar, Reza Andria
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan 5G mengadopsi Network Function Virtualization (NFV) sebagai pendekatan utama dalam penyediaan fungsi jaringan guna meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional. Dalam konteks 5G, penerapan NFV perlu diintegrasikan dengan prinsip cloud-native untuk mendukung skalabilitas dinamis, otomatisasi, serta pemanfaatan sumber daya yang efisien. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sebuah testbed jaringan inti 5G standalone berbasis Open5GS yang berorientasi pada arsitektur cloud-native. Penelitian ini bertujuan untuk membangun jaringan inti 5G standalone yang ringan dan fungsional, mengimplementasikan mekanisme high availability dan scalability, serta memastikan kepatuhan terhadap kerangka kerja ETSI MANO dengan deployment yang efisien sumber daya. Metodologi penelitian mencakup perancangan arsitektur sistem, implementasi K3s dengan Horizontal Pod Autoscaler (HPA) untuk lima stateless control plane network functions, serta pengujian melalui validasi fungsionalitas, evaluasi manajemen siklus hidup, dan resource profiling. Kinerja implementasi K3s dengan HPA dibandingkan dengan Kubernetes (K8s) dan K3s single-pod sebagai baseline. Hasil validasi menunjukkan bahwa testbed mampu mencapai registration success rate dan PDU session establishment success rate sebesar 100 persen hingga 80 UE dengan throughput maksimum 76 Mbps. Evaluasi manajemen siklus hidup menunjukkan bahwa K3s berhasil mengimplementasikan fungsi VNFM melalui deployment controller, HPA, dan ReplicaSet dengan waktu deployment 15–21 detik, waktu pemulihan di bawah 30 detik, serta waktu penskalaan rata-rata 6,7 detik per replika. Selain itu, resource profiling menunjukkan efisiensi K3s dengan konsumsi memori 370–400 MB lebih rendah dibandingkan K8s, yang setara dengan pengurangan sebesar 18–22 persen. Hasil penelitian ini memvalidasi bahwa implementasi jaringan inti 5G berbasis cloud-native network function (CNF) bersifat fungsional, skalabel, patuh terhadap ETSI MANO, serta efisien dalam pemanfaatan sumber daya untuk lingkungan penelitian.