Wildan Yahya
Fak. Dakwah Unisba Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ragam Etika Bahasa Komunikasi: Perspektif Qur’ani Yahya, Wildan
Mediator Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyampaian pesan dengan tutur kata yang arif dan bijaksana akan membantu tercapainya tujuan. Di dalam al-Qur‘an, diungkapkan aneka ragam etika bahasa komunikasi yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. Aneka ragam etika bahasa itu adalah: (1) Qaulan ma’rûfâ, tutur kata yang baik sesuai dengan adat atau tradisi yang berlaku; (2) Qaulan sadîdâ, perkataan yang benar dan tepat; (3) Qaulan balîghâ, susunan bahasa yang efektif dan membekas; (4) Qaulan karîmâ, ungkapan kata yang santun dan mulia; (5) Qaulan layyinâ, tutur bahasa yang halus dan lemah lembut; (6) Qaulan maisûrâ, percakapan yang mudah dan sederhana; dan (7) Qaulan tsaqîlâ, perkataan yang menggetarkan dan berbobot.
Strategi Dakwah Islam dalam Pengembangan Seni dan Peradaban Yahya, Wildan
Mediator Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a distinctive feature of Islamic civilization, art become a way for communicating Islamic principles. The real essence of art is al-Tauhid which comes up from light chemical reactions. Al Tauhid has two aspects: the methodology and conceptual. The art of Islam itself has functions like these: reminder of tauhid, material transfiguration, structure transfiguration, and beauty.
Penggunaan Instagram Sebagai Media Dakwah terkait Kesadaran Beribadah Mahasiswa Unisba Nanda Ghilman Nadhiri; Yahya, Wildan; N. Sausan Saleh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i1.3741

Abstract

Abstract. In the millennial era, Instagram can be used as a means of preaching (dakwah) by the generation of this time. Its flexible usage facilitates the implementation of preaching without requiring much space. However, many dakwah messages on Instagram do not entirely transform the thinking and behavior of the audience (mad’u). This raises questions considering the widespread popularity of Instagram users in Indonesia. This study aims to analyze whether there is an increase in worship awareness towards dakwah messages on Instagram. Using qualitative methods such as observation, interviews, and documentation, the researcher found an increase in worship awareness among students of the 2019 Faculty of Dakwah. Although fundamentally every Muslim has a sense of worship awareness, the existence of these dakwah contents has indeed led to an increase. Through this research, it is hoped that male and female students of the Faculty of Dakwah can effectively use Instagram as a means of preaching, both as communicators and recipients. Abstrak. Di zaman milenial, Instagram dapat digunakan sebagai alat dakwah oleh generasi di zaman ini. Penggunaannya yang fleksibel memudahkan implementasi dakwah tanpa memerlukan banyak ruang. Namun, banyak pesan dakwah di Instagram tidak sepenuhnya mengubah cara berpikir dan tingkah laku mad’u. Hal ini menjadi pertanyaan mengingat popularitas pengguna Instagram di Indonesia sangat banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada peningkatan dalam kesadaran beribadah terhadap pesan-pesan dakwah di Instagram. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi peneliti menemukan adanya peningkatan kesadaran beribadah pada mahasiswa fakultas dakwah 2019. Meskipun pada dasarnya setiap seorang Muslim mempunyai kesadaran beribadah, namun dengan adanya konten-konten dakwah tersebut kenyataannya terdapat peningkatan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswi fakultas dakwah dapat dengan baik menggunakan Instagram sebagai alat dakwah baik secara komunikator atau komunikan.